Perusahaan Manufaktur: Arti, Contoh, Proses Bisnis, dan Prospek Karier
Ditulis oleh : Irene Didy
Perusahaan manufaktur adalah sektor industri yang memiliki peran penting dalam meningkatkan ekonomi Indonesia.
Secara garis besar, menurut laman Study, ia merupakan tipe perusahaan yang menggunakan bahan mentah untuk keperluan produksi.
Nantinya, dari bahan mentah ini, hadir produk yang akan dijual kepada pelanggan.
Di Indonesia sendiri, terdapat banyak industri manufaktur yang sudah berdiri sejak lama. Biasanya, mereka terletak di kawasan khusus industri, termasuk di Karawang dan Bekasi.
Nah, kira-kira, bagaimana proses bisnis dari perusahaan manufaktur itu sendiri? Lalu, seperti apa ruang lingkup dan ciri-ciri dari badan usaha yang bergerak di sektor industri tersebut?
Yuk, simak pemaparan lengkapnya dalam rangkuman Glints berikut ini!
Isi Artikel
Apa Itu Perusahaan Manufaktur?
Dilansir dari Study, perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk yang siap dijual melalui toko distributor atau langsung ke konsumen.
Menurut The Balance, manufaktur sendiri artinya adalah proses pembuatan produk dengan mengandalkan bahan mentah yang lazim ditemukan dalam pabrik, pembangkit tenaga listrik, dan peternakan.
Produk sehari-hari yang kita gunakan seperti sabun, sikat gigi, hingga camilan merupakan hasil produksi dari perusahaan manufaktur.
Tak hanya produk siap pakai, mereka juga bisa menghasilkan produk setengah jadi yang nantinya dijual ke perusahaan lain untuk membuat produk jadi.
Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur
Seperti yang sudah Glints jelaskan, perusahaan manufaktur adalah organisasi yang berfokus dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi produk solid.
Namun, tidak semua bentuk usaha yang mengolah bahan mentah bisa disebut sebagai perusahaan manufaktur, lho.
Terdapat ciri-ciri karakteristik tertentu yang dimiliki oleh bisnis manufaktur. Berikut adalah daftarnya, dikutip dari Karawang New Industry City:
- pendapatan utama diraup dari hasil penjualan
- punya inventaris atau stok barang dalam bentuk fisik
- adanya aktivitas manufaktur, yaitu mengolah bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi
- biaya produksi mencakup biaya bahan mentah, tenaga kerja, dan pabrik
- analisis performa bisnis dan produk yang terstruktur
Sektor Perusahaan Manufaktur Indonesia
Kira-kira, perusahaan manufaktur bergerak di bidang atau industri apa saja, ya?
Nah, berikut ini adalah beberapa sektor perusahaan manufaktur yang sering kamu temui di Indonesia.
1. Sektor perusahaan industri kimia
Jenis ruang lingkup bidang manufaktur pertama yang perlu kamu ketahui adalah sektor industri kimia.
Perusahaan yang termasuk dalam kategori ruang lingkup ini biasanya bergerak di bidang produksi dan pengolahan semen, kosmetik, porselen, pakan ternak, dan kertas.
Segmen industri ini juga menggabungkan penggunaan minyak mentah untuk membuat produk tertentu, seperti bahan bakar.
2. Sektor perusahaan aneka industri
Jenis ruang lingkup dari perusahaan manufaktur berikutnya adalah sektor aneka industri.
Badan usaha yang bergerak di bidang ini biasanya mengolah mesin dan berbagai peralatan berat.
Tak hanya itu, otomotif, tekstil dan garmen, alas kaki, kabel, serta alat-alat elektronik juga dimanufaktur oleh perusahaan-perusahaan ini.
3. Sektor perusahaan industri barang konsumsi
Jenis ruang lingkup terakhir dalam bidang manufaktur adalah sektor badan usaha industri barang konsumsi.
Menurut Science Park, perusahaan yang bergerak dalam sektor industri ini umumnya mengolah dan memanufaktur barang siap konsumsi.
Beberapa produk yang mereka jual antara lain makanan dan minuman, kebutuhan farmasi, kosmetik, serta peralatan rumah tangga.
Contoh Perusahaan Manufaktur
Setelah mengetahui sektor-sektornya, berikut adalah contoh perusahaan manufaktur di Indonesia.
1. Sektor perusahaan industri dasar dan kimia
Di bawah ini merupakan contoh-contoh perusahaan yang bergerak di sektor indsutri dasar dan kimia:
- Holcim Indonesia Tbk
- Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
- Arwana Citra Mulia Tbk
- Asahimas Flat Glass Tbk
- Barito Pacific Tbk
- Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk
2. Sektor perusahaan aneka industri
Berikut merupakan beberapa contoh perusahaan manufaktur di Indonesia yang berkutat di sektor aneka industri:
- Astra Otopart Tbk
- Apac Citra Centertex Tbk
- Kabelindo Murni Tbk
- Sat Nusa Persada Tbk
3. Sektor perusahaan industri barang konsumsi
Berikut contoh-contoh perusahaan Indonesia yang berkecimpung di sektor industri barang konsumsi:
- Akasha Wira International Tbk
- Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
- Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Mandom Indonesia Tbk
- Mustika Ratu Tbk
- Unilever Indonesia Tbk
Dari berbagai perusahaan di atas, adakah perusahaan yang kamu kenal? Berapa di antaranya memang cukup populer, seperti Unilever dan Indofood.
Proses Bisnis Perusahaan Manufaktur
Setelah mempelajari apa itu dan contoh perusahaan manufaktur, apakah kamu tertarik untuk pelajari lebih lanjut proses bisnisnya satu per satu?
Pengetahuan ini cukup penting dan biasanya akan ditanyakan oleh rekruter pada kandidat yang akan bekerja di industri manufaktur.
Menurut situs Karawang New Industry City, ada beberapa proses bisnis yang biasa terjadi di perusahaan manufaktur.
Proses bisnis itu terdiri dari enam macam. Apa sajakah itu? Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai jalannya bisnis di badan usaha manufaktur.
1. Procurement
Proses bisnis pertama yang berlaku dalam industri manufaktur adalah procurement.
Procurement di sini berkaitan dengan perawatan alat-alat yang ada di perusahaan. Alat-alat ini tidak hanya sekadar mesin-mesin perusahaan, tetapi juga ketersediaan bahan mentah untuk perusahaan.
Bagian procurement jadi bagian yang khusus menangani hal-hal tersebut.
Mereka bertanggung jawab menjaga mesin-mesin, bahan mentah, kebutuhan dari karyawan, serta alat-alat lain yang dapat menunjang jalannya perusahaan.
2. In-out inventory
Proses bisnis selanjutnya yang perlu diterapkan di dalam badan usaha manufaktur adalah in-out inventory.
Perusahaan manufaktur tentu harus memiliki tempat penyimpanan untuk bahan mentah. Oleh karena itu, mereka harus memahami skema in-out inventory.
Sejatinya, akan ada banyak bahan mentah yang keluar masuk di perusahaan manufaktur.
Maka dari itu, orang yang mendapat tanggung jawab mengelola in-out inventory ini harus memahami cara mengatur proses keluar masuk bahan mentah ke perusahaan.
3. Production
Production adalah salah satu proses inti dalam perusahaan manufaktur. Dalam proses ini, bahan mentah diubah dan diolah menjadi produk solid yang siap dijual kepada masyarakat.
Biasanya, ada divisi khusus yang biasa menangani proses produksi ini di setiap perusahaan. Contohnya adalah divisi PPIC (production planning and inventory control) atau divisi QC (quality control).
4. Sales and marketing
Serupa dengan production, sales and marketing adalah proses inti lainnya di bidang manufaktur. Setelah produk solid diproduksi, ia harus dipasarkan dan dijual dengan cara yang tepat.
Di sinilah peran-peran dari orang marketing dan sales dibutuhkan. Mereka akan menakar wilayah pemasaran dari produk, beserta ongkos yang mesti dikeluarkan dalam setiap proses pemasaran.
Dengan begitu, produk bisa dilempar ke pasar yang tepat.
5. Administration and general
Selanjutnya, dalam bidang manufaktur, proses bisnis yang wajib dijalankan adalah administration and general.
Orang yang menghuni divisi ini bertanggung jawab menentukan kebijakan perusahaan. Mereka juga bertugas untuk membuat aktivitas di perusahaan jadi lebih efektif dan efisien, termasuk proses produksi.
Divisi ini juga mengatur hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan karyawan. Intinya, divisi ini bertanggung jawab menangani administrasi perusahaan.
6. Accounting and finance
Salah satu bagian penting juga di badan usaha manufaktur. Orang yang bertugas di divisi ini bertanggung jawab untuk mengatur keuangan perusahaan secara menyeluruh.
Mereka bertugas mengatur pemasukan dan pengeluaran uang perusahaan.
Bukan cuma itu, mereka juga mengatur gaji karyawan, serta kesehatan finansial perusahaan, agar perusahaan semata tidak terlilit hutang.
Prospek Karier di Bidang Manufaktur
Kalau kamu tertarik untuk bekerja di bidang manufaktur ada beberapa jenis pekerjaan yang bisa kamu jalani. Malah, bidang manufaktur ini bisa dibilang menerima dari berbagai jurusan, tergantung industri yang dipilih.
Berikut ini adalah beberapa jenis pekerjaan di bidang manufaktur yang dilansir dari Indeed:
1. Operator mesin
Operator mesin adalah salah satu pilihan karier yang hampir pasti ditemui di perusahaan manufaktur. Tugas utama seorang operator mesin adalah memastikan mesin produksi dapat bekerja dengan baik dan aman.
Beberapa jenis mesin membutuhkan sertifikasi khusus. Jadi, ada keahlian khusus yang dibutuhkan. Tidak hanya menjalankan, sebagai operator mesin kamu juga bisa melakukan training mengoperasikan mesin.
Seorang operator mesin juga bisa mengusulkan perbaikan proses dan permesinan untuk memastikan proses manufaktur berjalan dengan baik dan efisien.
Kalau kamu tertarik untuk bekerja sebagai operator produksi, cek lowongannya di Glints, yuk!
Tersedia lowongan operator produksi di wilayah Bekasi, Cikarang, dan kawasan industri lainnya di seluruh Indonesia.
Klik tombol di bawah untuk segera temukan loker terbarunya!
2. Teknisi industri
Kalau kamu lulusan teknik industri, bekerja di manufaktur juga salah satu pilihan yang umum. Seorang teknisi industri bertugas untuk memantau spesifikasi, jadwal, dan urutan produksi.
Beberapa perusahaan mungkin akan membuka lowongan dengan nama teknisi pabrik atau operator pabrik.
Sebagai lulusan teknik industri yang bekerja di pabrik, tugas mereka adalah mendesain sebuah proses yang efisien, untuk meminimalisir bahan baku yang terbuang.
Mereka juga akan menggunakan data untuk melakukan beberapa perubahan untuk mengurangi biaya dan masalah produksi.
3. Operator assembly
Kalau kamu menemukan lowongan operator assembly dan melamar, nantinya kamu juga akan masuk ke bidang manufaktur.
Seorang operator assembly harus mengikuti panduan spesifik untuk merakit produk di fasilitas manufaktur.
Mereka bertugas memastikan proses keselamatan kerja saat bekerja di jalur perakitan dan memecahkan masalah selama produksi. Selain itu, operator assembly juga bertugas melakukan perawatan mesin dan perlengkapan mesin, untuk menjaga lingkungan kerja yang aman dan efisien.
4. Welder
Prospek kerja di perusahaan manufaktur selanjutnya adalah welder.
Welder alias tukang las juga jadi salah pilihan karier di bidang manufaktur.
Tugas welder adalah memanaskan komponen besi atau baja hingga bisa disatukan dengan material berbahan metal lainnya.
Seorang welder bertanggung jawab untuk memastikan komponen yang dirakit sudah sesuai dengan kebutuhan. Welder harus dapat membaca cetak biru atau instruksi merakit sebuah produk.
5. Manajer inventori
Seorang manajer inventori punya tanggung jawab utama untuk mengawasi seluruh inventori yang ada dalam fasilitas pabrik dan melakukan kontrol. Mereka juga bertugas mengirim, menerima, dan melakukan pencatatan fasilitas produksi.
Selain itu, mereka juga merancang dan menerapkan sistem pelacakan selama proses operasional dan mempersiapkan proses inventori.
6. Teknisi listrik
Seorang teknisi listrik di dunia manufaktur bekerja untuk melakukan instalasi dan memperbaiki sistem kelistrikan pada peralatan, komponen produk, dan fasilitas di pabrik.
Selain melakukan instalasi dan perbaikan, mereka juga akan menjalankan beberapa tes dan pemecahan masalah untuk memastikan keamanan dan memenuhi standar keamanan industri.
7. Research and development
Kalau kamu bekerja di industri manufaktur, seperti FMCG, kamu bisa menempati posisi di bagian riset dan pengembangan. Di sini kamu akan bertugas untuk mengembangkan produk-produk baru.
Bagian research and development bisa berasal dari berbagai jurusan kuliah tergantung industri yang kamu tempati.
8. Manajer pabrik
Manajer pabrik bertugas untuk mengawasi proses produksi di pabrik. Seorang manajer pabrik juga bisa mengembangkan teknologi atau proses baru untuk meningkatkan kualitas produk dan efisiensi.
Manajer pabrik sering kali bekerja sama dengan ilmuwan, teknisi.
9. Quality control
Petugas quality control bekerja untuk memeriksa kualitas produk apakah sudah sempurna atau belum. Mereka bertanggung jawab untuk memeriksa ada tidaknya kecacatan, keamanan, atau penyimpangan pada produk.
Tugas utama seorang petugas QC adalah memastikan bahwa produk akhir telah memenuhi standar yang telah ditentukan dan aman digunakan.
Selain QC atau quality control, biasanya lowongan untuk posisi ini juga ditulis dengan quality assurance engineer, quality manager, quality engineer, dan quality control analyst.
Peluang kerja bagi QC juga terbilang banyak. Di Glints sendiri, kamu bisa temukan ratusan lowongan sebagai QC yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kamu juga dapat melihat kisaran gaji yang ditawarkan perusahaan untuk posisi terkait.
Klik tombol di bawah untuk cari lowongannya lebih banyak!
Itulah penjelasan singkat Glints mengenai apa itu dan contoh perusahaan manufaktur, hingga prospek karier di dalamnya.
Intinya, manufaktur adalah perusahaan yang berfokus dalam proses pengolahan bahan mentah menjadi produk solid.
Nah, selain pemaparan mengenai bidang manufaktur, kamu bisa dapatkan informasi serupa yang tak kalah penting pada kanal Prospek Karier Glints Blog.
Di sana, Glints sudah rangkum banyak artikel seputar berbagai jenis sektor industri beserta prospek kerjanya khusus buat kamu.
Menarik bukan? Maka dari itu, tunggu apa lagi? Yuk, langsung simak berbagai artikelnya sekarang juga. Gratis!
