Jangan Lupakan Deskripsi YouTube, Inilah 4 Tips Menulisnya agar Menarik
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Menulis deskripsi video YouTube sebagai bagian dari marketing adalah strategi yang bagus, lho.
Dengan deskripsi yang dibuat sesuai dengan aturan SEO, videomu bisa lebih mudah ditemukan oleh pengguna YouTube dan Google.
Ketika seseorang memasukkan keyword yang sesuai, Google akan langsung menyarankan videomu untuk di klik pengguna lewat halaman hasil pencarian.
Ini pun berlaku di aplikasi atau website YouTube sendiri.
Kalau ini pertama kalinya kamu membuat deskripsi videomu sendiri di YouTube, Glints akan berikan beberapa tips bermanfaat untukmu agar efektif.
Yuk, langsung simak poin-poin rangkuman Glints berdasarkan penjelasan Hootsuite dan HubSpot!
1. Maksimalkan penggunaan keyword
© Unsplash.com
Karena membuat deskripsi YouTube juga menggunakan kaidah SEO, kamu wajib ingat untuk menggunakan keyword atau kata kunci yang spesifik.
Sebaiknya gunakan satu atau dua kata kunci yang bisa mendeskripsikan konten videomu secara akurat.
Keyword pertama merupakan keyword utama, lalu keyword kedua adalah keyword pendukung untuk menjelaskan keyword utama.
Keyword-keyword ini juga bisa kamu gunakan di deskripsi channel YouTube.
Pasalnya, algoritma YouTube sangat mementingkan keyword baik di deskripsi video maupun channel.
Saat menulis deskripsi, ulanglah penggunaan keyword ini beberapa kali, tetapi jangan terlalu sering.
Disarankan untuk memasukkan kata kunci sebanyak tiga kali saja untuk menghindari keyword stuffing yang hanya akan dianggap spam.
2. Berikan deskripsi yang jelas
© Rawpixel.com
Deskripsi video YouTube harus ditulis dengan jelas agar semua yang membacanya bisa mengerti.
Ternyata, yang membaca deskripsi bukan hanya penonton atau pengguna manusia, tetapi juga algoritma YouTube.
Jadi, selain menggunakan keyword, kamu juga harus membuat deskripsi yang benar-benar menjelaskan tentang apa video yang di-upload.
Ini penting agar YouTube pun bisa memproses informasinya dengan maksimal.
Karena dibaca juga oleh manusia, jangan lupa untuk gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh kalangan, ya.
Intinya, deskripsi videomu harus deskriptif namun mudah dimengerti dan terdengar natural.
3. Gunakan call-to-action (CTA)
© Unsplash.com
Menambah call-to-action adalah trik yang jitu untuk meningkatkan engagement, angka subscriber, dan lain-lain.
Dengan kalimat ajakan ini, orang-orang yang menonton videomu dan membaca deskripsinya bisa tahu apa yang harus dilakukan jika mereka ingin melihat kontenmu lagi di waktu yang akan datang.
CTA juga bisa diberikan untuk mengarahkan mereka ke situs untuk download jika diperlukan.
Kalau CTA-mu mengandung link eksternal, gunakanlah http:// atau https:// supaya link tersebut bisa diklik.
Ini mempermudah orang-orang yang tertarik untuk mengecek situsnya.
Nah, supaya CTA-mu langsung terlihat tanpa terpotong tulisan “Show More” di kolom deskripsi, upayakan kalimatnya masuk dalam 200 karakter pertama, ya.
Pasalnya, lewat dari 200 karakter, teks dalam deskripsimu hanya akan tampil kalau penonton mengeklik tulisan “Show More” tersebut.
4. Tambahkan hashtag
© Unsplash.com
Hashtag mempermudah orang-orang menemukan videomu.
Kamu bisa menambahkan maksimal 15 hashtag dalam deskripsi YouTube supaya tidak dideteksi sebagai spam.
Selain itu, hashtag-hashtag yang kamu gunakan harus relevan dengan videonya.
Jangan sampai menggunakan hashtag populer namun tidak sesuai.
Kalau bingung harus menggunakan hashtag apa, cobalah lihat kompetitor atau video YouTube lain yang views-nya sudah banyak.
Cobalah gunakan beberapa hashtag yang ada di deskripsinya sebagai inspirasi.
Selain menggunakan deskripsi yang bagus, kualitas video juga penting supaya apa yang kamu upload di YouTube semakin banyak penontonnya.
Oleh karena itu, yuk, ikut kelas di Glints ExpertClass untuk belajar tentang dunia kreatif mulai dari mencari ide, produksi konten berkualitas, dan masih banyak lagi.
Klik di sini untuk lihat kelas-kelas yang tersedia dan langsung beli tiketnya, ya!
