Gunakan Data Sandbox untuk Kolaborasi dan Uji Data yang Efisien

Tayang 02 Feb 2021 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana

Sewaktu kecil, kamu pasti pernah membuat replika bangunan dari pasir, bukan? Nah, ternyata konsep tersebut diadopsi ke dunia data science. Hal itu disebut dengan data sandbox.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Konsep ini serupa dengan kotak pasir yang sering dimainkan oleh anak kecil.

Pasalnya, hampir semua perusahaan sudah menerapkan istilah yang satu ini, lho. Mereka menganggap konsep ini sebagai sesuatu yang amat penting.

Sebenarnya, apa itu data sandbox? Apa persamaannya dengan kotak pasir yang sesungguhnya? Baca artikel ini hingga akhir untuk tahu penjelasannya, ya.

Baca Juga: Kupas Tuntas Data Pipeline, Kunci Mengelola Informasi di Perusahaan

Apa Itu Data Sandbox?

data sandbox

© Freepik.com

Bayangkan suatu kotak besar yang berisi pasir. Biasanya, di mana ada kotak tersebut, maka ada banyak anak yang bermain di dalamnya.

Mereka mengaduk, mencampur, dan membangun pasir menjadi sebuah replika bangunan. Bahkan, terkadang mereka saling membantu untuk membangun satu rumah-rumahan.

Gambaran itulah yang terjadi dalam data sandbox.

Dikutip dari Techopedia, data sandbox adalah platform yang digunakan untuk mengeksplor kumpulan informasi perusahaan.

Di dalamnya, terdapat interaksi dan kolaborasi antar data scientist.

Platform yang satu ini terpisah dari data architect, seperti kata BlueGranite. Meski begitu, ia justru bisa menyimpan data dalam jumlah yang sangat besar.

Lantas, mengapa perusahaan memerlukan data sandbox?

Pasalnya, platform ini bisa membuat kinerja perusahaan menjadi lebih efisien. Perusahaan bisa mendapat wawasan dari data mereka dalam waktu yang singkat.

Hal ini terjadi karena data sandbox memungkinkan pelaku data untuk menggali informasi kapan pun.

Selain itu, platform ini juga bisa diakses oleh berbagai tim. Jadi, mereka bisa mencari kebutuhan datanya tanpa melibatkan tim IT.

Baca Juga :  Metode Scrum: Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Peran-Peran di Dalamnya

Oberlo juga mengungkapkan bahwa data sandbox menjadi tempat untuk menguji ide, memanipulasi data, dan melakukan percobaan.

Seluruh proses tersebut bisa dilakukan tanpa mengganggu proses operasional perusahaan.

Baca Juga: Ketahui Pentingnya Data Storytelling untuk Kesuksesan Bisnis di Era Digital

Manfaat Data Sandbox

lindungi data perusahaan ketika kerja dari rumah

© Freepik.com

Apakah data sandbox sepenting itu hingga perusahaan wajib memilikinya? Jawabannya adalah iya.

Berikut berbagai manfaatnya yang bisa memberi keuntungan bagi perusahaan, seperti dirangkum dari Ivy Professional School.

  • memberi akses, penyaringan, dan kombinasi data dari berbagai sumber (internal dan eksternal)
  • memungkinkan data scientist menganalisis data sesuai kebutuhan
  • menyediakan area khusus untuk menyimpan dan melakukan pemrosesan data
  • memungkinkan data scientist untuk menggali data terlebih dahulu sebelum menyerahkannya ke tim business intelligence
  • memungkinkan integrasi antara data eksternal dengan database perusahaan
  • menyediakan ruang eksplorasi data tanpa memengaruhi sistem dan operasional perusahaan

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah 7 Perbedaan Data Warehouse dan Data Mart

Tipe-Tipe

perbedaan machine learning dan deep learning

© Pexels.com

Data sandbox tidak hanya berdiri sebagai satu platform. Sejatinya, ada tiga tipe yang biasa digunakan oleh perusahaan.

Penjelasannya adalah sebagai berikut, seperti dilansir dari QATestLab.

1. Development sandbox

Tipe sandbox yang satu ini dimanfaatkan perusahaan untuk membuat fitur baru. Selain itu, tipe ini juga bisa digunakan untuk mengembangkan fitur yang sudah ada.

2. Project integration sandbox

Setelah pengembangan fitur, tahap berikutnya adalah mengintegrasikannya. Semua fitur digabung dan dijui dalam project integration sandbox.

Fungsi dari tipe ini adalah memeriksa apakah semua fitur sudah berfungsi dengan baik.

Bila ada kesalahan dalam proses integrasi, sistem akan dikembalikan ke development sandbox.

3. Demo sandbox & QA sandbox

Dalam dua sandbox sebelumnya, data sudah diolah menjadi rancangan fitur atau produk yang baru.

Baca Juga :  Rencanakan Proyek yang Kolaboratif dan Efektif dengan Creative Brief

Nah, tahap berikutnya adalah demo dan pra-produksi. Proses ini dilakukan di demo sandbox & QA sandbox.

Pada tahap ini, semua sistem diuji sekali lagi hingga dianggap layak rilis. Setelah itu, barulah fitur disebarkan ke publik.

Baca Juga: 6 Pekerjaan Big Data Terpopuler dan Paling Banyak Dicari oleh Perusahaan

Data sandbox memang memiliki peran besar dalam data perusahaan. Tak heran, berbagai lini bisnis sudah menerapkan konsep yang satu ini.

Di samping itu, perusahaan juga sudah semakin peduli dengan data. Mereka terus memaksimalkan tim data dalam kerjanya sehari-hari.

Namun, data science tidak hanya membicarakan tentang data sandbox. Ada banyak strategi data lainnya yang diterapkan oleh perusahaan.

Kamu bisa mempelajarinya satu per satu di webinar Glints ExpertClass. Di sana, ada banyak pakar data yang dengan senang hati membagikan ilmunya.

Menariknya lagi, kamu bisa bertanya jawab langsung dengan mereka, lho.

Jadi, jangan sampai kehabisan kuota. Cek jadwal kelasnya sekarang juga!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon