×

Apakah Semua Hacker Kriminal? Yuk, Ketahui 3 Jenis Hacker Ini!

July 1, 2020 | No Comments

Tahukah kamu bahwa hacker tidak selalu berbuat kejahatan? Setidaknya, tidak semua jenis hacker.

Dilansir dari Webroot, pada dasarnya hacker adalah seseorang yang menggunakan kemampuan programming dan IT untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

Lalu, apakah benar ada hacker yang tidak melakukan kejahatan cyber? Jika iya, di manakah letak perbedaannya?

Glints sudah menyiapkan penjelasan mengenai jenis-jenis hacker, yaitu black hat, white hat, dan grey hat untukmu di bawah ini.

Yuk, simak lebih lanjut!

Baca Juga: Jangan Panik, Ini 3 Cara Mengecek Apakah Akunmu Di-hack

Jenis Hacker

1. Black Hat

© Freepik.com

Jenis hacker pertama adalah black hat.

Hacker ini yang biasa dikenali oleh masyarakat secara umum, yaitu kriminal yang melakukan kegiatan ilegal. 

Dilansir dari TechTarget Search Security, black hat adalah tipe hacker yang mengakali sistem komputer orang lain dengan niat yang buruk.

Bisa jadi untuk mencuri data pribadi, memeras uang orang yang di-hack, atau mengutak-atik sebuah website agar tidak bisa dibuka oleh pengunjungnya. 

Di dalam dunia cybersecurity, salah satu ancaman yang ditakutkan adalah hacker black hat.

Pasalnya, mereka bisa saja membuat worms atau program lain yang bersifat merusak.

Data pribadi yang dicuri oleh hacker ini bisa saja dijual di black market atau ke organisasi kriminal, atau bisa juga disalahgunakan untuk keperluan lainnya. 

Biasanya, niat hacker black hat adalah untuk mendapatkan keuntungan dari segi uang, menjadi terkenal dengan nama alias tertentu, atau untuk melakukan tindak kriminal saja.

2. White Hat

jenis hacker

© Freepik.com

Beda dengan black hat, hacker white hat memiliki motif yang baik.

Mereka biasanya adalah programmer, developer, atau orang yang jago di bidang teknologi tetapi tidak menyalahgunakan kemampuan tersebut. 

Peretas white hat juga biasa disebut sebagai ethical hacker.

Mereka menggunakan kemampuannya untuk mengetes sebuah sistem, mencari celah mana yang harus diperbaiki, mengutak-atik interface sampai dirasa tepat, dan lain-lain. 

Dilansir dari Lifewire, jenis hacker white hat biasanya sudah mendapatkan izin dari pemilik sistem komputer untuk melakukan pengecekan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelompok peretas white hat justru berguna untuk mengembangkan sebuah sistem dan aspek penting di dalamnya.

Baca Juga: Kamu Programmer Pemula? Pahami Apa Itu Markup Languange di Sini!

3. Grey Hat

jenis hacker

© Freepik.com

Jenis hacker yang terakhir masuk ke dalam kategori grey hat.

Dari namanya, dapat dilihat bahwa peretas dalam kelompok ini tidak masuk ke kategori hitam dan putih.

Dilansir dari How to Geek, hacker grey hat tidak melakukan peretasan dengan motif jahat, tetapi proses melakukannya juga tidak selalu legal ataupun etis. 

Sebagai contoh, hacker grey hat menemukan satu celah dalam sebuah website, lalu masuk ke dalam celah tersebut dan melihat informasi di dalamnya tanpa izin dari pemilik website.

Namun, akhirnya ia tetap memberi tahu pemilik website bahwa ada celah yang dapat dimasuki oleh orang lain dengan mudah.

Meskipun ia memberi tahu kepada pemilik website dan tidak melakukan kegiatan buruk seperti mencuri data pribadi, tindakan mengutak-atik sistem keamanan sebuah website tanpa izin di awal merupakan tindakan yang ilegal.

Contoh lain dari hacker grey hat adalah para hacktivist.

Mereka adalah aktivis yang ahli di bidang teknis seperti ini, lalu memanfaatkan kemampuannya untuk menyampaikan pesan-pesan penting melalui website yang cukup sering dikunjungi banyak orang tanpa izin.

Niat mereka memang baik, tetapi cara mencapai tujuannya saja yang kurang tepat.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Software Antivirus Gratis Terbaik untuk PC dan Laptop

Itu dia penjelasan mengenai tiga jenis hacker, yaitu kelompok black hat, white hat, dan grey hat.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa hal yang menentukan jenis-jenis hacker tersebut adalah motif yang dimiliki dan cara yang ditempuh untuk mencapainya.

Adakah dari kalian yang begitu antusias dengan dunia programming dan tertarik untuk menjadi hacker? Semoga kamu memilih jalur white hat, ya. 

Nah, untuk kamu yang lebih memilih karier di dunia IT konvensional, menjadi IT engineer di sebuah perusahaan adalah pilihan yang jauh lebih baik.

Tertarik mencari bekerja di bidang IT? Kamu wajib mengintip ratusan lowongan pekerjaan bidang IT di Glints.

Tunggu apa lagi?

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up