Sering Tertukar, Ketahui Perbedaan E-Money dan E-Wallet Berikut

Diperbarui 08 Apr 2021 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Meski sering digunakan, sepertinya belum banyak yang mengetahui perbedaan antara e-money dan e-wallet.

    Pasalnya, kedua teknologi tersebut sering dianggap sama karena memang termasuk uang elektronik.

    Tak hanya itu, keduanya sama-sama bisa untuk menyimpan sejumlah uang dan dapat digunakan untuk pembayaran.

    Padahal, terdapat perbedaan yang cukup mendasar di antara keduanya.

    Mengutip dari Kompas, pada tahun 2019 sudah terdapat sekitar 37 penyedia uang elektronik di Indonesia. Jumlah ini sudah termasuk dengan penyedia e-wallet.

    Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kedua layanan keuangan digital ini memang tergolong cukup banyak di negeri ini.

    Nah, jika kamu juga penasaran dengan perbedaan keduanya, tenang saja. Pada artikel ini, Glints akan memberikan penjelasannya mengenai perbedaan e-money dan e-wallet untukmu.

    Baca Juga: Atur Keuangan Kamu dengan Cara Terbaik Berikut

    Pengertian E-Money

    © Paymentjournal.com

    E-money merupakan alat pembayaran yang memiliki nilai setara dengan uang yang tersimpan secara elektronik dalam suatu media. 

    Kegunaan uang elektronik ini bermacam-macam, seperti membayar tiket transportasi umum, tarif jalan tol, membayar biaya parkir hingga berbelanja di toko swalayan dan minimarket.

    Nilai uang di dalam e-money akan otomatis berkurang atau bertambah tergantung transaksi yang dilakukan. 

    E-money pertama kali sendiri sudah ada di indonesia sejak tahun 2009. Uang elektronik ini biasanya diterbitkan oleh lembaga perbankan.

    Itulah mengapa jika ingin menerbitkan kartu e-money, harus melalui persetujuan dan perizinan dari Bank Indonesia.

    E-money biasanya digunakan untuk pembayaran jalan tol, KRL Commuter Line, bus TransJakarta dan pembelian tiket di tempat hiburan.

    Beberapa jenis yang cukup sering digunakan adalah Mandiri E-Money , BCA Flazz, BNI TapCash, dan Brizzi.

    Pengertian E-Wallet

    © Indonesia.go.id

    Di tengah e-money yang mulai menjamur dan dikenal oleh masyarakat luas, banyak perusahaan startup yang kini mulai merambah untuk membuat teknologi keuangan atau biasa dikenal dengan fintech.

    Inilah asal mula dikeluarkannya produk dompet digital atau yang kita kenal dengan sebutan e-wallet.

    E-wallet ini hadir dengan sistem yang sudah terkoneksi dengan internet sehingga sangat memudahkan para konsumen untuk menggunakannya.

    Penggunaannya pun dapat lebih beragam. Kamu dapat mentransfer saldo kepada temanmu, melakukan pembelanjaan online, serta membayar pajak.

    Kamu mungkin sudah cukup sering menggunakan layanan yang satu ini. Selain karena adanya promosi, mudahnya penggunaan juga membuat e-wallet semakin banyak digunakan.

    Beberapa penyedia e-wallet di Indonesia yang cukup populer adalah Go-Pay, OVO, Dana, dan Linkaja.

    Baca Juga: Sering Belanja Online? Ketahui Apa Itu Payment Gateway

    Perbedaan Keduanya

    1. Bentuk yang digunakan

    Perbedaan mendasar dari kedua jenis uang elektronik ini adalah bentuk yang digunakan. Jika e-money berbasis  chip, e-money berbasis server internet.

    Dengan perbedaan ini, menjadi jelas bahwa e-money dapat kamu gunakan secara offline. Maksudnya, kamu tidak membutuhkan koneksi internet untuk menggunakannya.

    Kamu hanya perlu membawa kartu e-money tersebut untuk bertransaksi. 

    Hal ini berbeda dengan e-wallet yang berbasis pada server internet. Dalam menggunakannya, kamu perlu terkoneksi dengan jaringan internet.

    Oleh karenanya, kamu dapat menggunakannya untuk lebih banyak keperluan dari berbagai tempat.

    2. Kegunaan

    Bentuk yang berbeda dari keduanya juga membuat kegunaan masing-masing berbeda.

    Karena berbasis chip dan tidak menggunakan internet, e-money hanya bisa digunakan di tempat-tempat tertentu yang memiliki mesin pembaca.

    Beberapa tempat yang lazim menggunakan e-money adalah tempat parkir, pintu masuk tol, dan moda kendaraan umum.

    Di lain pihak, e-wallet dapat digunakan di lebih banyak kesempatan karena menggunakan internet. Itulah mengapa kamu dapat mengirim uang, membayar pembelian online, dan membayar pajak.

    3. Saldo

    Untuk pengisian, keduanya sama-sama dapat diisi melalui internet. Namun, pengisian saldo e-money akan lebih mudah jika kamu memiliki smartphone dengan NFC (near field communication).

    Jika tidak, kamu perlu mengisi kartu e-money-mu di mesin ATM, EDC, atau penyedia layanan pengisian lainnya.

    Hal tersebut berbeda dengan e-wallet yang dapat dengan diisi tak hanya melalui ATM, tetapi juga layanan bank berbasis internet.

    4. Jangkauan pengguna

    Bersumber dari Tirto, segmentasi yang dijangkau oleh e-money lebih luas dibandingkan dengan e-wallet.

    Karena bentuknya yang ada secara fisik yaitu kartu, e-money lebih mudah digunakan oleh masyarakat.

    Sementara itu, segmentasi e-wallet lebih kepada penikmat belanja baik secara online maupun offline.

    5. Keamanan

    Poin terakhir mengenai perbedaan e-money dan e-wallet adalah keamanan.

    Karena e-money berbentuk fisik dan tidak terkoneksi internet, uang elektronik yang satu ini akan lebih rawan hilang atau rusak.

    Sementara itu, e-wallet cenderung lebih aman karena mengacu pada nomor handphone pengguna dan dilengkapi dengan nomor PIN.

    Baca Juga: Anti Boros Belanja Online Setelah Gajian, Cek di Sini!

    Itulah perbedaan e-money dan e-wallet yang perlu kamu ketahui.

    Jika kamu menginginkan informasi mengenai teknologi keuangan lainnya, kamu bisa berlangganan newsletter Glints.

    Saat sudah berlangganan, kamu akan mendapatkan beragam informasi menarik yang akan kamu dapatkan langsung di inbox-mu.

    Daftarkan dirimu segera!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait