Relational Database: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

Diperbarui 19 Agu 2023 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Adi Nugroho

Supaya memudahkan dan mempercepat proses analisis datamu, hal yang penting dilakukan adalah menemukan relational database.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Relational database akan memiliki isi yang hampir sama sehingga bisa dibandingkan.

Biasanya relational database akan menyatukan dua data yang saling berkaitan meski berada di sumber berbeda.

Nah, yuk, pahami lebih jauh relational database, simak ulasan yang sudah Glints siapkan berikut ini.

Definisi Relational Database

Relational database adalah kelompok item dalam data dengan hubungan yang sudah ditentukan sebelumnya. 

Umumnya item ini disusun menjadi tabel yang terdiri dari kolom dan baris.

Tabel dipakai untuk menyimpan informasi objek yang direpresentasikan dalam database.

Kolom dalam tabel memuat data tertentu dan nilai atribut. Baris pada tabel menunjukkan kumpulan nilai dari satu objek.

Tiap baris pada tabel dapat ditandai secara unik atau dalam bentuk ID. Ini kerap disebut kunci utama.

Relational database adalah penyajian data yang digunakan untuk membuat kesimpulan atau analisis.

Data ini dapat diakses langsung tanpa harus menyusun ulang menjadi tabel baru dalam database.

Baca Juga: MySQL, Sistem Manajemen Database Terbaik Pilihan Para Web Developer

Kelebihan Relational Database

Dilansir dari Educba, kelebihan ini membuat database relational ini tetap digunakan dan terus dikembangkan dari waktu ke waktu.

Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Sederhana

Database ini cukup sederhana dan tidak membutuhkan hierarki data yang sangat kompleks untuk membuatnya.

Bahkan, data yang ada bisa dengan mudah ditangani oleh SQL query.

2. Mudah diakses

Tidak ada aturan khusus yang dibuat untuk bisa mengakses semua data yang sudah dibuat dalam bentuk tabel.

Baca Juga :  Rekomendasi 9 Sales Planning Tools Gratis untuk Meningkatkan Produktivitas Penjualan

Dalam relational database siapa pun bisa mengakses dengan mudah dan cepat.

Bahkan, mereka bisa melakukan modifikasi seperti menggabungkan tabel atau data terkait dengan lebih cepat.

3. Akurasi data tinggi

Saat menggunakan relational database, kita akan menggunakan kunci utama dan kunci asing.

Hadirnya dua kunci untuk melakukan seleksi ini membuat dua data yang berhubungan satu sama lain tidak mengalami duplikasi.

Karena dalam relational database apa pun yang sama akan ditampilkan sekali saja. Jadi, akurasi datanya menjadi lebih tinggi.

4. Fleksibilitas

Relational database cenderung lebih fleksibel dalam banyak hal khususnya berhubungan dengan penambahan data.

Apabila ada tambahan data yang jumlahnya besar, semua bisa ditampung dan diolah tanpa membebani.

Artinya pemegang database bisa dengan mudah melakukan modifikasi pada data baik menambah, mengurangi, atau mengganti.

5. Sistem keamanan tinggi

Biasanya setiap orang yang mengakses database akan memiliki hak akses yang berbeda-beda.

Jadi, meski siapa pun bisa masuk, hanya beberapa saja yang bisa melakukan modifikasi.

Dengan sistem ini, keamanan database akan selalu terjaga. Karena jika ada perubahan akan diketahui siapa yang melakukan itu.

Baca Juga: Database Marketing: Arti, Manfaatnya bagi Bisnis, dan Tips Menerapkan

Contoh Relational Database

Tidak semua database memiliki fungsi relational. Untuk mengetahui jenis database apa saja yang memiliki fungsi itu, simak ulasan berikut ini.

1. MySQL

Salah satu aplikasi relational database open source terbaik yang ada saat ini. Selain itu aplikasi ini juga beberapa lisensi tambahan yang bisa diambil sesuai dengan kebutuhan.

MySQL memberikan kemudahan saat input data dan memiliki performa tinggi.

Dikutip dari Phoenix Nap, aplikasi ini cocok untuk kebutuhan pengembangan website dan aplikasi.

Baca Juga :  Food Safety: Pengertian dan Contoh Penerapannya

2. MariaDB

Aplikasi ini sebenarnya dibuat dengan base MySQL dengan beberapa penambahan.

MariaDB menambahkan ruangan untuk engine dan mengatasi adanya limitasi. Dengan kemampuan ini database menjadi lebih cepat.

Salah satu hasil dari relational database yang dibuat dengan MariaDB adalah Google, Mozilla, hingga Wikimedia.

3. PostgreSQL

Hampir sama dengan MariaDB, aplikasi ini juga merupakan pengembangan meski masih dalam naungan open source.

Kelebihan dari database ini adalah performa dan fleksibilitas yang meningkat saat menangani database.

PostgreSQL juga bisa melakukan pembacaan data yang cepat untuk melakukan analisis. Produk dari database ini adalah Skype dan Instagram.

Baca Juga: Kenalan dengan Snowflake Schema, Struktur Database yang Menyerupai Kepingan Salju

Itulah serba-serbi dan mengapa relational database begitu penting untuk para pelaku industri IT serta data.

Bahkan menurut Oracle, di masa depan relational database akan semakin kuat dengan hadirnya cloud database dan machine learning.

Ini akan membuat database semakin mudah diakses, diolah, bahkan tanpa ada campur tangan dari manusia.

Makanya, jika kamu ingin lebih serius mendalami bidang data dan teknologi, yuk, baca artikel-artikel yang sudah Glints siapkan.

Selain memahami topik di atas, masih ada banyak informasi mendalam soal data analytics yang perlu kamu tahu.

Klik di sini untuk temukan dan baca artikel-artikelnya secara gratis!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon