×

Seberapa Penting Kemampuan Berpikir Kritis di Dunia Kerja?

January 29, 2018 | No Comments

“Mampu berpikir kritis dalam menyikapi masalah dan tantangan kerja.” Kalimat ini sedang sering saya baca seminggu ke belakang, karena kantor yang sedang masuk musim evaluasi kinerja. Kalimat tadi adalah salah satu poin penilaian yang muncul di banyak lembar evaluasi pendapatan karyawan, baik itu untuk staf maupun level manajerial.

Bagaimana dengan kantor kamu? Apa sedang musim penilaian kinerja karyawan juga? Apa ada kalimat soal berpikir kritis seperti yang sering saya temukan di kantor? Karena masalah berpikir kritis ini termasuk poin penilaian kerja, tentu ada harapan dari perusahaan agar tiap stafnya mampu berpikir kritis. Maka, sebagai karyawan kita perlu tahu seberapa diperlukannya berpikir kritis dalam bekerja sehari-hari, supaya bisa semakin paham keuntungan dan manfaat dari cara berpikir kritis bagi kemajuan karir pribadi dan perkembangan perusahaan.

Baca juga: Seberapa Pentingkah Loyalitas Karyawan pada Perusahaan?

Memperkuat kerja tim

berpikir kritis

Berpikir kritis bisa jadi budaya di setiap lapisan kerja, bukan cuma di top management saja. Bayangkan jika perusahaan dengan ratusan bahkan ribuan karyawan dipimpin oleh direksi yang sangat berpikir praktis tapi tidak didukung dengan karyawan yang punya gaya berpikir serupa. Tentu tidak akan ada hasil maksimal yang dicapai perusahaan dalam penjualan atau produksi yang dilakukan. Atau contoh lain kalau kamu bekerja di lapangan seperti pertambangan dan pengeboran laut lepas, tiap individu harus bisa berpikir kritis agar survive di lapangan kerja yang medannya menyangkut keselamatan banyak orang. Semakin banyak orang yang berpikir kritis dalam sebuah tim kerja, maka kemungkinan tim tersebut berfungsi efektif akan semakin besar.

Kamu memang perlu belajar juga agar pola berpikir kritis bisa menguntungkan tim, bukan malah mencelakakan. Salah satu caranya dengan mengumpulkan dulu informasi sebanyak-banyaknya agar kamu punya alasan yang kuat saat menyampaikan pemikiran tersebut. Kalau kata anak jaman dulu, supaya kamu tidak dicap “asbun” alias asal bunyi.

Membuka kesempatan bekerja sama

berpikir kritis

Biasanya, orang yang berpikir kritis akan memperhatikan detil dan relevansi antara hal satu dengan yang lainnya. Itu juga yang menyebabkan para pemikir kritis ini akan berhubungan dengan banyak orang di kantornya, karena ada banyak pihak dengan tanggung jawab yang berbeda-beda. Seperti bagian Finance yang tidak akan mungkin lepas dari semua divisi lainnya di perusahaan terkait dengan pembayaran segala bentuk tagihan.

Jika kamu terbiasa berpikir kritis, dengan segala keterbatasan waktu dan deadline pembayaran yang juga banyak sudah seharusnya kamu akan lebih sering berbicara dengan tim Finance untuk memastikan proses pembayaran tersebut tidak mandek di tengah jalan. Berpikir kritis mengantarkan kamu ke level kerja sama yang dewasa, tidak lagi berdasarkan like or dislike.

Baca juga: 6 Tips Kerja Sama Tim di Kantor untuk Kamu yang Penyendiri

Menghasilkan produk berkualitas

berpikir kritis

Orang-orang yang berpikir kritis juga dibutuhkan sekali dalam memeriksa dan memastikan kembali hasil akhir sebuah produk sebelum dilempar ke publik, entah itu barang siap pakai, kebijakan, laporan, bahkan bangunan yang hampir jadi. Sebagai pengusaha online shop misalnya, kamu perlu berpikir kritis untuk melihat lagi desain baju yang akan kamu produksi sudah sesuai dengan target pasar atau masih perlu riset lagi dengan selera para pembeli.

Begitu juga di kantor, laporan kamu perlu diteliti sebelum diserahkan ke pimpinan, dan hanya orang-orang yang bisa berpikir kritis saja yang akan kembali memeriksa pekerjaannya. Tidak sulit untuk bisa berpikir kritis sebelum kamu menyajikan produk atau hasil kerja ke orang lain, kamu hanya perlu membiasakan diri untuk mau double check dan bayangkan juga jika kamu jadi orang yang diberikan hasil kerja tersebut, akankah kamu puas atau malah kecewa?

Membuat lebih produktif

berpikir kritis

Generasi muda umumnya diharapkan menjadi orang-orang yang produktif dan peka dengan situasi sekelilingnya. Kalau kamu sudah terbiasa untuk berpikir kritis, banyak hal yang bisa kamu eksplor lebih termasuk kesempatan dan momen yang bisa diubah menjadi keuntungan. Seperti bisnis startup yang sedang ramai di Indonesia pun adalah hasil pola pikir anak muda yang mau menciptakan lapangan kerja sendiri ditambah lagi dengan ide dan inovasi yang kadang sedikit gila. Faktanya, ide di luar yang umum inilah yang menghasilkan keuntungan dan membuka banyak pintu peluang buat anak muda berkarya.

Memecahkan masalah dan menyelesaikan konflik

berpikir kritis

Cara berpikir kritis juga sangat penting dalam menghadapi konflik kerja, internal ataupun eksternal. Kamu akan sulit menyelesaikan suatu konflik kalau tidak bisa membangun komunikasi dengan rekan kerja. Lewat komunikasi ini cara berpikir kritis kamu akan tersampaikan ke pihak lainnya sehingga bisa ditemukan titik masalah dan cara penyelesaiannya.

Syarat untuk bisa berpikir kritis di tengah masalah kerja adalah mengesampingkan ego, sehingga kamu juga bisa berpikir dengan jernih untuk tiap keputusan yang diambil. Secara bisnis, kamu memang harus berpikir kritis untuk keuntungan perusahaan, tapi jangan sampai merusak hubungan dengan kolega atau rekan setim. Maka berpikir kritis juga harus diimbangi kebijaksaan dalam diri kamu agar bisa memecah kebuntuan masalah.

Baca juga: Kembangkan budaya perusahaan di kantormu dengan 5 hal ini!

Menambah kemungkinan promosi

berpikir kritis

Masa iya berpikir kritis bisa membuat kamu dipromosi? Jawabannya tentu saja bisa, tidak pasti tapi memungkinkan. Soalnya, semakin kritis kamu berpikir, semakin banyak pula solusi yang bisa kamu tawarkan untuk satu masalah. Bayangkan kontribusi yang kamu berikan pada tim dan tim berikan pada perusahaan jika para karyawannya bisa berpikir kritis dalam bekerja?

Perusahaan juga akan melihat konsistensi kamu dalam meningkatkan inovasi dan memberi solusi, belum lagi kalau hasil pemikiran kamu membawa respon positif dari klien atau pembeli produk. Tinggal tunggu waktu saja untuk kamu mendapatkan promosi dari bos di kantor.

 

Berpikir kritis itu memang harus dibiasakan setiap hari, supaya tidak lupa caranya berpikir dengan kritis. Itu tadi 6 alasan mengapa pola pikir yang kritis perlu diterapkan di dunia kerja. Manfaatnya juga banyak untuk diri sendiri, pekerjaan juga akan lebih mudah diselesaikan dan membuahkan keuntungan. Bagaimana dengan kamu? Apa sudah menerapkan cara berpikir kritis selama bekerja?

Selain memberikan informasi seputar karier, Glints juga bisa membantumu menemukan berbagai lowongan kerja, mulai dari magang, part-time, project-based, sampai full-time. Yuk, sign up sekarang!

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up