Integrated Development Environment: Satu Aplikasi untuk Banyak Fungsi Programming

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 11 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Baru belajar programming, tapi merasa aplikasinya terlalu banyak? Tenang, integrated development environment alias lingkungan pengembangan terpadu adalah solusinya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Memangnya, apa saja yang bisa dilakukan aplikasi ini? Selain itu, apa saja pilihannya?

Jawabannya ada di dalam artikel ini. Simak selengkapnya, ya!

Apa Itu Integrated Development Environment?

integrated development environment adalah

© Nestle.co.th

Seperti yang sudah Glints sebutkan, integrated development environment (IDE) adalah sebuah tool milik developer.

Kira-kira, apa fungsinya? Untuk menjelaskan hal ini, Glints akan memberikan contoh kasus.

Si A adalah seorang software developer. Pekerjaannya sehari-hari meliputi coding, hingga pengetesan kode tersebut.

Nah, dari hulu hingga hilir, si A membutuhkan banyak sekali tools. Melansir TechTarget, tools itu di antaranya:

  • text editor
  • code library
  • compiler
  • tool untuk mengetes software

Dalam proses ini, kode harus dipindah dari satu tool ke tool lainnya. Ini menyebabkan lamanya waktu dan banyaknya tenaga yang harus dikeluarkan.

Di sinilah lingkungan pengembangan terpadu hadir. Aplikasi ini menggabung semua fungsi di atas menjadi satu.

Tak perlu lagi menggunakan banyak sekali tool untuk banyak tujuan. Cukup satu saja, semua sudah terintegrasi tanpa repot-repot lagi.

Nah, kalau sudah ada tool-nya, kamu tentu bisa menulis kode dengan lancar. Jika memang masih sering bingung, tenang saja, ada Glints Academy.

Glints Academy merupakan bootcamp yang siap menempamu jadi developer andal. Di sana, kamu akan mendapat teori ditambah dengan praktik langsung.

Glints juga bekerja sama dengan banyak perusahaan, lho. Setelah lulus, kamu tak perlu kebingungan mencari-cari kerja.

Psst, kuota bootcamp ini terbatas, lho. Jadi, segera daftarkan dirimu sekarang, ya! Tak perlu menunda-nunda lagi.

Baca Juga :  ERP: Pengumpulan Data Terpusat yang Tingkatkan Efisiensi Manajemen Bisnis

Baca Juga: Tak Perlu Ragu Belajar Coding, Ini 7 Tips agar Cepat Mahir

Fitur Utama Integrated Development Environment

Secara sekilas, Glints sudah sempat menyinggung fitur aplikasi ini. Nah, agar lebih paham dengan semua itu, Glints akan menjelaskannya dengan lebih detail.

Dirangkum dari Codeacademy dan G2 Learning Hub, ini dia informasinya.

1. Text editor

1. text editor lingkungan pengembangan terpadu developer android com

© Developer.android.com

Selain text editor, di mana lagi kamu bisa melakukan coding? Integrated development environment adalah jawabannya.

Biasanya, IDE digunakan untuk mengedit source code. Meski begitu, dengan tool ini, kamu tetap bisa mengedit kode apa pun.

2. Membedakan syntax

2. syntax highlight lingkungan pengembangan terpadu codeacademy com

© Codeacademy.com

Kode dalam program tentu punya syntax tertentu. Agar tak tertukar, beberapa text editor bisa meng-highlight syntaxsyntax ini.

Lingkungan pengembangan terpadu juga tak mau kalah. Dilengkapi dengan fitur ini, kamu bisa menulis program dalam IDE dengan mudah.

3. Code completion

3. autocomplete integrated development environment adalah

© Codeacademy.com

Kamu tentu tahu fitur autocomplete yang hadir di keyboard HP. IDE juga punya fitur serupa bernama code completion, lho.

Tentu saja, dalam IDE, bukan kata-kata biasa yang otomatis dilengkapi. Objek autocomplete di integrated development environment adalah kodemu sendiri.

Layaknya autocomplete, kode yang kamu tulis akan “lengkap” dengan sendirinya. Ini tentu bisa menekan kemungkinan munculnya bug atau salah ketik. 

4. Compiling

4. compiling process dalam lingkungan pengembangan terpadu www3 ntu edu sg

© Www3.ntu,edu.sg

Setelah kodemu ditulis, apakah kamu ingin mencobanya? Nah, sebelumnya, kamu perlu compiler.

Compiler merupakan software pengubah kode. Kode yang awalnya kamu tulis dengan bahasa high-level, akan diubah hingga komputer bisa membacanya.

Biasanya, kamu membutuhkan compiler tambahan untuk proses ini. Akan tetapi, kamu tak perlu lagi menggunakannya. Sebab, tool yang satu ini sudah masuk dalam aplikasi IDE.

Baca Juga :  Tertarik Jadi Fashion Designer? Ini Dia 5 Sekolah Fashion Design Terbaik di Jakarta

Baca Juga: Yuk, Berkenalan dengan Compiler, Pengubah Kode Menjadi Program Komputer

5. Menjalankan kode

5. emulator android integrated development environment adalah developer android com

© Developer.android.com

Saat menulis kode, idealnya, kamu menggunakan komputer. Sistem operasi dari komputer itu bisa jadi Linux, macOS, ataupun Windows.

Lantas, kalau kamu menulis program Android, bagaimana cara mengetesnya? Sistem operasinya berbeda dengan komputermu.

Tak perlu kebingungan, integrated development environment adalah jawabannya. Tool yang satu ini juga menawarkan fitur menjalankan kode.

6. Debugging

6. debugging integrated development environment adalah

© Codeacademy.com

Saat membangun aplikasi atau halaman web, debugging merupakan langkah yang sangat penting. Lewat proses ini, kamu bisa menekan eror yang bisa terjadi dalam program. 

Nah, kamu tak perlu kebingungan mencari tool untuk ini. IDE sudah dilengkapi dengan fitur debugging.

Contoh Integrated Development Environment

pilihan integrated development environment

© Freepik.com

Nah, sekarang, apa saja pilihan lingkungan pengembangan terpadu yang bisa kamu pakai?

Dirangkum dari Stackify, ini dia jawabannya:

  • Android Studio
  • Lazarus
  • AppBuilder
  • Atom
  • Light Table
  • Komodo
  • Arduino IDE
  • Brackets.io
  • JCreator
  • dan lain-lain

Baca Juga: Beberapa Text Editor Terbaik untuk Para Programmer

Demikian informasi dari Glints soal integrated development environment. Ternyata, ia benar bisa membantu kerja developer, kan?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon