Engagement: Arti, Metrik yang Diukur, dan 3 Tips Meningkatkannya

Diperbarui 19 Jul 2022 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Dalam dunia social media marketing, engagement adalah sebuah istilah penting yang sifatnya wajib kamu pahami.

    Mengapa demikian? Pasalnya, aspek satu ini penting untuk meningkatkan jangkauan dan relevansi perusahaan dalam dunia pemasaran digital.

    Tak hanya itu, istilah ini juga bermanfaat untuk memfasilitasi hubungan antara pelanggan dan perusahaan yang menguntungkan.

    Nah, bila social media-mu memiliki angka engagement yang kurang memuaskan, perusahaan akan sulit untuk menarik minat pelanggan dan menerima ROI.

    Agar lebih jelas, simak pemaparan lengkap Glints mengenai aspek pemasaran ini dalam rangkuman di bawah.

    Baca Juga: Chat Marketing, Strategi untuk Menjaga Relasi dan Meningkatkan Engagement Pelanggan

    Apa Itu Engagement?

    engagement adalah

    © Pexels.com

    Melansir laman Req, engagement adalah sebuah alat tolak ukur yang digunakan untuk melihat tingkat keterlibatan audiens pada upaya social media bisnis online.

    Istilah ini secara historis sudah menjadi metrik yang umum untuk mengevaluasi kinerja pemasaran media sosial, tetapi tidak selalu berujung pada penjualan.

    Umumnya, untuk menentukan jumlah akhir keterlibatan audiens, marketer perlu meneliti beberapa aspek, seperti jumlah share, like, followers, hingga komentar. 

    Nah, tolak ukur satu ini kini menjadi sebuah hal yang penting bagi upaya pemasaran perusahaan.

    Sebab, aktivitas dan keterlibatan audiens sangatlah krusial bagi setiap platform sosial untuk membangun brand experience yang positif.

    Tak hanya itu, perusahaan juga memerlukan tolar ukur ini guna mengembangkan hubungan bisnis yang bermakna dengan para pelanggan maupun prospek-prospek baru.

    Sebagai contoh, dengan lebih dari 1,5 miliar pengguna bulanan, kehadiran Facebook telah menjadi kebutuhan bagi bisnis online dan offline

    Namun, sejatinya, ROI untuk upaya pemasaran media sosial itu sulit untuk didapatkan.

    Engagement artinya hadir sebagai metrik yang mampu memonitor jumlah ROI yang diterima perusahaan dari angka keterlibatan pelanggan.

    Hal yang Diukur untuk Menentukan Engagement

    engagement

    © Pexels.com

    Menurut laman Big Commerce, tiga situs media sosial paling populer saat ini adalah Facebook, Instagram, dan Twitter. 

    Setiap platform memiliki mekanismenya sendiri bagi pengguna untuk mengekspresikan apresiasi pada post yang mereka lihat.

    Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diukur ketika ingin melihat engagement pada masing-masing media sosial tersebut.

    • Twitter: jumlah retweet dan follower
    • Facebook: jumlah share, like, dan follower
    • Instagram: jumlah like dan follower

    Pada dasarnya, jumlah share dan like dapat memberikanmu gambaran tentang popularitas post tertentu.

    Sementara, angka followers menunjukkan tingkat investasi yang lebih tinggi, di mana pengguna ingin melihat lebih banyak konten pada akun media sosial tersebut secara teratur.

    Oleh karena itu, followers adalah jenis aspek engagement yang berfungsi untuk keperluan konversi, seperti halnya subscribe pada email marketing.

    Baca Juga: Rebut Hati Audiens dengan Brand Essence, Strategi Jitu Kembangkan Awareness

    Cara Meningkatkan Engagement Media Sosial

    engagement social media adalah

    © Pexels.com

    Nah, social engagement adalah suatu hal yang tidak bisa ditingkatkan dalam waktu singkat.

    Kamu memerlukan strategi dan riset yang memadai supaya angka keterlibatan pelanggan di media sosial bisa melonjak.

    Supaya tidak bingung, berikut Glints paparkan tiga cara jitu untuk mengembangkan angka engagement media sosial perusahaanmu.

    1. Analisis engagement secara rutin

    Akan sangat sulit untuk mengukur pertumbuhan engagement di social media jika kamu tidak tahu cara memulainya.

    Maka dari itu, melansir Hootsuite, catat semua aspek media sosialmu seperti jumlah follower, berapa banyak komentar dan share yang kamu dapatkan per post, serta elemen lainnya yang perlu diukur.

    Kemudian, pastikan untuk terus melacak secara teratur perkembangan elemen-elemen tersebut sehingga kamu bisa menentukan kekurangan dan kelebihannya.

    Agar inisiatif ini lebih mudah untuk dijalankan, kamu bisa memanfaatkan berbagai tool social media analytics yang tersedia, seperti Twitter Analytics.

    2. Tentukan strategi yang memadai

    Tips berikutnya agar kamu bisa tingkatkan angka engagement media sosial perusahaan adalah dengan menentukan strategi yang tepat.

    Sejatinya, tidak ada satu solusi yang tepat untuk semua perusahaan. 

    Hal ini disebabkan karena tujuan bisnis setiap perusahaan berbeda. Strategi media sosial yang mereka terapkan pun pasti tidak serupa.

    Nah, sebagai contoh, Domino’s Pizza memiliki strategi yang unik untuk mengembangkan engagement audiens di social media.

    Dikarenakan target pelanggan mereka kebanyakan muda-mudi, mereka meluncurkan brand identity di media sosial yang ceria, cekatan, dan warna-warni.

    Intinya, strategi yang diterapkan harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan audiens.

    3. Ciptakan konten yang interaktif

    Menciptakan konten interaktif merupakan tips terakhir yang bisa kamu terapkan guna tingkatkan engagement.

    Ya, seiring berjalannya waktu, pelanggan takkan puas dengan konten yang sifatnya hanya informatif.

    Melansir laman Buffer, agar mereka bisa ikut terlibat dan mereka diutamakan, konten interaktif adalah jawaban yang paling tepat.

    Contoh konten interaktif yang bisa kamu ciptakan adalah kuis, Q and A, tebak gambar, dan lomba foto dengan hadiah menarik.

    Baca Juga: Ingin Tingkatkan Engagement Rate dengan Cepat? Kenali Teknik Branded Content

    Itulah pemaparan singkat Glints mengenai engagement dan tips-tips jitu untuk meningkatkannya.

    Intinya, engagement artinya sebuah elemen yang berfungsi untuk mengukur tingkat popularitas akun media sosial perusahaan.

    Jika tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin perusahaan bisa kalah saing dengan para kompetitornya di pasar digital.

    Namun, selain engagement, ada beberapa aspek lainnya yang perlu kamu pelajari jika ingin sukses di bidang pemasaran digital.

    Penasaran apa aja? Tenang, kamu bisa pelajari lengkapnya di Glints ExpertClass.

    Para pakar dan praktisi profesional siap membagikan ilmu dan pengalaman mereka untukmu di kelas kategori marketing.

    Tunggu apa lagi? Yuk, cek kelasnya sekarang. Jangan sampai ketinggalan. Kuotanya terbatas, lho!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.8 / 5. Jumlah vote: 9

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait