Panduan dan Tips Sukses Negosiasi Gaji (Plus Template Latihan Gratis)

Diperbarui 01 Mar 2024 - Dibaca 17 mnt

Isi Artikel

    Pada Maret 2022, Glints melakukan survei tentang kebiasaan para follower Glints mengenai negosiasi gaji.

    Polling terhadap 514 responden di akun Instagram @glintsid menunjukkan bahwa:

    • 75% followers melakukan negosiasi gaji saat melamar kerja
    • 25% followers tidak negosiasi gaji saat melamar kerja

    Saat ini, kamu termasuk yang mana?

    Baik yang sudah berani negosiasi gaji maupun yang belum, panduan Glints ini sama-sama wajib kamu baca.

    Pasalnya, negosiasi gaji tidak bisa dilakukan sembarangan.

    Yuk, pelajari bagaimana opini langsung dari pakar di bidang HR tentang negosiasi gaji, etika melakukannya, serta tips-tipsnya. Hal ini agar kamu dapat meyakinkan rekruter dengan baik saat proses rekrutmen.

    Glints Mendengar dari Banyak Sisi

    Pengumpulan data dari riset dan berbagai sumber telah Glints lakukan untuk menyusun panduan ini, yaitu:

    Tanpa berlama-lama lagi, yuk, simak panduan negosiasi gaji ini!

    Apa Itu Negosiasi Gaji?

    Menurut The Balance Careers, negosiasi gaji adalah proses kesepakatan antara rekruter dan kandidat mengenai gaji dari pekerjaan yang ditawarkan.

    Umumnya, rekruter adalah sisi yang pertama kali menawarkan nominal gaji tertentu.

    Kemudian, kandidat bisa memilih untuk menyetujui angka tersebut.

    Tentu saja, karena disebut negosiasi, kandidat juga punya kesempatan untuk menawarkan angka yang diinginkan untuk dipertimbangkan oleh rekruter.

    Meski hasil polling menunjukkan bahwa mayoritas pelamar kerja sudah berani untuk negosiasi gaji, masih ada juga yang ragu.

    Kalau kamu adalah salah satunya, hal itu sebenarnya wajar.

    Entrepreneur menyebutkan bahwa ada dua alasan mengapa kandidat, khususnya fresh graduate, cukup ragu untuk melakukan ini.

    Bolehkah Negosiasi Gaji?

    Nah, kamu sudah paham bahwa negosiasi gaji itu penting untuk masa depan kariermu.

    Pertanyaannya, apakah hal ini lazim dan sopan dilakukan?

    Berdasarkan studi XpertHR, ternyata, para rekruter sangat terbuka untuk hal ini, lho! Ini dia gambarannya:

    Dapat disimpulkan bahwa kamu tak perlu khawatir terlihat buruk saat mengajukan gaji yang dirasa lebih cocok untuk dirimu.

    Hal ini diperkuat oleh pendapat dari praktisi talent acquisition yang mengatakan hal yang sama.

    Sebagai talent acquisition, mereka merupakan sosok yang sudah berpengalaman dalam merekrut karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

    Kenapa Harus Negosiasi Gaji?

    Pada dasarnya, tahu cara dan berani untuk negosiasi gaji adalah untuk kebaikan dan masa depan kariermu.

    1. Gaji awal berpengaruh pada gaji selanjutnya

    Kenaikan gaji akan berdasarkan persentase gaji saat ini.

    Semakin tinggi gaji awalmu, semakin tinggi angka akhirnya jika dikalikan dengan persentase kenaikan tertentu.

    2. Menunjukkan rasa percaya diri

    Negosiasi gaji juga menunjukkan pada rekruter bahwa kamu percaya diri dan tahu kompetensimu dengan baik.

    3. Mendapatkan bayaran yang sepadan

    Dengan bernegosiasi, kamu memastikan untuk mendapat gaji yang sesuai dengan kebutuhanmu.

    Selain itu, kamu juga bisa memastikan perusahaan menghargaimu sesuai dengan kontribusi yang diberikan sebagai karyawan.

    Apa Saja yang Bisa Dinegosiasikan?

    Selain nominal gaji itu sendiri, ada beberapa hal lainnya yang bisa kamu diskusikan dengan rekruter, lho. Contohnya adalah:

    Kombinasi aspek nongaji ini bisa memengaruhi keputusan mengenai nominal uang gaji yang kamu negosiasikan dengan rekruter.

    Kapan Boleh Negosiasi Gaji?

    Nah, kalau negosiasi gaji memang hal yang wajar dan boleh dilakukan, kapan momen yang tepat untuk membicarakannya?

    Menurut The Muse dan Indeed, kamu bisa negosiasi gaji ketika:

    Sementara, kurang disarankan untuk negosiasi gaji ketika:

    Sikap saat Negosiasi Gaji

    Kamu sudah tahu kapan waktu yang tepat untuk negosiasi gaji dan apa saja hal lain yang bisa kamu diskusikan.

    Lalu, bagaimana caranya bernegosiasi secara profesional dengan rekruter?

    Agar lebih mudah dipahami, Glints sudah menggambarkan tahap-tahapnya di bawah ini.

    Pahami dulu sebelum lanjut ke pembahasannya, yuk!

    Alur Negosiasi Gaji

    panduan negosiasi gaji

    Persiapan sebelum negosiasi gaji

    Paling tidak sehari sebelum interview, penting untuk mempersiapkan diri dahulu.

    Menurut New York State Department of Labor, negosiasi tanpa persiapan bukan hanya memperkecil kemungkinan negosiasimu sukses, tetapi juga dapat merusak reputasi profesionalmu.

    Nah, apa saja hal yang harus disiapkan sebelum menghadapi rekruter dalam negosiasi gaji?

    panduan negosiasi gaji

    1. Riset tentang perusahaan

    Cari tahu tentang lokasi, ukuran perusahaan, dan perjalanan bisnisnya selama ini.

    Informasi tersebut akan membantumu memahami range gaji yang masuk akal untuk posisi yang diincar.

    Biasanya, informasi ini dapat kamu temukan di website resmi perusahaan.

    2. Cari data gaji

    Lewat pencarian Google, kamu bisa menemukan banyak informasi tentang angka gaji yang ditawarkan untuk posisi serupa di banyak perusahaan.

    Selain itu, kamu juga bisa mencari tahu tentang rata-rata gaji profesimu di laporan gaji dari Glints.

    3. Renungkan kualifikasi

    Untuk bisa memperkirakan gaji yang tepat, kamu juga harus mempertimbangkan skill serta pengalaman kerja.

    Semakin berpengalaman, kamu bisa lebih percaya diri membidik gaji yang lebih tinggi.

    4. Tetapkan range gaji

    Saat bernegosiasi, disarankan untuk menyebutkan range daripada angka spesifik.

    Tentunya, range ini harus realistis, ya.

    Jangan sampai terlalu tinggi, misalnya 50% di atas tren gaji yang wajar atau lebih.

    Akan tetapi, jangan sampai terlalu rendah.

    Dengan kata lain, pastikan batas bawah range yang ditetapkan masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-harimu.

    Cara Negosiasi Gaji

    panduan negosiasi gaji
    1. Tunggu pertanyaan rekruter

    Perbincangan tentang gaji tentu akan muncul saat interview.

    Akan tetapi, kamu harus menunggu sampai rekruter mengajukan pertanyaan tentang ekspektasi gajimu terlebih dahulu.

    Hindari membicarakan tentang gaji duluan jika rekruter belum membahasnya.

    Menurut pakar talent acquisition Muhammad Rizaldi Pratama, ini adalah tahap awal dari negosiasi gaji.

    Setelah rekruter mengetahui angka yang kamu inginkan, ia akan mendiskusikannya dengan perusahaan terlebih dahulu sebelum membuka negosiasi.

    2. Sebutkan nominal gaji sesuai riset

    Para praktisi talent acquisition yang Glints wawancarai setuju bahwa pengajuan ekspektasi gaji harus berdasarkan riset yang jelas.

    Secara spesifik, Findi Reksoprodjo mengingatkan untuk lebih bijak saat mencari data gaji.

    Selain melihat rata-rata range gaji profesi yang kamu lamar, inilah hal-hal yang perlu diperhatikan:

    Sebagai contoh, gaji yang masuk akal sebagai digital marketing specialist di perusahaan ecommerce top Jakarta dengan di startup di Bandung pasti berbeda.

    Pasalnya, salah satunya sudah merupakan perusahaan yang skala besar, sementara yang satunya belum mapan.

    Tentunya, di kota berbeda, Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK)-nya juga tidak sama. Oleh karena itu, kamu bisa membaca informasi besaran UMK terlebih dahulu.

    Selain data UMK, kamu juga bisa mengecek informasi data Upah Minimum Provinsi (UMP) terkini.

    3. Jelaskan kualifikasi

    Selain data gaji, elemen lain yang perlu dipertimbangkan saat negosiasi adalah soal kualifikasimu.

    Yang termasuk kualifikasi adalah:


    Semakin mahir dan berpengalaman di bidangmu, penawaranmu bisa semakin tinggi.

    4. Tekankan poin-poin penting

    Saat bernegosiasi dengan rekruter, pastikan lawan bicaramu paham betul kualitas-kualitas diri dan data pendukung yang memperkuat argumenmu.

    Dengan begitu, kamu bisa terdengar lebih meyakinkan.

    5. Percaya diri dan sopan

    Terakhir, berlatihlah untuk berbicara dengan percaya diri sehingga negosiasi gaji semakin persuasif.

    Jangan lupa, pastikan juga gunakan bahasa yang sopan

    Tips Negosiasi Gaji

    panduan negosiasi gaji

    Setelah mengetahui bagaimana kira-kira caranya membuka pembicaraan mengenai negosiasi gaji dengan rekruter, ada pula tips-tips yang perlu kamu pahami.

    Dengan tips-tips ini, proses negosiasi gajimu akan semakin lancar.

    1. Ketahui “harga”-mu

    Harga yang dimaksud di sini adalah value atau nilai yang bisa kamu berikan pada perusahaan.

    Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman, skill, dan pendidikan yang kamu miliki.

    Selain itu, ada juga faktor lainnya yang bersifat eksternal.

    Salah satu contohnya adalah standar gaji di industri yang berlaku.

    Tak lupa, pertimbangkan juga benefitbenefit yang ditawarkan oleh perusahaan dalam perhitunganmu.

    Pasalnya, mereka juga tak kalah bernilai dibanding uang.

    2. Mulai dari batas atas

    Menurut The Muse, disarankan untuk mulai negosiasi dari angka tertinggi di range gajimu.

    Rekruter kemungkinan akan mencoba menegosiasikan angka yang lebih rendah.

    Pastikan kamu bisa menemukan titik temu yang tepat dengan cara ini.

    Menurut Findi Reksoprodjo, hati-hati saat menentukan besaran gaji yang diinginkan.

    Jika terlalu tinggi, akan sulit bagi perusahaan untuk menyetujuinya.

    Pasalnya, setiap perusahaan punya plafon tersendiri dalam menentukan gaji.

    3. Ketahui perbedaan gaji kotor dan bersih

    Gaji kotor adalah uang yang kamu terima sebelum potongan.

    Uang tersebut masih akan dikurangi dengan pajak, BPJS, dan tunjangan lainnya.

    Baru pada akhirnya kamu akan membawa pulang gaji bersih atau yang sering juga disebut take home pay.

    Pastikan untuk menghitung apakah gaji bersih ini sesuai dengan biaya yang dibutuhkan untuk hidup dalam sebulan.

    4. Berani berkata tidak

    Negosiasi gaji tidak melulu harus kamu setujui.

    Jika memang perusahaan tidak bisa memberikan gaji yang layak, kamu tentu boleh untuk menolaknya dan mencari kesempatan yang lebih baik.

    5. Persiapan dan latihan

    Tentunya, persiapkan dirimu dengan latihan sebelum negosiasi.

    Salah satunya adalah dengan merencanakan apa saja yang akan kamu katakan di hadapan rekruter nantinya.

    Inilah beberapa contoh percakapan nego gaji yang bisa kamu coba.

    Contoh Percakapan Negosiasi Gaji

    Contoh percakapan ini dapat kamu latih untuk menghadapi rekruter yang langsung menyebutkan penawaran gaji tertentu alih-alih menanyakan berapa ekspektasi gajimu.

    Jika gaji yang ditawarkan rekruter lebih rendah dari rata-rata:

    “Terima kasih atas tawarannya. Pertama-tama, saya sangat tertarik dengan pekerjaan dan perusahaan ini.

    Akan tetapi, menurut riset yang sudah saya lakukan, biasanya gaji untuk posisi ini adalah [sebut nominal]. Apakah memungkinkan juga untuk saya mendapatkan angka tersebut?”

    Jika mendapat offer yang lebih tinggi dari perusahaan lain:

    “Terima kasih atas tawarannya. Saya sangat tertarik dengan pekerjaan dan perusahaan ini. Akan tetapi, saya juga dalam proses negosiasi dengan perusahaan lain.

    Jika boleh saya menegosiasikan gaji di angka [sebut nominal], akan lebih mudah bagi saya untuk membuat keputusan.”

    Jika ingin negosiasi tentang benefit:

    “Terima kasih atas tawarannya. Angka gaji tersebut cukup sesuai dengan ekspektasi saya. Hanya saja, ada detail yang ingin saya diskusikan mengenai benefit.

    Benefit apa saja yang ditawarkan perusahaan dan seberapa fleksibel penawaran ini? Jika boleh, saya ingin menegosiasikan benefit berupa [sebut benefit yang diinginkan].”

    Nah, inilah saatnya untuk mempersiapkan diri dengan matang untuk negosiasi gaji.

    Glints telah menyediakan template latihan negosiasi gaji yang bisa kamu isi untuk membantumu menjawab pertanyaan rekruter terkait gaji saat interview nanti.

    panduan negosiasi gaji

    Template ini berisi:

    • Tabel persiapan negosiasi gaji untuk membantu penyusunan kalimat saat membicarakan gaji sewaktu interview.
    • Tabel pengeluaran bulanan untuk menghitung kebutuhan hidup dalam sebulan dan besar gaji yang perlu dinegosiasikan dengan HR.

    Begini cara download template panduan negosiasi gaji dari Glints:

    1. Disarankan untuk menggunakan laptop atau komputer untuk memudahkan pengisian worksheet.
    2. Isi form di bawah.
    3. Klik tombol “DOWNLOAD TEMPLATE”.

    Langsung saja, isi form di bawah ini untuk dapatkan template-nya secara gratis, ya!

    Kalau panduan ini dirasa bermanfaat, jangan lupa bagikan pada teman-temanmu dengan klik share button yang ada di layar.

    panduan negosiasi gaji

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 24

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait