Utamakan Data dan Logika, Apa Itu Data-Informed Decision Making?
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Apakah kamu tertarik kerja di dunia data? Jika begitu, data–informed decision making adalah proses yang wajib kamu pahami.
Memangnya, apa pengertian dari istilah ini? Mengapa ia begitu penting?
Penjelasannya ada di bawah ini. Simak selengkapnya, yuk!
Isi Artikel
Mengenal Data-Informed Decision Making
Kata Qlik, data–informed decision making adalah sebuah proses mengubah data atau informasi.
Nah, informasi ini disulap menjadi pengetahuan yang actionable dan terpercaya. Nantinya, semua itu akan membantu proses pengambilan keputusan.
Definisinya memang sederhana tetapi, praktiknya tidak semudah teorinya.
Untuk menjadi data–informed, kamu harus memahami biasmu sendiri. Selain itu, data juga harus dikritisi dan dipelajari baik-baik.
Dalam artikel lainnya, Qlik menuliskan skill lain yang harus dimiliki untuk menerapkan proses ini. Skill itu di antaranya adalah:
1. Ekstraksi data
Tentu saja, untuk mengambil keputusan dengan melibatkan data, kamu membutuhkan data itu sendiri. Oleh karena itu, data wajib diekstraksi.
Dalam skala kecil, kamu bisa saja menggunakan data yang kecil dan sedikit. Dalam ukuran yang lebih besar, kamu membutuhkan big data.
Baca Juga: Tips Agar Cepat Pintar Belajar Data Mining
2. Pengubahan dan standardisasi data
Setelah data didapatkan, kamu harus menyesuaikan formatnya dengan kebutuhan. Di sini, kamu bisa melakukan data cleaning dan data organizing.
Proses ini memang memakan waktu yang lama. Akan tetapi, ia sangatlah penting. Ingat, data yang sudah rapi dan bersih tentu lebih mudah dianalisis.
3. Matematika statistika, dan data science
Seperti yang sudah disebutkan berkali-kali, data–informed decision making adalah proses yang melibatkan data.
Sudah pasti, untuk melakukannya, kamu butuh kemampuan dasar matematika. Statistika juga bisa jadi penunjang proses ini.
Jika informasi yang dilibatkan memang besar, kamu bisa menggunakan data science. Dengan bantuan AI dan machine learning, pengambilan keputusanmu bisa jadi lebih lancar.
4. Berpikir kritis
Ingat, dalam proses ini, data hadir sebagai pemberi informasi saja. Kamu tidak bisa serta-merta mengambil keputusan atas data saja.
Dengan alasan ini, kamu harus bisa berpikir kritis. Mengapa data bisa menunjukkan A, bukannya B? Jika memang begitu, apa yang harus kamu lakukan?
Baca Juga: Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Data Analyst, Data Scientist, dan Data Engineer
Mengapa Data-Informed Decision Making Penting?
Kata Interana, tim growth dari Facebook mulai kerja lewat pengamatan kecil-kecilan. Mereka memantau orang-orang yang menggunakan media sosial ini dalam jangka waktu yang panjang.
Tim ini mencoba menghubungkan informasi itu dengan informasi lainnya. Contoh informasinya adalah early friend acquisition.
Pada akhirnya, kombinasi data ini dijadikan metric alias ukuran.
Terlebih lagi, ternyata, fakta ini bisa digunakan untuk mengembangkan Facebook. Apa yang harus dilakukan perusahaan agar terus berkembang?
Dengan alasan ini, data–informed decision making adalah hal yang penting. Sebab, lewatnya, kamu bisa menemukan celah-celah peluang.
Nantinya, peluang ini bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan bisnis.
Data-Informed vs Data-Driven
Bicara soal data–informed, ada istilah lain yang kerap mengiringinya. Istilah itu adalah data–driven.
Kata Cleverism, dalam konteks data–driven, data memimpin pengambilan keputusan. Selain itu, sebagian besar kebijakan diambil berdasarkan data.
Sementara itu, data–informed adalah metode yang sedikit berbeda. Glints sudah sempat menyinggungnya di atas.
Dalam proses ini, data digunakan untuk menciptakan hipotesis. Nah, nantinya, hipotesis ini harus dibuktikan.
Terlebih lagi, dalam metode ini, data dilihat lewat berbagai konteks. Semuanya bergantung pada kasus spesifik. Nantinya, kasus ini akan dianalisis untuk menciptakan keputusan.
Kata UX Collective, keduanya bukanlah sebuah pilihan. Semua bisa disesuaikan dengan waktu dan kesempatanmu.
Ada waktu tertentu di mana kamu harus menggunakan data–informed. Pada kesempatan lain, pendekatan data–driven lebih cocok digunakan.
Baca Juga: 6 Pekerjaan Big Data Terpopuler dan Paling Banyak Dicari oleh Perusahaan
Selesai sudah penjelasan dari Glints. Setelah ini, tentu saja, data–informed decision making adalah proses yang sudah kamu pahami.
Pada masa kini, banyak perusahaan yang membutuhkan para ahli di bidang data, lho. Dengan alasan ini, apakah kamu semakin tertarik berkarier di bidang data?
Jika begitu, lamar lowongan kerja di dunia data, yuk! Glints punya sederet peluangnya di job marketplace. Jangan tunda-tunda lagi, kejar pekerjaan impianmu sekarang!
