Mengapa Pemilihan Warna untuk Desain Begitu Penting? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Tayang 28 Nov 2020 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Jika kamu ingin membuat sebuah desain yang menarik, tentunya harus mempertimbangkan pemilihan warna yang tepat untuk desain tersebut.

    Warna sering disebut sebagai bagian krusial dari sebuah karya desain grafis. Pasalnya, warna bisa mempengaruhi persepsi orang saat melihatnya.

    Saat seorang desainer grafis membuat logo dan memilih warna dengan asal-asalan, bisa saja logo tersebut tidak akan menarik audiens.

    Bahkan, pesan dari brand atau perusahaan juga tidak dapat disampaikan dengan tepat saat salah memilih warna pada logo.

    Berikut ini akan dijelaskan mengapa pemilihan warna untuk desain begitu penting serta bagaimana cara memilih warna yang tepat untuk desain brand-mu.

    Baca Juga: 5 Unsur Desain Grafis yang Perlu Kamu Tahu

    Mengapa Warna Begitu Penting untuk Desain?

    pentingnya pemilihan warna untuk desain

    © Raepixel.com

    Seperti yang dijelaskan oleh UX Planet, dalam sebuah desain maka warna memiliki fungsi utama yaitu sebagai penarik perhatian audiens.

    Hal itu disebabkan warna merupakan aspek yang paling mudah diingat oleh audiens ketika mereka melihat suatu hal baru.

    Pewarnaan dalam sebuah desain juga dapat memudahkan suatu brand untuk melakukan branding sehingga bisa dikenal lebih luas.

    Tanpa mampu memilih warna yang tepat, pasti akan kesulitan untuk menarik audiens apalagi menyampaikan nilai dari brand tersebut.

    Dalam proses pemilihan warna yang tepat untuk desain, ada banyak hal yang perlu dipikirkan.

    Tidak hanya dari sisi aesthetic, tapi juga melihat dari sisi lain seperti gender hingga budaya.

    Platt College menyebutkan bahwa seorang desainer grafis yang andal harus mengantisipasi perbedaan budaya dalam memilih suatu warna untuk desainnya.

    Hal itu disebabkan suatu warna bisa memiliki arti yang berbeda bagi suatu penduduk di tempat tertentu.

    Misalnya, warna putih di Amerika Serikat yang melambangkan kesucian. Namun, di Jepang, Tiongkok, atau Korea warna putih menandakan kedukaan.

    Intinya, sebelum memilih warna untuk membuat desain pastikan melakukan riset terlebih dahulu agar penyampaian pesan dari karya yang dibuat bisa mengena pada audiens.

    Baca Juga: Tahapan dan Contoh Strategi Branding yang Berhasil Dilakukan

    Cara Memilih Warna yang Tepat untuk Desain

    © Rawpixel.com

    Dalam proses pemilihan warna untuk desain ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

    1. Menentukan persona dari brand

    Sebelum memilih warna untuk desain, baik itu logo atau desain lainnya, coba kamu kenali lebih dalam mengenai brand tersebut.

    Cari tahu target audiens dari brand tersebut apakah pria, wanita, atau semua gender. Kemudian, brand tersebut termasuk mewah atau terjangkau.

    Lalu, kenali juga apakah brand tersebut untuk orang dewasa, remaja, anak-anak atau semua umur.

    Jika kamu sangat paham mengenai brand tersebut, tentunya sudah ada gambaran persona dari brand itu. Jadi, pemilihan warna untuk desain logo pun akan lebih mudah ditentukan.

    2. Ketahui tren

    Tren desain tiap tahunnya bisa berbeda. Tentunya, kamu tidak mungkin akan mengubah desain brand setiap tahunnya, bukan?

    Itulah mengapa, saat pembuatan desain logo atau jenis desain lainnya sebaiknya selalu cari tahu apa yang sedang tren saat itu.

    Dalam pemilihan warna, kamu bisa mencari tahu mengenai warna pantone di tahun tersebut. Jadi, logo brand-mu akan terlihat up to date karena menggunakan warna yang sedang tren.

    Namun, pertimbangkan pula apakah warna pantone tersebut memang cocok dengan persona brand. Jika, tidak cocok sebaiknya jangan memaksa untuk menggunakan warna tersebut.

    3. Cari tahu apa warna yang tepat dalam industri

    Industri juga sangat mempengaruhi pemilihan warna untuk desain. Misalnya, kamu memiliki brand makanan tentu harus mengetahui warna yang biasanya digunakan dalam industri tersebut.

    99designs menjelaskan biasanya suatu industri akan condong pada warna tertentu.

    Contohnya, industri teknologi kebanyakan brand-nya menggunakan warna biru. Kemudian, untuk industri makanan biasanya lebih cenderung menggunakan warna merah.

    Jika ingin aman, kamu bisa mencoba menggunakan warna yang sering digunakan oleh industri tersebut.

    Namun, bukan berarti kamu harus menggunakan pakem di atas ya. Tentu saja kamu boleh berkreasi sebaik mungkin dalam memilih warna asalkan sesuai dengan nilai brand.

    4. Pahami pengaruh warna pada sisi emosional manusia

    Seperti yang dijelaskan di atas, setiap warna dapat memberikan pengaruh emosional yang berbeda. Berikut ini contohnya:

    • Biru

    Warna biru memberikan pengaruh seperti kepercayaan, keamanan, dan relaksasi pada audiens. Selain itu, warna biru juga dikaitkan dengan perasaan bahagia serta keramahan.

    Itulah mengapa cukup banyak brand yang menggunakan warna biru sabagai warna pada logonya agar bisa membuat audiens menaruh kepercayaan pada mereka.

    • Hitam

    Warna hitam juga sangat sering dipilih untuk sebuah logo dari brand. Hal itu disebabkan warna hitam melambangkan kekuatan dan formalitas.

    Jika kamu ingin menonjolkan nilai brand yang kuat dan kokoh, maka bisa memilih warna hitam.

    • Merah

    Merah merupakan salah satu warna yang paling sering digunakan dalam logo suatu brand.

    Dalam industri makanan atau retail memang warna yang satu ini sangat sering dipakai.

    Tentu saja hal itu disebabkan warna merah memiliki kesan yang mencolok sehingga bisa menarik perhatian audiens dengan mudah.

    Tidak hanya itu, warna yang satu ini juga dapat memberi kesan seperti kepercayaan diri, berani, serta memiliki gairah yang besar.

    • Hijau

    Warna hijau dikenal dapat memberikan efek yang menenangkan pada kita. Pasalnya, warna hijau mencerminkan lingkungan alami dengan banyak pohon dan tanaman.

    Penggunaan warna hijau biasanya digunakan oleh brand yang menjual makanan dan minuman organik.

    Selain itu, hijau juga dapat memberikan kesan harmonis, perkembangan, kesuburan, dan masih banyak lainnya.

    • Kuning

    Dalam sebuah desain yang mencerminkan keceriaan biasanya lebih cenderung menggunakan warna kuning.

    Memang warna kuning bisa memberikan pengaruh yang positif pada audiens seperti kehangatan, kebahagiaan, serta harapan.

    Baca Juga: Ingin Membangun Bisnis? Ketahui Pentingnya Logo di Sini!

    Itulah penjelasan mengenai pentingnya pemilihan warna yang tepat untuk suatu desain.

    Warna pada desain terbukti memiliki dampak yang luar biasa karena dapat mempengaruhi preferensi dari audiens.

    Oleh karena itu, saat membuat sebuah desain jangan pernah lagi menyepelekan proses pemilihan warna, ya!

    Sebagai seorang desainer, tentunya kamu harus selalu mengasah skill dan menambah pengetahuan tentang desain agar bisa menghasilkan karya terbaik.

    Tidak hanya lewat internet atau buku, kamu bisa mengembangkan skill desainmu dengan mengikuti kelas di Glints ExpertClass.

    Ada banyak sekali kelas menarik yang dipandu langsung oleh para profesional yang sudah ahli di bidangnya masing-masing.

    Jika penasaran dan tertarik untuk mengembangkan skill, segera pilih kelas yang cocok buatmu sekarang juga, ya!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4.4 / 5. Jumlah vote: 7

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait