Bagaimana Kondisi Industri Pariwisata usai Wabah Corona?
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana
Pariwisata merupakan salah satu industri yang paling terdampak Covid-19. Banyak orang meyakini industri pariwisata setelah corona akan menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.
Adam Blake, seorang Profesor Ekonomi dan Kepala Penelitian di Department of Tourism and Hospitality Bournemouth University Inggris, mengatakan bahwa keinginan orang untuk traveling tidak akan berubah.
Namun, orang akan menjadi lebih berhati-hati dan mempertimbangkan perubahan yang terjadi secara fisik di tempat pariwisata, seperti dikutip CNN.
Di Indonesia dan global, dampak ekonomi akibat corona membuat sektor pariwisata mengalami kemerosotan yang sangat tajam. Salah satunya yaitu Bali, wilayah yang menjadi branding besar pariwisata Indonesia.
Dilansir dari CNN Indonesia, Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 95 persen akibat corona.
Adapun menurut World Travel and Tourism Council (WTTC) seperti dikutip dari BBC, sekitar 50 juta orang di dunia yang bekerja di sektor pariwisata akan kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.
Lalu, bagaimana perubahan industri pariwisata setelah corona?
Perubahan Industri Pariwisata setelah Corona
1. Perhatian yang tinggi terhadap kebersihan
Setelah masyarakat terbiasa untuk menjaga kebersihan selama pandemi Covid-19, berbagai tempat pariwisata akan meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan.
Hal ini dikarenakan kewaspadaan masyarakat yang terus melekat tentang penyebaran virus.
Berbagai tempat wisata, termasuk akomodasi dan transportasi, akan dilengkapi dengan tempat mencuci tangan atau hand sanitizer.
Selain itu, akan ada protokol-protokol baru yang harus dilakukan sebelum memasuki tempat wisata.
2. Tarif hotel akan turun sementara
Untuk menarik minat masyarakat menginap, kebanyakan hotel akan memberikan penawaran harga yang lebih rendah daripada biasanya.
Keputusan ini akan diambil mengingat banyaknya masyarakat yang masih berpikir dua kali tentang kebersihan di hotel atau penginapan.
Penurunan tarif ini akan terjadi selama beberapa bulan hingga akhirnya hotel bisa kembali rebound dan menetapkan harga normal.
3. Hotel akan lebih dipilih daripada penginapan rental
Dikutip dari CNN, diperkirakan masyarakat akan lebih memilih untuk menginap di hotel daripada penginapan rental.
Alasannya, hotel dinilai memiliki protokol yang lebih ketat terkait kebersihan dan keamanan dibandingkan penginapan rental seperti Airbnb.
4. Maskapai penerbangan lebih fleksibel dalam hal booking
Industri pariwisata setelah corona juga banyak dikaitkan dengan penerbangan.
Tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan benar-benar berakhir. Oleh karena itu, maskapai penerbangan bisa jadi lebih fleksibel dalam hal booking.
Maskapai penerbangan bisa membuat lebih banyak opsi terkait perubahan jadwal dan pembatalan terbang oleh pelanggan.
5. Tarif pesawat turun dan sepi
Banyak orang tetap akan menjaga jarak fisik dengan orang lain setelah Covid-19 usai. Termasuk di dalam pesawat.
Orang akan lebih nyaman jika duduk berjarak dengan orang lain di dalam pesawat.
Oleh karena itu, maskapai penerbangan harus bersedia untuk terbang dengan jumlah orang yang sedikit dan harga yang lebih rendah daripada biasanya.
Prediksi dan Langkah Pemerintah
Dilansir dari Katadata, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini wabah Covid-19 akan selesai pada akhir 2020.
Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi juga optimis akan ada booming di industri pariwisata tahun depan setelah corona selesai. Menurutnya, hal ini terjadi karena orang rindu melihat keindahan pariwisata di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa pemerintah akan fokus pada basic dan training di bidang pariwisata.
Fokus-fokus tersebut antara lain berkaitan dengan higienitas, keselamatan, keamanan, dan pelatihan bagi pekerja di sektor pariwisata.
Selain itu, pemerintah akan melanjutkan pembangunan berbagai infrastruktur dasar yang saat ini tertunda akibat Covid-19.
Infrastruktur yang dimaksud berkaitan dengan konektivitas seperti bandara dan jalan di sejumlah destinasi super prioritas.
Pemerintah juga berupaya menghasilkan stimulus ekonomi untuk meringankan beban dan biaya bagi para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti dikutip Liputan6.
Harapannya, potensi Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif bisa ditekan.
Selain pemerintah yang akan berusaha membangkitkan kembali industri pariwisata Indonesia setelah corona, kita nanti juga bisa saling membantu, loh!
Sekarang, yang kita perlu lakukan adalah mengikuti berbagai saran untuk mencegah penularan virus corona.
Nah, jika kamu ingin mendapatkan informasi lainnya, kamu bisa sign up di Glints sekarang juga!
