6 Prinsip Pembuatan Logo yang Eye-Catching dan Mudah Dikenali

Diperbarui 15 Des 2020 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana

Logo tidak bisa dibuat sembarangan. Kamu harus memenuhi beberapa prinsip pembuatan logo agar penggunaannya efektif.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Bayangkan, semua brand sudah memiliki logonya masing-masing. Jika brand-mu memiliki logo yang tidak menarik, bisa jadi produk atau jasamu tidak dilihat oleh pelanggan.

Sebagai seorang desainer, kamu perlu memahami betapa pentingnya logo bagi perusahaan. Jangan sampai kamu membuat logo tanpa pertimbangan yang matang.

Nah, dalam artikel ini, Glints akan menjelaskan enam prinsip utama untuk membuat logo. Simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: 5 Aplikasi Membuat Logo Online yang Mudah Digunakan

1. Simplicity

prinsip pembuatan logo

© Creativebloq.com

Salah satu prinsip pembuatan logo yang sering dilupakan adalah simplicity atau kesederhanaan.

Banyak desainer ingin memasukkan banyak hal sekaligus dalam sebuah logo. 

Padahal, dikutip dari 99designs, kesederhanaan adalah poin penting yang membuat sebuah logo bertahan dalam waktu yang lama.

Selain itu, logo jadi mudah digunakan dalam keperluan apa pun.

Oleh karena itu, buatlah logo yang sederhana dari segi huruf, warna, dan elemen. Satukan identitas brand-mu dalam visual yang sederhana.

2. Originality

prinsip pembuatan logo

© Logoworks.com

Coba perhatikan logo beberapa kopi kekinian yang sedang tren di Indonesia. Kebanyakan dari mereka menggunakan logo gelas kopi.

Ada juga yang menggunakan jenis logo Wordmarks atau nama brand dengan font yang mirip.

Sementara itu, Starbucks yang merupakan brand kopi paling terkenal di dunia memiliki logo yang sangat berbeda dari brand kopi manapun. Meski demikian, logo Starbucks tetap mudah dikenali.

Gelas kopi dan font dekoratif memang lekat dengan unsur brand kopi.

Baca Juga :  Memahami Pentingnya User Acceptance Test (UAT) dalam Mendesain Produk

Namun, kemiripan logo bisa membuat pelanggan tertukar antara brand-mu dengan brand lainnya.

Maka, pastikan kamu menerapkan prinsip originality atau keaslian dalam pembuatan logo.

3. Versatility

© Fabrikbrands.com

Prinsip lain yang perlu kamu perhatikan kala membuat logo adalah versatility.

Versatility berarti logomu harus mudah diaplikasikan pada berbagai konteks, media, dan situasi.

Dikutip dari HubSpot, setiap logo harus tetap menunjukkan integritas dan tujuannya dalam situasi apa pun.

Setidaknya, buatlah logo yang tetap terlihat menarik dalam warna dan background apa pun.

Baca Juga: 5 Kesalahan Membuat Logo yang Sering Dilakukan Pemula

4. Scalability

© Digitalsynopsis.com

Selain warna, hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah ukuran dan skala. Hal ini disebut sebagai scalability.

Pastikan logomu tetap apik ketika ditampilkan dalam ukuran kecil maupun besar.

Sebagai contoh, jika logomu memiliki terlalu banyak detail dan tulisan kecil, pelanggan tidak akan bisa membacanya ketika ditampilkan dalam ukuran kecil.

Sebaliknya, kamu juga perlu memastikan bahwa logomu tetap eye-catching jika ditampilkan dalam ukuran besar.

Untuk menghindari gambar logo yang pecah, kamu juga harus membuatnya dalam format vektor.

Dengan begitu, logomu akan terlihat tajam dalam ukuran berapa pun.

5. Balance & Proportion

© CNet.com

Prinsip lainnya yang tidak kalah penting dalam membuat logo adalah balance & proportion.

Balance berarti logomu simetris dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sementara itu, proportion mengacu pada bobot setiap elemen dalam logomu.

Prinsip yang satu ini akan membuat logomu enak dipandang.

6. Timelessness

prinsip membuat logo

© Mycustomer.com

Prinsip pembuatan logo yang terakhir adalah timelessness. Prinsip ini berarti logomu tidak akan termakan oleh zaman.

Beberapa brand memang pernah mengubah logonya sejak awal mereka berdiri. Namun, mengubah logo bukan perkara yang mudah.

Baca Juga :  Kenali Foley Artist, Sosok yang Menghidupkan Efek Suara

Mengubah logo bisa berarti mengubah brand dan nilai-nilai di dalamnya.

Oleh karena itu, bayangkan logomu pada 5-10 tahun mendatang. Apakah logomu akan tetap dinilai menarik atau justru dianggap ketinggalan zaman?

Baca Juga: Cara Membuat Desain Logo Simple di Photoshop dengan Mudah

Itulah enam prinsip pembuatan logo yang wajib kamu perhatikan. Jadi, brand-mu bisa memiliki logo yang menarik sekaligus mudah diaplikasikan.

Selain logo, ada hal-hal lain di dunia desain yang tidak kalah pentingnya.

Kamu bisa mengikuti kelas online Glints ExpertClass untuk mempelajari desain secara langsung dari para ahlinya. 

Jadi, kamu tidak hanya mendapat pengetahuan baru. Kamu bisa bertanya jawab langsung dengan mereka.

Menarik, bukan? Yuk, sign up dan daftarkan dirimu sekarang juga!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon