9 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, Buang Racun dalam Tubuh
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Tak hanya sebagai bentuk ibadah, ternyata puasa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental pekerja.
Meski berpuasa berarti membatasi asupan makanan dan minuman.
Tetapi adanya batasan ini dapat membantu tubuh mengeluarkan racun, meningkatkan kinerja otak, mengurangi berat badan, hingga membentuk pola pikir lebih fokus dan positif.
Ingin tahu apa saja manfaat puasa bagi kesehatan?
Ayo temukan informasi lengkapnya dalam artikel Glints berikut ini!
Manfaat Puasa bagi Kesehatan
1. Detoksifikasi
Selama berpuasa, tubuh aktif mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna dan menguras energi, yang dapat mendukung perbaikan pada kinerja organ seperti hati dan ginjal.
Proses ini membantu menghilangkan racun yang tersimpan dalam tubuh.
Mengutip Pharmeasy, detoksifikasi melalui puasa ini dapat meningkatkan produksi endorfin, hormon yang memberikan perasaan nyaman dan kebahagiaan.
2. Mendukung regenerasi kulit kulit
Seperti yang telah disebutkan di atas, puasa dapat membantu tubuh mengeluarkan racun, termasuk racun penyebab munculnya jerawat.
Dengan berpuasa, tubuh mampu memproses regenerasi kulit lebih cepat karena tak harus bekerja keras menjalankan sistem pencernaan.
Tubuh pun dapat menyimpan vitamin dan mineral yang berharga sambil memproses dan membuang jaringan tua atau rusak yang sudah tak diinginkan.
3. Meningkatkan kinerja otak
Sebuah penelitian mengenai puasa intermiten dilakukan pada tikus di tahun 2018 dan 2021.
Hasilnya menunjukkan bahwa puasa dapat melindungi otak dan meningkatkan pembentukan sel-sel saraf, yang berkontribusi pada peningkatan fungsi kognitif.
Puasa juga bisa membantu meredakan peradangan, yang berpotensi mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Namun, karena penelitian tersebut berfokus pada hewan, diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia untuk memahami sepenuhnya dampak puasa terhadap fungsi otak.
4. Meningkatkan kinerja otak
Dikutip dari Web MD, selama berpuasa, energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan akan dialihkan ke otak sehingga mendapat pasokan darah yang lebih bersih.
Ini dapat menghasilkan memori yang lebih baik dan pikiran yang lebih jernih, yang dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi, karena tubuh tidak diganggu oleh proses pencernaan makanan.
Namun, perubahan ini tentunya tak dapat dirasakan langsung, karena tubuh butuh waktu untuk beradaptasi dengan mengalami rasa lemas atau sakit kepala di awal.
5. Meningkatkan metabolisme
Kebanyakan orang telah menggunakan puasa sebagai opsi untuk menurunkan berat badan.
Biasanya, puasa yang dijalani akan memiliki konsep khusus seperti menghindari konsumsi makanan dan minuman tertentu, serta mengurangi total asupan kalori.
Penelitian di tahun 2015 menunjukkan bahwa puasa sehari penuh dapat membantu penurunan berat badan hingga 9% dan mengurangi lemak tubuh dalam kurun waktu 12-24 minggu.
6. Melawan peradangan
Meskipun peradangan merupakan proses yang digunakan tubuh untuk membantu melawan infeksi, level yang kronis dapat memengaruhi kesehatan secara serius.
Peradangan mungkin disebabkan oleh gejala penyakit kronis, seperti jantung, kanker, dan artritis reumatoid.
Dikutip dari Healthline, puasa mungkin dapat membantu mengurangi tingkat peradangan kronis dan meningkatkan kesehatan yang lebih baik.
Sebuah tinjauan yang mencakup 18 penelitian menemukan bahwa puasa intermiten dapat secara signifikan mengurangi tanda peradangan.
Penelitian lainnya yang lebih kecil menemukan puasa intermiten selama 12 bulan lebih efektif dalam mengurangi tingkat peradangan.
Serta mengurangi faktor risiko tertentu untuk penyakit jantung dibandingkan dengan kelompok kontrol.
7. Mengatur kadar gula darah
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa bisa membantu mengontrol kadar gula darah, terutama bagi orang yang berpotensi menderita diabetes.
Penelitian pada tahun 2023 menemukan puasa selama 3 hari per minggu dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 dengan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.
Dengan menurunnya resistensi insulin, tubuh menjadi lebih sensitif sehingga dapat mengangkut glukosa dari darah ke sel-sel dengan lebih efisien.
Selain itu, potensi efek penurunan gula darah selama puasa juga dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil, serta mencegah lonjakan dan penurunan yang tiba-tiba.
Meskipun demikian, perlu penelitian lebih lanjut untuk membandingkan efek puasa dengan pembatasan kalori secara langsung.
8. Membantu mencegah kanker
Sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal American Cancer Society menyatakan bahwa puasa dengan jam makan bisa berguna dalam pencegahan dan pengobatan kanker.
Di mana dalam beberapa kasus, hal ini dapat mengurangi pertumbuhan tumor dan toksisitas dari kemoterapi pada sebagian pasien.
Jurnal tersebut juga menyarankan pasien yang sedang menjalani pengobatan kanker untuk berpuasa sebagai uji klinis, karena berpotensi menimbulkan efek negatif dalam beberapa jenis kanker.
Meskipun demikian, diperlukan penelitian yang lebih banyak dan berkualitas tinggi untuk mendukung tinjauan ini.
