Pengertian Business Intelligence serta Perannya bagi Bisnis

Diperbarui 27 Jan 2022 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Profesi intelegensi bisnis atau business intelligence ini mengandalkan data dan mengubahnya menjadi sebuah prospek bisnis dari perusahaan atau klien yang mempekerjakannya.

    Namun, apakah peranannya sesederhana itu? Apakah ia hanya sekadar orang yang memahami data dan melek soal bisnis saja?

    Untuk mengetahuinya, simak penjelasan yang akan dijabarkan Glints berikut ini. Di dalam tulisan ini, akan dijelaskan tentang deskripsi dari pekerjaan ini, skill dan kualifikasi, serta jenjang karier.

    Apa Itu Business Intelligence?

    Business intelligence

    © Pexels.com

    Jabatan ini merupakan posisi pada orang yang mencari cara dan metodologi untuk menganalisis sebuah informasi tentang bisnis, dilansir oleh Educba.

    Lain halnya dengan Robert Half yang berpendapat bahwa, hasil dari analisis yang dilakukan terhadap data bisnis ini kelak akan jadi rujukan dalam bekerja sama dengan staf-staf lain.

    Sama seperti posisi lainnya, posisi ini terbilang penting pada suatu perusahaan. Pasalnya, mereka akan jadi orang yang menentukan arah dan strategi bisnis dari perusahaan.

    Salah strategi, bisa kacau rencana bisnis yang sudah ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, intelegensi bisnis juga kerap disebut ahli taktik bisnis.

    Namun, mereka berbeda dengan business analytics. Jika analisis bisnis hanya menganalisis saja, orang yang bekerja dengan posisi ini mesti bisa mendeskripsikan hasil dari analisis tersebut.

    Baca Juga: Menggunakan Pergerakan Kompetitor untuk Manfaat Perusahaan

    Pekerjaan dan Tanggung Jawab Business Intelligence

    Strategi Business Intelligence

    © Pexels.com

    Ada beberapa tanggung jawab dan tugas yang biasa diemban oleh orang memiliki profesi ini. Berikut adalah beberapa diantaranya.

    1. Membuat analisis data

    Rencana Business Intelligence

    © Pexels.com

    Orang yang berprofesi ini harus bisa bekerja sama dengan tim engineer untuk meluncurkan analisis data bisnis.

    Analisis diperlukan untuk memajukan perusahaan dari segi pemanfaatan data.

    Selain itu, mereka juga harus membuat kebijakan dan prosedur tersendiri soal penggunaan analisis data ini.

    2. Pengamatan dan evaluasi pada business intelligence

    Rapat

    © Pexels.com

    Mereka juga harus bisa mengevaluasi dan melihat data secara menyeluruh. Setiap isu terbaru soal bisnis sama sekali tidak boleh lewat.

    Malah, mereka harus bisa menghasilkan profit dari data  yang ada menjadi sebuah insight atau rekomendasi untuk perkembangan bisnis perusahaan.

    3. Mengembangkan analisis data bisnis intelektual

    Meeting

    © TrapTechnology.com

    Duduk di posisi ini mengharuskan seseorang untuk dapat menilai proses analisis data bisnis yang dilakukan perusahaan.

    Jika memang dirasa buruk, tidak ada salahnya proses itu diperbaiki.

    4. Pengolahan data

    Digital Marketing

    © MinuteHack.com

    Bukan hanya pandai menganalisis data bisnis, orang yang bekerja di posisi ini juga harus mampu mengumpulkan data-data tersebut dalam tempat yang mudah diakses.

    Data juga mesti disimpan di tempat yang aman, yang hanya diketahui awak perusahaan.

    Baca Juga: Memahami Quality Assurance, Penentu Kualitas Tinggi Suatu Produk

    Skills dan Kualifikasi Business Intelligence

    Data Scientist

    © Pexels.com

    Untuk menjadi seorang business intelligence, ada beberapa skill yang harus bisa dilakukan.

    Selain analisis data yang baik, ada beberapa software yang juga mesti bisa kamu gunakan. Menurut CIO, berikut adalah rangkaian perangkat lunak yang harus fasih digunakan. 

    1. Tableau

    Tableu Business

    © Tableau.com

    Software ini membantu visualisasi data, serta terintegrasi dengan sumber data seperti Excel ataupun SQL Data Warehouse.

    Baca Juga: Mengenal Tableau, Software yang Bisa Ubah Datamu Jadi Visual Menarik

    2. Splunk

    Splunk for Business

    © Splunk.com

    Platform ini membantu seseorang dalam analisis data bisnis. Software ini mampu menyajikan data analytics yang baik, dan dapat membantu business intelligence dalam membuat analisis yang mumpuni.

    3. Alteryx

    Alteryx for Business Intelligence

    © Alteryx.com

    Software ini membantu karena dapat melampirkan hasil analisis dari pencampuran berbagai sumber data.

    Alterys membantu seorang business intelligence dalam menyajikan insight yang lebih kaya dan mendalam.

    4. Qlik

    Qlik for Business Intelligence

    © Qlik.com

    Sama seperti Tableau, software ini berkutat dalam hal visualisasi data.

    Namun, ternyata Qlik juga bisa menyajikan hasil analisis data, serta bisa menciptakan platform data yang pas bagi para pakar bidang ini.

    5. Domo

    Domo for Business Intelligence

    © Domo.com

    Software ini terintegrasi dengan banyak industri. Aplikasi ini bisa membuat BI mengetahui data-data bisnis dari industri tersebut.

    Sehingga akan membantu mereka dalam membuat analisis dan rekomendasi yang baik.

    6. Dundas BI

    Dundas Business Intelligence

    © DundasBusinessIntelligence.com

    Software ini digunakan untuk membuat dashboard dan scorecards, yang kelak bisa membantu business intelligence. Ia juga bisa menyajikan pelaporan data dalam bentuk yang lebih sederhana.

    7. Google Data Studio

    Google Data Studio for Business Intelligence

    © GoogleDataStudio.com

    Sama seperti Google Analytics, bedanya adalah software ini menampilkan data yang didapat dari Google Analytics.

    Ada juga Einstein Analytics, perangkat lunak intelegensi bisnis yang sudah memakai AI (kecerdasan artifisial).

    8. Birst

    Birst for Business Intelligence

    © Birst.com

    Platform ini digunakan untuk menganalisis, mengeksplorasi, dan menampilkan big data.

    Sebagai platform, Birst cukup menerima data mentah dan mengolahnya menjadi gudang data yang siap untuk dianalisis.

    Jenjang Karier Business Intelligence

    Database Administrator

    © Pexels.com

    Jenjang karier profesi ini terbilang bagus, ada beberapa posisi yang bisa ditempati, jika kelak kamu sudah punya pengalaman.

    Namun biasanya, untuk dapat dipromosikan dari posisi ini, dibutuhkan pengalaman minimal 3 tahun.

    Posisi pertama yang amat mungkin adalah business intelligence manager. Jika sudah di posisi ini, kamu akan memimpin sebuah proyek bisnis.

    Proyek ini tentu mengandalkan data-data bisnis, dan kamu akan jadi orang yang bertanggung jawab untuk itu.

    Pengalaman tersebut juga akan memungkinkan seseorang untuk menjadi master data services. Bergulat setiap hari dengan data tentu memiliki pemahaman akan kecenderungan dari sebuah data.

    Terakhir, adalah administrator. Profesi ini mengedepankan apa keinginan pelanggan, apa yang sedang dikerjakan kompetitor, lalu kondisi ekonomi melalui data yang dimiliki.

    Itulah beberapa hal yang patut kamu ketahui mengenai pekerjaan ini. Ayo sign up di Glints untuk mendapatkan lowongan kerja atau magang terkait posisi intelegensi bisnis ini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 2

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait