×

Bagaimana Sih, Reaksi Deretan Perusahaan Ini Terhadap Corona?

April 17, 2020 | No Comments

Dengan adanya Covid-19, tidak sedikit jumlah perusahaan terdampak Corona, bahkan sampai harus banting setir. Baik dari segi alokasi dana, kebijakan operasional, hingga produk yang dijual.

Pemberlakuan social dan physical distancing juga membuat beberapa tempat usaha tidak dapat berjalan seperti biasanya. Beberapa contohnya adalah restoran, hotel, dan tempat-tempat hiburan. 

Kira-kira bagaimana sih, perusahaan Indonesia dan global menghadapi pandemi ini?

Glints sudah menyiapkan 15 daftar perusahaan terdampak Corona dan strategi yang mereka jalankan. Yuk, simak lebih lanjut!

Baca Juga: 5 Kursus Online Gratis Karena Corona yang Bisa Dimanfaatkan

Daftar 15 Perusahaan yang Menghadapi Corona

1. Pertamina

perusahaan dampak corona

© Instagram Pertamina

Pertamina merupakan BUMN di sektor minyak dan gas bumi.

Sebelum wabah Corona merebak, Pertamina hanya menyediakan layanan delivery untuk produk Bright Gas saja. 

Sekarang, masyarakat bisa memesan bahan bakar minyak (BBM), liquified Petroleum gas (LPG), dan pelumas untuk dikirimkan ke rumah.

Jadi, tidak perlu lagi mengantri dan berada di keramaian ketika harus mengisi bensin kendaraan.

Inovasi ini sangat bagus untuk mencegah penyebaran virus sembari tetap memenuhi kebutuhan konsumen. 

2. AirAsia

airasia fighting corona virus

© Instagram AirAsia Indonesia

Maskapai penerbangan juga salah satu industri yang di’hantam’ Corona. 

Pendiri dan seluruh jajaran petinggi di AirAsia memutuskan untuk tidak digaji, agar tetap harus menggaji pegawainya. 

Meskipun gaji pegawai dipangkas (kisaran 15 sampai 75 persen) berdasarkan tingkat senioritasnya, setidaknya ini menjadi siasat agar AirAsia tidak perlu melakukan PHK massal. 

3. Bluebird

perusahaan dampak corona

© Bluebird Group

Sejak diberlakukan physical distancing, penumpang menjadi sangat sepi. Padahal, driver tetap harus mencari nafkah.

Maka dari itu, Bluebird hadir dengan layanan baru: COD (Chat-Order-Delivery). 

Meskipun tidak mengangkut penumpang, driver masih bisa mengantarkan barang pesanan konsumen.

Layanan ini tersedia di kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, dan wilayah Jabodetabek.

4. Ismaya

perusahaan terdampak corona

© Instagram Ismaya Shop

Pada krisis seperti ini, bisnis F&B sangat terkena dampak. Pengunjung restoran menurun drastis, tapi benar-benar menutup restoran bukan suatu pilihan. 

Ismaya merupakan perusahaan di bidang hospitality dengan berbagai macam restoran dan bar. 

Di akun Instagram-nya, Ismaya mengumumkan akan segera mengadakan home delivery untuk produk yang dijual di restorannya. 

Bahkan dikabarkan akan ada promo clearance sale hingga 80% untuk minuman beralkohol.

5. Hypermart

© Hypermart

Sebagai tempat yang notabenenya selalu dipenuhi orang yang membeli kebutuhan pangan, Hypermart hadir dengan inovasi untuk belanja online.

Hypermart telah merilis fitur baru, yaitu Hypermart online. Terdapat dua pilihan untuk pelanggan:

  • Pesan online, lalu pesanan akan diantar ke rumah
  • Pesan online, lalu pesanan di ambil ke cabang pilihan

Meski tidak perlu mengantri dan berada di keramaian, kebutuhan pelanggan tetap dapat terpenuhi. 

Baca Juga: Ini 3 Kemungkinan Kebijakan Kantormu dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar

6. Tokopedia

perusahaan terdampak corona

© Instagram Tokopedia

Sebagai salah satu E-Commerce terbesar di Indonesia, Corona tentu memberikan dampak terhadap perusahaan Tokopedia.

Beberapa transaksi yang sudah pasti meningkat adalah produk kesehatan dan juga bahan-bahan pokok. 

Dalam upaya mendukung masyarakat untuk di rumah saja, Tokopedia memberikan gratis ongkir. Mereka juga menutup toko yang tiba-tiba menjual barang kebutuhan pokok dengan harga meroket. 

Selain itu, terdapat beberapa bisnis dari industri lain yang bekerja sama dengan Tokopedia selama Corona. Contohnya adalah toko kopi TUKU yang menjual kopi susu satu liter eksklusif hanya di Tokopedia. 

7. Local fashion brands

brand terdampak corona

© ATS the Label

Corona juga sangat mempengaruhi penjualan banyak fashion brand lokal.

Dalam upaya menjalankan bisnis dan ikut membantu menghentikan pandemi ini, terdapat beberapa brand lokal yang memutuskan untuk menjual atau setidaknya memasukan masker kain ke dalam bundling di setiap pembelian produknya. 

Beberapa di antaranya adalah Hi-Jack Sandals, ATSTHELABEL, LIUNIC ON THINGS, dan masih banyak lagi. 

Bahkan ada yang banting setir dan memproduksi masker kain untuk didonasikan seperti Lepas, fashion brand dari Bandung. 

8. Perusahaan logistik

JNE

© JNE.co.id

Diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat masyarakat Indonesia harus meminimalisir aktivitas di luar rumah.

Corona sangat berdampak terhadap demand perusahaan logistik. Jasa mereka menjadi sangat dibutuhkan. 

Beberapa perusahaan seperti JNE dan J&T memastikan bahwa semua kurir dalam keadaan sehat dan juga mengikuti prosedur perusahaan.

Hal ini dilakukan agar pengiriman paket dapat tetap berjalan dengan lancar.

9. Perusahaan alat kesehatan dan kebersihan

© Pexels.com

Meskipun dampak Corona terhadap perusahaan mayoritas buruk, beda halnya dengan perusahaan alat kesehatan dan juga kebersihan.

Penjualan perusahaan-perusahaan ini kian meningkat, apalagi dengan permintaan yang tiba-tiba melejit dari masyarakat.

10. Gojek

perusahaan terdampak corona

© Instagram Gojek Indonesia

Gojek juga masuk ke dalam perusahaan yang sangat terdampak Corona, lho.

Agar tidak perlu melakukan PHK di masa sulit seperti ini, Gojek melakukan pendanaan dari gaji jajaran manajemen senior dan juga anggaran kenaikan gaji. 

Untuk operasionalnya, Gojek membuat zona health care di sekitar rumah sakit dan pusat tes kesehatan. Di zona ini, biaya pengiriman makanan dan minuman ditiadakan. 

Selain itu, pihak Gojek juga menaikkan opsi tips untuk mitra driver sampai Rp 100.000. Fitur ini diadakan agar konsumen dapat berbagi lebih ke mitra driver yang membutuhkan. 

Baca Juga: 5 Cara Membantu Orang yang Kena PHK Karena Corona

11. AirBnB

terdampak corona

© Instagram AirBnB

Dengan adanya perintah untuk di rumah saja, perusahaan di bidang hospitality seperti AirBnB tentu harus menyesuaikan kebijakannya. 

AirBnB memberi kebijakan bagi pengguna yang melakukan booking sebelum Corona merebak (sebelum 14 Maret 2020), dapat membatalkan booking dan mendapat full refund atau travel credits. 

Pihak host juga tidak dikenakan sanksi apapun jika mereka membatalkan semua penginapan di propertinya.

12. Vogue

vogue global conversation

© Instagram Edward Eninful

Tak hanya perusahaan hospitality saja, berbagai majalah juga masuk ke dalam daftar perusahaan terdampak Corona.

Vogue, majalan fashion dan lifestyle asal Amerika Serikat, kembali hadir dengan inovasi untuk dunia fashion. 

Di tengah pandemi, Vogue mengadakan program online selama empat hari dengan tajuk “Vogue Global Conversations”. 

Program ini dapat diikuti secara gratis oleh siapapun di seluruh dunia, dengan pembahasan mengenai industri fashion dan masa depan yang ingin dibangun.

13. ClassPass 

classpass corona

© Instagram Classpass Indonesia

Perusahaan terdampak Corona lainnya adalah yang bergerak di bidang pusat kebugaran. ClassPass merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengikuti kelas di studio olahraga atau pusat kebugaran favorit mereka. 

Dengan adanya Corona, pengguna tidak mungkin datang ke studio dan olahraga bersama-sama. 

Akhirnya, ClassPass menghadirkan solusi yang sangat menguntungkan, yaitu pengguna dapat live streaming olahraga bersama trainer.

Pengguna tetap bugar, trainer tetap mendapat penghasilan, dan bisnis pun tetap berjalan. 

14. Tesla

© Tesla.com

Perusahaan lain yang terkena dampak Corona adalah perusahaan yang bergerak di industri otomotif.

Di tengah krisis seperti sekarang ini, perusahaan mobil elektrik dan penghasil solar panel kenamaan Amerika Serita, Tesla, hadir dengan solusi untuk rumah sakit di Amerika yang kekurangan ventilator

Tesla sedang dalam proses membuat ventilator dari spare part mobil mereka. 

15. The Metropolitan Museum of Art (THE MET)

© Instagram Metropolitan Museum

The MET merupakan salah satu museum dan galeri yang mengadakan pameran online. 

Pameran online ini didukung menggunakan fitur Google Arts & Culture, dan semua orang dari seluruh dunia dapat menikmatinya secara gratis. 

Pameran ini berisi koleksi resmi dari museum dan juga tur virtual.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Work-life Balance saat WFH

Itu dia, daftar 15 perusahaan terdampak Corona di Indonesia dan mancanegara.

Terdapat banyak perusahaan yang berusaha memutar situasi menjadi lebih baik, meskipun harus banting setir ke arah yang berbeda. Namun itu dilakukan agar bisnis tidak mati.

Di Glints, kamu bisa mencari tahu informasi mengenai perusahaan-perusahaan besar, lho. Yuk, sign up sekarang untuk mendaftar di perusahaan impianmu!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up