×

Usia Produktif dan Pengaruhnya Pada Perekonomian

October 8, 2018 | No Comments

Menurut Yoris Sebastian yang dilansir dari Realise Insider, kelompok usia produktif saat ini telah menyentuh angka 40 persen. Kelompok usia produktif sendiri rata-rata berusia sekitar 15-35 tahun. Masih menurut Yoris, jumlah kelompok tersebut akan terus bertahan ke depannya. Bahkan, di tahun 2020 nanti, jumlah kelompok usia mudah bisa melonjak hingga 50-60 persen.

Pernyataan di atas juga diperkuat data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014-2015 lalu. Menurut data BPS yang dikumpulkan via Susenas, jumlah angkatan kerja usia produktif Indonesia adalah sebanyak 128, 30 juta jiwa. Jumlah tersebut setara dengan separuh jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya sebesar 254,9 juta jiwa.

Hanya saja, dalam data yang dipaparkan BPS, kelompok usia produktif justru diidentifikasikan sebagai kelompok yang terdiiri dari orang berusia 15 hingga 64 tahun.

Banyaknya jumlah usia produktif tersebut akan memengaruhi banyak sektor, termasuk ekonomi. Lantas, apa saja pengaruh usia produktif terhadap perekonomian negeri?

Baca Juga: Fakta Mengenai Pengangguran di Indonesia Tahun 2018

Meningkatnya Jumlah Tenaga Kerja

usia produktif dan meningkatnya jumlah tenaga kerja

Bertambahnya jumlah usia produktif turut menambah jumlah tenaga kerja di negara ini. Bahkan, bila jumlahnya terus meningkat, bukan tidak mungkin jika tenaga kerja di negara ini akan didominasi sepenuhnya oleh kelompok usia produktif.

Bila dikelola dengan benar, tenaga kerja yang berasal dari kelompok ini bisa membantu meningkatkan tingkat produktivitas negeri ini. Pasalnya, tenaga kerja usia produktif biasanya punya kelebihan baik dari segi stamina, fisik, serta tingkat kecerdasan dan kreativitas.

Untuk itulah, sebaiknya pemerintah, perusahaan, serta generasi di atas kelompok ini harus bisa mengelola dan memberdayakan mereka dengan sebaik-baiknya.

Terciptanya Kegiatan Ekonomi Berbasis Digital

usia produktif dan kegiatan ekonomi berbasis digital

Sebagaimana yang disebutkan di paragraf awal, bahwa kelompok usia produktif adalah kelompok orang berusia sekitar 15 hingga 35 atau 64 tahun. Bila melihat rataan usia tersebut, kita bisa simpulkan bahwa sebagian besar orang di kelompok ini adalah generasi milenial dan Z yang lahir di media 80-an hingga 2000-an awal

Generasi Milenial dan Z adalah generasi yang sudah akrab dengan dunia digital. Hampir segala kegiatan mereka saat ini tak lepas dari dunia digital, salah satunya dalam berkegiatan ekonomi. Saat ini, sudah banyak dari mereka bertransaksi jual beli secara daring. Kegiatan tersebut biasanya mereka lakukan baik melaui media sosial, maupun sejumlah e-Commerse lokal atau luar negeri. Tak hanya jual-beli, menggunakan jasa seperti pesan antar makanan dan memesan ojek pun juga mereka lakukan secara daring atau digital.

Hal di atas perlahan mulai memengaruhi generasi di atas mereka. Mereka yang sebelumnya berjual beli secara konvensional, perlahan mengikuti apa yang dilakukan oleh generasi setelahnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya toko, pedagang, atau perusahaan konvensional yang mulai menjajakan produknya secara digital.

Bila hal di atas terus berlanjut, bukan tak mungkin suatu saat nanti kegiatan perekonomian negeri ini sepenuhnya dilakukan secara digital. Dan hal itu tentu saja karena andil besar dari kelompok usia produktif.

Munculnya Berbagai Perusahaan Rintisan

usia produktif dan kemunculan perusahaan rintisan

Kegiatan ekonomi berbasis digital juga akan memunculkan banyaknya perusahaan rintisan. Perusahaan rintisan yang muncul sendiri kebanyakan merupakan perusahaan berbasis digital. Biasanya, mereka menyediakan jasa tertentu atau menyediakan market place yang bisa diakses secara daring atau digital.

Tokopedia.com adalah salah satunya. Perusahaan yang dirintis William Tanuwijaya ini merupakan startup di bidang e-commerce yang mempertemukan penjual dan pembeli secara daring. Kehadiran mereka tentu akan semakin memperkuat pengaruh kelompok usia produktif, khususnya dalam menciptakan kegiatan ekonomi berbasis digital. Tak sampai di situ, kemunculan sejumlah startup juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru, baik untuk generasi kelompok usia produktif saat ini, maupun generasi usia produktif yang akan datang.

Terciptanya Berbagai Inovasi Baru

usia produktif dan terciptanya berbagai inovasi baru

Selain lekat dengan dunia digital, kelompok usia produktif saat ini dikenal sangat kreatif. Bila mereka mengoptimalkan kelebihan tersebut, mereka akan mampu menciptakan inovasi baru dalam dunia perekonomian.

YesBoss adalah salah satu contohnya. Produk inovatif karya Ahmad Rizqy ini merupakan aplikasi yang mampu menjadi asisten pribadi kita dalam melakukan sejumlah hal. Aplikasi asisten pribadi ini bisa diakses baik lewat SMS maupun aplikasi khusus ponsel pintar. Sayangnya, produk inovatif ini sudah berhenti beroprasi pada 31 Oktober 2016 lalu. Meski sudah berhenti, setidaknya YesBoss telah menjadi contoh nyata bagaimana kelompok usia produktif memanfaatkan kreativitasnya.

Bila sejumlah kelompok usia produktif lainnya mampu mengoptimalkan kreativitas dalam dirinya, bukan tak mungkin bila ke depannya akan muncul berbagai produk inovatif yang turut memengaruhi perekonomian negeri ini.

Terciptanya Profesi Baru

usia produktif dan terciptanya profesi baru

Tak hanya kratif, kelompok usia produktif biasanya punya hobi tertentu. Bila ditekuni dengan baik, hobi-hobi tersebut bisa dijadikan profesi baru yang dapat mereka lakoni. Misalnya: Handlettering Artist. Profesi baru ini merupakan profesi yang dilakoni oleh seorang yang hobi dibidang handlettering.

Profesi baru juga bisa tercipta dari bagaimana mereka memanfaatkan media sosial. Jika mereka mampu memanfaatkan media sosial yang dimiliki dengan baik, sejumlah profesi baru akan tercipta dan menjadi profesi idaman baru bagi kelompok usia produktif di masa yang akan datang. Adapun beberapa contoh profesi baru dari penggunaan media sosial: Youtuber, Influencer, Vlogger, Social Media Administrator, dan lain sejenisnya.

Perkembangan dunia digital turut memengaruhi terciptanya berbagai profesi baru. Bila kelompok usia produktif mampu mengikuti perkembangan digital dengan baik, maka mereka akan mampu menciptakan sekaligus menjalankan profesi baru yang sebelumnya tak pernah ada.

Contohnya: content writer atau penulis konten. Dahulu, profesi ini belumlah ada. Namun, seiring perkembangan dunia digital, profesi ini pun kemudian tercipta dan menjadi salah satu profesi baru di era sekarang. Penulis konten sendiri merupakan seorang penulis yang bertugas membuat konten (biasanya artikel) yang bersifat informatif, sekaligus untuk menaikan citra dan traffic situs sebuah perusahaan.

Meningkatnya Investasi di Sektor Pendidikan dan Kesehatan

usia produktif dan peningkatan investasi di sektor pendidikan dan kesehatan

Jika pemerintah serius memberdayakan kelompok ini, mereka pasti akan meningkatkan investasi di sektor pendidikan dan kesehatan. Investasi di kedua sektor itu bisa digunakan pemerintah untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan kelompok usia produktif. Kualitas pendidikan dan kesehatan para usia produktif dapat meningkatkan produktivitas mereka khususnya, dan meningkatkan tingkat produktivitas negara pada umumnya.

Itulah sejumlah pengaruh usia produktif terhadap sektor perekonomian. Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa pengaruh usia produktif sangatlah besar terhadap perekonomian, baik itu untuk saat ini ataupun nanti. Selama mereka mampu memaksimalkan kelebihan yang dimiliki, pengaruh mereka pada dunia ekonomi pastilah sangat dan akan semakin besar, terutama di masa mendatang nanti.

Baca Juga: 5 Tips Motivasi Bekerja Agar Selalu Produktif

Agar pengaruh usia produktif makin besar, pemerintah dan generasi yang lebih tua harus memberikan dukungan yang maksimal kepada mereka. Sebab, bukan tidak mungkin bahwa di masa depan nanti, kelompok usia produktif akan menjadi tulang punggung utaman negeri ini.

Apakah kamu adalah kelompok usia produktif yang sedang mencari kerja? Yuk, sign up di laman Glints untuk mendapatkan pekerjaan terbaikmu!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up