×

Pertimbangkan 3 Hal Ini Sebelum Ijazah Ditahan Perusahaan!

July 9, 2020 | No Comments

Kamu sudah diterima pekerjaan, tetapi ternyata perusahaan menahan ijazah. Tentu mengejutkan bukan? Nah, sebenarnya, apakah hal ini boleh dilakukan perusahaan?

Lalu, bisakah menolak agar ijazah tidak ditahan?

Apa pertimbangan yang penting sebelum menyetujui kebijakan ini?

Sebelum salah mengambil keputusan, yuk, simak jawabannya di bawah ini!

Baca Juga: Diterima Kerja di Dua Perusahaan atau Lebih? Baca Panduan Ini agar Tak Salah Langkah

1. Kesepakatan Penahanan Ijazah

perjanjian kerja

© Pexels.com

Biasanya, perusahaan melakukan hal ini agar karyawan tidak mudah resign atau mengundurkan diri secara tiba-tiba. 

Tapi tahukah kamu, kebijakan perusahaan menahan ijazah ini tidak diatur oleh undang-undang meskipun dianggap lumrah.

Dilansir dari Kompas, hal ini hanya boleh dilakukan jika ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan karyawan.

Biasanya, kesepakatan kedua belah pihak perihal penahanan ijazah ini dicantumkan dalam perjanjian kerja.

Akan tetapi, ada beberapa perusahaan yang memperoleh persetujuan lisan saja.

Dikutip dari Kumparan, ijazah boleh ditahan perusahaan apabila ada kesepakatan antara kedua belah pihak, sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 ketenagakerjaan pada pasal 52 ayat 1.

Berdasarkan Surat Edaran dari Kemenaker No B.796/PHIJSK/IX/2015, penahanan ijazah oleh perusahaan tidak dipermasalahkan.

Surat edaran ini merujuk pada peraturan Pasal 1338 KUHP.

Peraturan tersebut menyatakan bahwa perjanjian yang sudah dibuat sah bagi pihak-pihak yang telah membuat kesepakatan tersebut.

Bisa disimpulkan bahwa kamu boleh menolak penahanan ijazah oleh perusahaan karena memang tidak ada undang-undang yang mewajibkan atau mengatur hal itu. 

Akan tetapi apabila ada kesepakatan antara dua pihak khususnya dalam perjanjian kerja, maka hal itu menjadi sah sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Jadi, sebelum kamu membuat keputusan bekerja di perusahaan yang kamu tuju, penting untuk menimbangnya matang-matang.

Ingat, kamu boleh menolaknya apabila tidak setuju.

Baca Juga: Baru Lulus Kuliah? Persiapkan Dirimu Untuk Melamar Kerja Yuk!

2. Jangka Waktu dan Denda Penahanan Ijazah

waktu penahanan ijazah

© Unsplash.com

Sebelum kamu membuat keputusan setuju atau tidak, ada baiknya kamu mencoba memahami kebijakan ini lebih lanjut.

Kamu harus tahu sampai kapan perusahaan akan menahan ijazahmu.

Hal ini bisa kamu tanyakan ke HRD sebelum kamu membuat kesepakatan.

Biasanya, perusahaan menahan ijazah selama satu tahun. Jika berhenti kerja sebelum satu tahun, kamu harus membayar denda.

Nah, kamu juga harus mendapatkan informasi berapa besar denda yang harus kamu bayarkan. Hal ini pun harus tercantum di perjanjian pekerjaan agar jelas.

Jangan sampai kamu menyetujui kebijakan ini tanpa mengetahui berapa lama ijazahmu ditahan dan berapa besar denda yang harus kamu bayarkan jika tidak bisa menepati kesepakatan.

Jumlah denda yang harus dibayarkan apabila resign sebelum waktu yang ditentukan perusahaan juga bisa menjadi pertimbangan penting bagimu.

Kalau denda yang diberikan jumlahnya tidak masuk akal, kamu harus menimbang lagi keputusan yang akan kamu buat.

Pikirkanlah bagaimana jika kamu tidak cocok bekerja di perusahaan itu? 

Kamu bisa melakukan riset sendiri di beberapa situs pencarian kerja. Biasanya, di situ terdapat testimoni karyawan yang telah bekerja di tempat itu.

Hal ini dapat memberikan gambaran tentang perusahaan yang akan kamu masuki.

Ini juga merupakan pertimbangan penting sebelum kamu menyetujui perjanjian kerja yang ditawarkan perusahaan.

Pastikan kamu akan bisa membayar denda yang diberikan jika terpaksa resign sebelum batas waktu yang ditetapkan.

Jangan sampai kamu terjebak dalam pekerjaan yang membuatmu tertekan hanya karena perusahaan menahan ijazah yang kamu miliki.

3. Prospek Perusahaan

cari tahu perusahaan

© Pexels.com

Jika diminta menyerahkan ijazah untuk ditahan, kamu bisa minta waktu untuk mencari tahu lebih lanjut tentang perusahaan yang telah menerimamu ini.

Tidak sedikit perusahaan yang melakukan ini, dan perusahaan-perusahaan ini pun bukan perusahaan kecil.

Banyak perusahaan besar dan bahkan startup Unicorn yang masih atau pernah melakukan kebijakan penahanan ijazah.

Bisa jadi, kamu menyesal apabila terlalu cepat menolak kebijakan penahanan ijazah oleh perusahaan.

Cari tahu tentang pemilik perusahaan, pemegang sahamnya, dan prospeknya di masa yang akan datang.

Kalau perusahaan yang akan kamu masuki adalah agensi, kamu bisa cek portofolio dan jumlah klien yang sudah mereka tangani. 

Hal ini bisa menunjukkan prospek agensi kedepannya.

Begitu pula dengan startup. Ketahui pendirinya, bagaimana manajemennya, siapa sajakah investornya, dan berapa banyak dana yang telah mereka dapatkan.

Informasi ini bisa memberikanmu gambaran akan stabilitas sebuah startup dan kemampuannya berkembang.

Kalau kamu bisa yakin dan percaya dengan perusahaan yang kamu tuju, kamu bisa lebih tenang meskipun harus merelakan ijazah.

Bagaimanapun juga, kebijakan ini tidaklah selalu buruk.

Baca Juga: Tertarik Kerja di Startup? Cari Tahu Dulu Apa Saja Plus Minusnya Berikut Ini

Itu dia 3 hal yang bisa kamu pertimbangkan ketika ijazahmu harus ditahan perusahaan.

Berbagai persoalan seputar hubungan karyawan dan perusahaan di dunia kerja memang terkadang benar-benar membingungkan.

Nah, kalau kamu masih memiliki banyak pertanyaan tentang perusahaan penahan ijazah atau topik lain yang berkaitan, rasanya wajib untuk berkunjung ke kanal HR Issues di Glints Komunitas. 

Di sana kamu bisa bebas berdiskusi dengan sesama pengguna atau para profesional mengenai berbagai hal terkait karier dan dunia kerja.

Yuk, sign up sekarang dan mulai diskusi!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up