Fresh Graduate Susah Dapat Kerja? 6 Alasan Ini Bisa Jadi Penyebabnya!

Diperbarui 01 Des 2020 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Salah satu hal yang paling menakutkan setelah lulus perguruan tinggi adalah saatnya harus mencari kerja. Kenapa? Alasannya tak lain dan tak bukan adalah karena banyak yang bilang bahwa fresh graduate biasanya susah dapat kerja.

    Apakah memang benar begitu?

    Sebenarnya, ini tak selalu sama untuk semua orang.

    Namun, apa, sih, hal-hal umum yang biasanya membuat seorang lulusan baru merasa susah saat cari kerja pertamanya?

    Yuk, ketahui beberapa alasannya di artikel yang sudah Glints siapkan untukmu berikut ini!

    Baca Juga: 8 Skill yang Harus Dimiliki oleh Fresh Graduate agar Lebih Mudah Dapat Kerja

    1. Kompetisi yang sengit

    kenapa fresh graduate susah dapat kerja

    © Investopedia.com

    Sudah menjadi pengetahuan semua orang bahwa jumlah pencari kerja di Indonesia ada sangat banyak setiap tahunnya.

    Hal ini tentu merupakan salah satu penyebab kenapa fresh graduate cenderung lebih susah dapat kerja, apalagi dengan pengalaman yang minim.

    Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah angkatan kerja di Indonesia per bulan Agustus 2020 mencapai 138,22 juta orang.

    Angka ini meningkat sebanyak 2,36 juta orang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Dengan kenaikan jumlah ini, otomatis Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga semakin tinggi.

    Tahun ini, angkanya naik sebanyak 0,24%.

    Persaingan di industri spesifik bisa menjadi lebih ketat lagi apabila banyak peminatnya.

    Oleh karena itu, semakin sulit untuk tampil menonjol dibanding ribuan pelamar lainnya.

    2. Kurang skill

    fresh graduate susah cari kerja

    © Freepik.com

    Salah satu cara menjadi unggul dibanding para pelamar kerja lainnya adalah dengan menampilkan skill yang telah diasah sejak kuliah.

    Namun, ternyata, masih banyak pelamar yang tidak memiliki hard skill dan soft skill yang cukup untuk pekerjaan yang dilamarnya.

    Hal ini tentunya merupakan salah satu alasan besar kenapa susah bagi fresh graduate untuk dapat kerja.

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tanpa skill yang menonjol, persaingan saat melamar kerja akan semakin sulit.

    Sebagai fresh graduate, sebaiknya kita memiliki skill di atas rata-rata agar dipilih oleh perusahaan impian.

    Untuk mempersiapkannya, kamu bisa mengikuti pelatihan-pelatihan, mengasah kemampuan secara mandiri, dan dengan melakukan berbagai cara lainnya selama kuliah.

    Jadi, ketika lulus, ada banyak skill relevan dengan industri kerja yang dituju untuk ditawarkan pada perusahaan sebagai nilai jualmu.

    3. Kurang pengalaman

    fresh graduate susah cari kerja

    © Pexels..com

    Pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, dan lainnya adalah hal yang baik untuk dicantumkan dalam CV, khususnya untuk fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja.

    Jika sebagai fresh graduate kamu tidak punya cukup pengalaman, tak heran kenapa susah bagimu untuk dapat kerja.

    Fresh graduate dengan pengalaman minim cenderung merasa lebih susah untuk cari kerja dibanding yang aktif selama perkuliahan.

    Menurut Indeed, bagian pengalaman di CV merupakan hal yang sangat penting untuk menunjukkan kualifikasimu.

    Baca Juga: Fresh Grad, Ini Tips dan Contoh CV Menarik meski Tanpa Pengalaman Kerja

    4. Skill komunikasi buruk

    kenapa fresh graduate susah dapat kerja

    © Freepik.com

    Skill komunikasi mungkin terdengar sepele.

    Padahal, kurangnya skill komunikasi adalah salah satu alasan utama kenapa fresh graduate susah dapat kerja.

    Mungkin CV-mu sudah keren, mungkin juga pengalamanmu sudah banyak.

    Akan tetapi, tanpa kemampuan mengomunikasikan apa pencapaianmu, keunggulan dirimu, dan pengetahuanmu dengan baik sebagai fresh graduate, cari kerja akan tetap saja susah.

    Kemampuan ini tidak hanya penting untuk membantu dalam mencari kerja, tetapi juga dalam mempertahankan pekerjaan.

    Jangan khawatir jika merasa masih kurang. Sebab, kemampuan berbicara dengan baik bisa diasah sedikit demi sedikit.

    5. Networking kurang luas

    © Unsplash.com

    Di era digital ini, networking telah menjadi sangat penting.

    Membangun relasi kini sudah semakin mudah, dan hal ini sangat bermanfaat dalam pencarian kerja.

    Dengan networking yang baik, seharusnya fresh graduate tidak lagi bertanya-tanya kenapa ia susah dapat kerja.

    Pasalnya, networking biasanya membuka seseorang pada begitu banyak kesempatan.

    Untuk memperluas jaringan, kamu bisa melakukannya lewat media sosial maupun dengan menghadiri event-event yang relevan dengan industri kerjamu.

    6. Tidak berani follow-up

    © Pexels.com

    Kurangnya keberanian fresh graduate mem-follow-up hasil interview kerja ternyata adalah salah satu faktor yang mempersulit cari kerja.

    Padahal, dengan etika follow-up yang baik, kita bisa memperbesar kemungkinan lolos ke tahap perekrutan selanjutnya, lho.

    Bahkan, perekrut cenderung lebih mempertimbangkan kandidat-kandidat yang melakukan follow-up dibanding yang tidak.

    Baca Juga: Ingin Follow Up Interview Kerja? Pahami Dulu 6 Hal yang Harus Jadi Perhatianmu

    Nah, itulah 6 alasan kenapa fresh graduate sering susah dapat kerja. Apakah kamu merasa salah satunya ada pada dirimu?

    Tenang, selalu ada waktu untuk memperbaiki diri.

    Untuk itu, baca artikel-artikel Glints mengenai tips cari kerja dan pengembangan diri, ya!

    Jangan lupa juga berlangganan newsletter blog-nya agar bisa langsung dapat artikel terpercaya ke kotak masuk emailmu.

    Yuk, buat akun dan langsung mulai langganan gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3 / 5. Jumlah vote: 6

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait