Ini Dia 5 Tips Penting agar Portofolio Desain Produkmu Terlihat Menarik

Tayang 05 Sep 2021 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Andre Oliver

Sebagai pekerja di bidang kreatif, tentunya portofolio desain produk adalah sarana bagi para industrial designer untuk memamerkan karyanya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Namun, kira-kira apa saja yang harus dicantumkan dalam portofolio seorang desainer produk? Perlukah mereka memuat informasi mengenai diri mereka sendiri?

Yuk, ketahui selengkapnya dalam artikel Gilnts berikut ini.

Baca Juga: Daftar 8 Buku tentang Desain Produk yang Wajib Kamu Baca

Tips Portofolio Desain Produk

Ketika kamu hendak mendaftarkan diri untuk bekerja, tak jarang rekruter akan meminta bukti karyamu.

Nah, dikarenakan desain produk masuk dalam kategori karier di bidang kreatif, tentunya kamu harus membentuk sebuah portofolio yang dapat menggambarkan kemampuan.

Kendati demikian, terkadang membuat portofolio desain membutuhkan proses yang lebih rumit dibandingkan portofolio lainnya, terutama untuk keperluan desain produk.

Hal ini disebabkan oleh pekerjaan seorang desainer produk yang bekerja dengan ketiga dimensi sebuah produk, yaitu fungsi, bentuk, dan ergonomi.

Maka, ketika sedang memuat portofolio, ia perlu mempertimbangkan setiap sudut dari produk akhir mereka.

Kamu hanya akan mendapatkan satu kesempatan untuk membuat kesan pertama dan memamerkan semua bakat, keterampilan, dan pengalaman dengan portofolio.

Namun, kamu masih dapat membuat portofolio yang mengesankan bila kamu paham mengenai cara-cara terbaik untuk membentuknya. 

Berikut adalah 5 tips untuk membuat portofolio desain produk yang apik:

1. Tunjukkan proses pembuatan desain

portofolio desain produk

© Unsplash.com

Tips pertama agar portofolio desain produkmu dilirik oleh para rekruter adalah untuk menunjukkan setiap proses penciptaan desain yang telah kamu selesaikan.

Jika kamu hanya menampilkan gambar dari produk akhir,  itulah satu-satunya hal yang akan dinilai oleh perusahaan. 

Fungsi penjelasan proses adalah agar perekrut mendapatkan sebuah gambaran mengenai workflow dan caramu mengembangkan sebuah prototipe desain dari nol. 

Baca Juga :  Agile Coach vs. Scrum Master: Ini Dia 3 Perbedaannya

Dari pemaparan tersebut, kamu juga dapat menunjukkan kemampuanmu ketika sedang menghadapi masalah yang muncul saat proses penciptaan desain.

Tanpa bukti ide awal serta langkah-langkah yang kamu ambil untuk meneliti berbagai aspek dari proyek, akan mustahil bagi pembaca untuk menilai pemikiran dan filosofi di balik desain akhir kamu.

2. Jelaskan seluruh kelebihanmu

portofolio desain produk

© Unsplash.com

Dilansir dari Yankodesign, portofolio desain produk seharusnya digunakan untuk menjual dirimu sendiri, bukan hasil desain yang telah kamu selesaikan.

Coba cantumkan semua kemampuan yang menurutmu tidak dimiliki oleh kandidat lainnya.

Membuat daftar keterampilan yang kamu miliki adalah langkah bagus sebelum memuatnya dalam portofolio. 

Baca Juga: Yuk, Memahami Mockup dan Pentingnya untuk Desain Produk!

3. Buat sesimpel mungkin

portofolio desain produk

© Wix.com

Terkadang, portofolio desain yang paling sederhana adalah yang paling sulit untuk diciptakan. Maka, menurut Wix, tips berikutnya adalah untuk membuat portofoliomu sesimpel mungkin. 

Kamu bisa ambil contohnya dari portofolio milik Rino Claessens, seorang desainer produk dari Eindhoven, Belanda.

Homepage yang ia bentuk terlihat minimalis, hanya menampilkan logo wordmark, menu, dan contoh karya-karyanya di tengah. 

Ada banyak ruang putih, menciptakan sensasi keseluruhan yang tenang dan menarik fokus pada karya-karya itu sendiri. 

Palet warna juga kohesif dengan estetika keseluruhan karya Rino, dengan warna abu-abu pucat sebagai latar belakang dan dua warna yang lebih gelap untuk teks.

Kamu dapat melihat selengkapnya di sini.

4. Hindari penggunaan tulisan yang berlebihan

portofolio desain produk

© Pexels.com

Sebenarnya, portofolio desain produk yang baik menampilkan lebih banyak karya dan proses pembuatannya, dan hanya memiliki sedikit ruang untuk penulisan.

Kecepatan pembaca saat membalikkan kertas halaman portofoliomu akan berlangsung dengan sangat cepat, sampai-sampai tidak tersisa cukup waktu untuk membaca subjudul, apalagi paragraf panjang. 

Baca Juga :  Bertugas Tingkatkan Angka Kepuasan Pelanggan, yuk, Kenali Profesi Product Support

Peran desain produk berbeda dengan bidang desain lainnya, maka recruiter hanya akan berhenti membaca setelah mereka menilai karya kamu secara visual, bukan secara verbal.

5. Jelaskan premis dari desain

portofolio desain produk

© Pexels.com

Tips terakhir adalah untuk menjelaskan premis dari masing-masing desain yang kamu cantumkan dalam portofolio.

Kesalahan utama banyak desainer produk adalah tidak memaparkan tujuan dan fungsi desain akhir yang mereka muat dalam portofolio mereka.

Satu faktor penting yang memengaruhi pengalaman buruk pembaca adalah ketika mereka selesai membaca halaman dalam mengenai berbagai sketsa, gambar, dan rendering, tetapi masih tidak sepenuhnya memahami tentang tujuan proyek tersebut.

Baca Juga: Daftar 7 Pekerjaan dalam Dunia Desain Produk, Mana yang Tepat Untukmu?

Itulah beberapa tips mengenai cara-cara terbaik untuk menciptakan portofolio desain produk yang bagus.

Jangan lupa untuk mencantumkan karya-karya terbaikmu, agar kelak dapat bersaing dengan desainer lainnya.

Nah, jika kamu sudah siap, kamu bisa segera membuka Glints. Di sana, tersedia berbagai pekerjaan di bidang product design yang cocok buat kamu, lho.

Tunggu apa lagi? Cek lowongannya sekarang!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon