×

Seperti Apa Prediksi Ekonomi Setelah Virus Corona Berakhir?

May 11, 2020 | No Comments

Virus corona membuat aktivitas dunia terhenti seketika, tak terkecuali aktivitas ekonomi. Dengan adanya virus corona yang berlangsung lama, saat ini muncul berbagai prediksi kondisi ekonomi setelah pandemi itu berakhir.

Tak bisa dipungkiri, akibat virus corona, ganguan ekonomi kian terjadi dari waktu ke waktu. Berbagai sektor industri terpaksa harus mengeluarkan kebijakan PHK atau pemotongan gaji terhadap karyawannya demi menjaga kestabilan finansial.

Lantas kira-kira seperti apa sih prediksi perekonomian di dunia setelah corona ini berakhir? Menjawab pertanyaan tersebut, berikut Glints akan memberikan gambarannya.

Prediksi dari Berbagai Pemikir Terkemuka

© Freepik

Corona membuat segala aktivitas berubah dikarenakan adanya lockdown yang diterapkan oleh berbagai negara di seluruh dunia.

Dengan keadaan tersebut, berikut ada beberapa prediksi dari berbagai pemikir terkemuka terkait apa yang akan terjadi dengan ekonomi di dunia setelah corona.

Dilansir dari Foreign Policy, berikut daftar prediksi dari beberapa ekonom terkemuka dunia:

1. Adam Posen

Adam Posen adalah seorang pemimpin dari Peterson Institute for International Economics.

Dia mengatakan bahwa pandemi virus corona ini akan semakin memperburuk kondisi ekonomi di dunia yang sudah ada sebelumnya.

Pertama, Adam Posen memprediksi bahwa akan terjadi kesenjangan yang semakin besar antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang terkait keadaan krisis ekonomi.

Negara-negara maju setelah virus corona berakhir tidak akan membukakan diri untuk negara berkembang terkait masalah krisis ekonomi yang sedang dihadapi.

Dengan demikian, hal ini akan mendorong terjadinya nasionalisme ekonomi yang membuat pemerintah-pemerintah setempat akan menutup ekonomi mereka sendiri dari berbagai negara lain di dunia.

Kedua, dunia akan bergantung terhadap dolar AS (Amerika Serikat) dalam pembiayaan dan perdagangan.

Walaupun nantinya Amerika Serikat kurang menarik untuk investasi, namun ketertarikan negara dari belahan dunia lainnya relatif meningkat terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Hal itu akan menyebabkan rasa ketidakpuasan yang berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Menganggur Akibat Virus Corona? 6 Hal Ini Bisa Membuatmu Tetap Produktif

2. Laura D’Andrea Tyson

Laura D’Andrea Tyson adalah seorang profesor di Haas School of Business, Universitas California. Ia juga merupakan mantan ketua Dewan Penasihat Ekonomi Amerika Serikat di bawah pemerintahan Clinton.

Tyson memprediksi bahwa akan ada beberapa pekerjaan yang hilang setelah pemulihan keadaan ekonomi di dunia.

Kendati demikian, ada juga beberapa pekerjaan yang semakin banyak diminati, seperti misalnya perawatan kesehatan, logistik, makanan dan sebagainya.

Secara tidak langsung, pekerjaan-pekerjaan tersebut akan mendapatkan tunjangan lebih dan kemungkinan bisa mengalami kenaikan upah.

3. Kishore Mahbubani

Kishore Mahbubani merupakan penulis dari buku yang berjudul “Has China Won? The Chinese Challenge to American Primacy”.

Dia memprediksi bahwa pandemi virus corona ini akan menimbulkan terjadinya perpindahan globalisasi secara cepat dari AS-sentris ke Tiongkok-sentris.

Hal ini akan terus berlanjut nantinya setelah pandemi ini berakhir karena ada berbagai alasan yang dilontarkan oleh Kishore Mahbubani.

Penduduk AS telah kehilangan kepercayaan terhadap globalisasi dan perdagangan internasional. Bagi penduduk AS, perjanjian perdagangan bebas secara internasional adalah racun, baik dengan atau tanpa presiden Donald Trump.

Hal ini terjadi sebaliknya dengan Tiongkok. Tiongkok justru tidak kehilangan kepercayaan terhadap perdagangan internasional setelah pandemi ini berakhir.

Pasalnya, Tiongkok menyadari bahwa kebangkitan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir adalah berkat dari keterlibatan global.

Dengan keadaan seperti ini, maka dikatakan oleh Mahbubani bahwa Amerika Serikat hanya memiliki dua pilihan:

  • bekerja sama dengan Tiongkok untuk menyejahterakan masyarakatnya, atau
  • bersaing dengan Tiongkok dalam mempertahankan keunggulan global, namun keadaan sosialnya semakin memburuk.

Prediksi Ekonomi Indonesia Setelah Corona

© Freepik

Di Indonesia sendiri ekonomi turun dengan drastis akibat adanya virus corona. Semua aspek industri dari industri penerbangan, pariwisata, dan sebagainya terhenti dan tidak bisa beroperasi akibat adanya pandemi.

Dilansir dari Kompas, berdasarkan analisis data yang dikeluarkan oleh The Singapore University of Technology and Design, puncak pandemi di Indonesia telah terjadi pada tanggal 19 April lalu dan diperkirakan akan berakhir total di akhir Juli 2020.

Berdasarkan data tersebut, maka diperkirakan akhir Mei 2020 PSBB dapat diakhiri dan pada awal Juni aktivitas dapat kembali berjalan dengan normal.

Bila prediksi tersebut benar, maka pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan mencapai titik terendah pada kuartal kedua.

Meski begitu, perusahaan dan pengusaha masih mempunyai waktu untuk langsung beroperasional apabila awal Juni dapat beraktivitas dengan normal.

Jika awal bulan Juni aktivitas kembali berjalan normal, maka keuangan perusahaan diperkirakan masih aman dan bertahan sampai tiga bulan ke depan.

Namun beda cerita apabila aktivitas normal baru dimulai pada bulan Agustus atau bahkan paling buruk di bulan Desember. Perusahaan perlu waktu mencari pegawai baru untuk memulai operasi.

Di sisi lain juga akan banyak perusahaan yang tidak kuat apabila harus bertahan selama lebih dari tiga bulan.

Baca Juga: Berbagai Dampak Corona pada Perayaan Ramadan Dunia dan Indonesia

Prediksi Pemulihan Ekonomi Setelah Corona

Dilansir dari World Economic Forum, Reuters telah menyurvei lebih dari 50 ekonom dan meminta prediksi untuk pemulihan ekonomi setelah virus corona.

Dari survei tersebut, terjadilah beberapa skenario perdebatan di bawah ini:

1.”U” 

Skenario ini merupakan skenario di mana pemulihan ekonomi membutuhkan beberapa waktu kuartal. Sebab, ekonomi telah mengalami krisis yang cukup hebat. Skenario ini adalah skenario yang paling memungkinkan.

Carsten Brzeski, ketua makro global di ING Research mengatakan, dari skenario ini physical distancing masih akan terjadi.

Selain itu, setelah pandemi berakhir mungkin masih diberlakukan lockdown sehingga industri pariwisata kemungkinan akan menderita.

Berikut grafik dari kasus “U”:

prediksi ekonomi setelah corona

© Reuters

2. “W”

Skenario ini terjadi jika lockdown mengalami pelonggaran sehingga meningkatkan aktivitas normal. Skenario ini juga dapat terjadi apabila kembali muncul kasus virus corona baru seperti yang terjadi di beberapa negara di Asia.

Akan tetapi, lewat skenario ini kemungkinan akan terjadi efek pengangguran dan perusahaan yang bangkrut.

Untuk lebih jelasnya, berikut grafik dari “W”:

prediksi ekonomi setelah corona

© Reuters

3. “L”

Skenario ini menggambarkan ketika pertumbuhan ekonomi tidak kunjung hadir serta tidak bisa pulih untuk beberapa waktu.

Skenario ini dapat terjadi jika penghitungan kasus virus corona terus meningkat sehingga mengakibatkan kebijakan lockdown harus berlanjut secara terus-menerus.

Namun, skenario ini tampaknya tidak mungkin terjadi mengingat Wuhan, kota pertama yang mengalami infeksi virus corona, telah mengakhiri kebijakan lockdown setelah lebih dari dua bulan.

Tetapi, bentuk “L” ini mungkin menjadi risiko bagi pasar negara berkembang yang kurang mampu melibatkan stimulus besar dan sering bergantung pada ekspor komoditas.

Berikut grafik dari “L”:

prediksi ekonomi setelah corona

© Reuters

Baca Juga: Kena PHK Akibat Corona? Kamu Bisa Bangkit Lagi, Kok!

Itu dia prediksi ekonomi yang terjadi baik di dunia maupun di Indonesia setelah corona serta prediksi pemulihannya. Terlepas dari semua itu, pada akhirnya kita tetap harus waspada dengan virus tersebut.

Bagaimana menurutmu? Jika ingin diskusi lebih lanjut terkait dunia kerja di tengah virus corona kamu bisa langsung gabung di komunitas dan berdiskusi dengan sesama pengguna atau profesional.

Caranya bagaimana? Yuk segera buat akun profesionalmu di Glints sekarang juga!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up