Cara Kerja di Jepang: Panduan Lengkap 2025 untuk Pencari Kerja

Diperbarui 08 Apr 2025 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Irene Didy

Artikel ini akan membahas tuntas cara kerja di Jepang bagi WNI dan pencari kerja di Indonesia, dari jalur pendaftaran hingga kehidupan kerja di sana.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Jadi kamu yang ingin kerja di Jepang tapi bingung mulai dari mana bisa mulai membangun rencana dan memulai langkah yang konkret.

Cara Kerja di Jepang

1. Lewat program pemerintah (G to G Jepang)

Program pemerintah ini difasilitasi oleh BNP2TKI (sekarang BP2MI) bekerja sama dengan IM Japan dan lembaga pemerintah Jepang lainnya. Maka, status program G to G Jepang ini resmi.

Berikut pertimbangan kelebihan dan kekurangan cara kerja di Jepang lewat program pemerintah.

Kelebihan:

  • Biaya lebih murah (disubsidi pemerintah)
  • Proses legal dan resmi
  • Pelatihan bahasa dan keterampilan disediakan

Kekurangan:

  • Seleksi sangat ketat
  • Proses bisa lebih lama
  • Terbatas pada jenis pekerjaan tertentu seperti caregiver, manufaktur, pertanian

2. Jalur swasta

Ada dua cara kerja di Jepang lewat jalur swasta. Yang pertama adalah SSW atau Tokutei Ginou untuk pekerja full-time, yang kedua adalah program magang. Berikut ulasannya.

SSW (Tokutei Ginou)

Melalui jalur SSW (specified skill worker) atau Tokutei Ginou, perusahaan penyalur tenaga kerja atau rekrutmen agensi swasta bekerja sama dengan user (perusahaan Jepang) yang perlu tenaga kerja. Dalam kerja sama ini, pekerja asing akan mendapatkan izin tinggal dan bekerja berdasarkan visa kerja keahlian khusus.

Maka, penerima visa jenis ini harus sudah memiliki keahlian yang spesifik dalam bidang yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan tujuan.

Izin tinggal dan bekerja untuk visa jenis ini tak terbatas, berbeda dengan program magang (Ginou Jisshu).

Program magang (Ginou Jisshu)

Technical Intern Training Program (TITP) atau Ginou Jisshu adalah program magang yang tujuannya adalah melatih pekerja mengembangkan skill khusus, bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaannya.

Baca Juga :  Jaksa: Apa Itu, Tugas, Syarat, dan Gaji Berdasarkan Golongan

Karena itu, ada batas waktu yang ditetapkan untuk program ini, tidak seperti Tokutei Ginou yang tak terbatas waktu tertentu.

Nah, untuk cara kerja di Jepang jalur swasta ini, ada beberapa kelebihan dan kekurangannya yang perlu kamu pertimbangkan.

Kelebihan:

  • Lebih banyak variasi pekerjaan
  • Bisa masuk jalur spesialis
  • Proses bisa lebih cepat jika dokumen lengkap

Kekurangan:

  • Biaya lebih tinggi (tergantung agensi atau paket layanan yang kamu pilih)
  • Harus cermat memilih agensi yang terbukti legal dan berizin

Syarat Kerja di Jepang

Syarat kerja di Jepang sebetulnya cukup umum. Namun, ini semua kembali lagi pada cara kerja di Jepang yang kamu pilih serta kebutuhan dari perusahaan yang merekrut kamu.

Usia

  • Umumnya 18-30 tahun
  • Beberapa program (seperti caregiver) bisa menerima hingga usia 35

Jenis kelamin

  • Terbuka untuk pria dan wanita
  • Beberapa bidang seperti konstruksi lebih banyak untuk pria
  • Caregiver dan hospitality lebih terbuka untuk wanita

Pendidikan

  • Minimal SMA/sederajat untuk program G to G dan Tokutei Ginou
  • D3/S1 diperlukan untuk jalur engineer dan spesialis

Keahlian

  • Keahlian spesifik (misalnya pengelasan atau welding, CNC, caregiving) sangat dibutuhkan
  • Sertifikat pelatihan atau pengalaman kerja akan jadi nilai plus

Bahasa

  • Mayoritas pekerjaan mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang minimal level N4 (dasar)
  • Untuk pekerjaan seperti caregiver atau customer service, minimal N3 bahkan N2 lebih disukai
  • Sertifikasi resmi JLPT (Japanese Language Proficiency Test) sangat dianjurkan
  • Beberapa program menerima ujian lain seperti JFT-Basic atau NAT-Test sebagai ganti JLPT

Kesehatan

  • Wajib sehat jasmani dan rohani
  • Tidak memiliki penyakit menular
  • Sudah mendapatkan beragam jenis vaksin yang diwajibkan pemerintah Jepang
  • Beberapa program mewajibkan medical check-up menyeluruh

Status pernikahan

  • Tidak ada syarat khusus untuk status pernikahan (sudah/belum menikah punya peluang yang sama)
  • Pekerja dengan jalur SSW satu tidak diperbolehkan membawa anggota keluarga ke Jepang
  • Pekerja dengan jalur SSW dua boleh membawa anggota keluarga inti ke Jepang
Baca Juga :  YouTuber vs Streamer, Karier Mana yang Lebih Menjanjikan?

Administrasi

Berikut dokumen-dokumen penting yang harus disiapkan:

  • Paspor yang masih berlaku
  • KTP dan KK
  • Ijazah terakhir (dilengkapi dengan terjemahan bahasa Inggris/Jepang yang tersumpah)
  • Sertifikat bahasa Jepang (JLPT/JFT/NAT)
  • Surat keterangan sehat
  • SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
  • Visa kerja sesuai jenis pekerjaan
  • Dokumen tambahan dari agensi atau lembaga pelatihan

Budaya Kerja di Jepang

Untuk kandidat, akan ada tes yang menilai seberapa cocok kamu dengan budaya kerja di Jepang. Maka, kisi-kisi budaya kerja di Jepang yang harus kamu pahami antara lain:

Disiplin dan tepat waktu

  • Terlambat 1 menit bisa dianggap tidak profesional
  • Kerapian, keteraturan, dan keseragaman dijunjung tinggi

Hierarki dan senioritas

  • Sangat menghormati atasan dan senior
  • Bahasa tubuh dan cara bicara harus sopan (keigo)
  • Karyawan diharapkan untuk mematuhi perintah atasan

Kerja tim

  • Meski kerja perorangan dihargai, kerja tim adalah nilai yang paling utama
  • Rapat dan diskusi rutin untuk menyatukan pandangan

Lembur

  • Budaya lembur masih cukup kental
  • Namun, kini mulai dikontrol pemerintah dengan regulasi jam kerja

Loyalitas

  • Karyawan diharapkan untuk membuktikan loyalitas pada perusahaan
  • Totalitas dan dedikasi saat bekerja merupakan poin penting

Prospek Kerja di Jepang

Kalau sudah tahu cara kerja di Jepang, kamu perlu gambaran seperti apa peluang dan prospek kerja di Jepang secara umum.

Sektor yang Banyak Membuka Lowongan

  • Manufaktur
  • Konstruksi
  • Caregiver/kaigo
  • Hospitality (hotel, restoran)
  • IT dan engineering
  • Otomotif
  • Pertanian
  • Perikanan
  • Makanan dan pengolahan makanan

Peluang setelah kontrak selesai

  • Ada kesempatan untuk perpanjangan kontrak
  • Naik level ke visa kerja permanen bila memenuhi semua syarat
  • Pulang ke Indonesia dengan pengalaman dan gaji tinggi

Karier jangka panjang

  • Jika menunjukkan performa baik dan fasih berbahasa Jepang, bisa naik jabatan
  • Banyak yang akhirnya jadi penerjemah, supervisor, atau bahkan direkrut perusahaan global

Modal yang Harus Disiapkan

Perhatikan modal awal yang pencari kerja harus siapkan. Kira-kira beginilah kisarannya, berdasarkan cara kerja di Jepang yang kamu pilih:

Baca Juga :  Tips Menulis Email Permohonan Kenaikan Gaji & Contohnya

Jalur pemerintah

  • Biaya administrasi dan pelatihan: Rp5-10 juta
  • Paspor, visa, medical check-up, dan tiket dibantu pemerintah

Jalur swasta

  • Biaya total: Rp30-70 juta (tergantung agensi dan jenis pekerjaan)
  • Termasuk pelatihan bahasa, visa, medical check-up, dan tiket keberangkatan

Tabungan pribadi

  • Disarankan punya tabungan cadangan setidaknya Rp10 juta
  • Untuk kebutuhan darurat atau biaya awal (sebulan pertama) hidup di Jepang ketika belum menerima upah

UMR & Biaya Hidup di Jepang

Perlu diketahui, pengupahan di Jepang menganut sistem per jam. Jadi, upahmu akan dibayarkan berdasarkan berapa jam kerja yang kamu jalani dalam seminggu atau sebulan.

Standar upah per jam di Jepang berbeda-beda, tergantung di mana kamu bekerja. Misalnya, di kota besar tentu rate-nya lebih besar daripada desa, tapi dengan biaya hidup yang lebih tinggi pula.

UMR Jepang

Mari kita simak ilustrasinya. Kalau per jam UMR Jepang di kota Tokyo adalah 1.163 yen dan kamu bekerja selama 40 jam seminggu, dalam sebulan gaji yang akan kamu terima adalah 186.080 Yen atau sekitar Rp19 juta per bulan.

Ulasan lengkap tentang UMR Jepang di setiap perfektur ada dalam artikel UMR Jepang: Besaran, Peluang Kerja, Biaya Hidup ini.

Biaya hidup di Jepang untuk satu (1) orang

Sekali lagi, biaya hidup per orang di Jepang tergantung dari kota tempat tinggalmu dan kebiasaan spending pribadi. Selain itu, setiap perusahaan menawarkan benefit yang berbeda-beda bagi karyawannya.

Ada beberapa yang menyediakan tempat tinggal atau memberikan tunjangan transportasi dan makan. Dengan begitu, pengeluaran untuk biaya hidup pekerja bisa ditekan.

Melansir situs Biro Statistik Jepang, rata-rata biaya hidup per bulan di Jepang bagi satu orang berada di angka 166.773 Yen atau sekitar Rp17 juta per bulan.

Kesimpulan

Kerja di Jepang memang penuh tantangan, tapi juga penuh peluang. Dengan persiapan yang matang dan informasi yang tepat, kamu bisa memulai karier global dan meningkatkan kualitas hidup.

Pastikan kamu memilih cara kerja di Jepang yang sesuai, penuhi syarat selengkapnya, dan terus belajar bahasa serta budaya Jepang.

Selamat berjuang dan semoga sukses kerja di Jepang, ya!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon