Apakah Pensiun Dini Pilihan Terbaik?

Diperbarui 07 Jun 2022 - Dibaca 7 mnt
Rendy Andriyanto Seseorang yang lebih banyak menulis tentang digital marketing dan bisnis, sesekali juga menulis untuk bermuhasabah dan menggerutu.

Isi Artikel

    Pensiun dini yang sejahtera adalah sebuah impian yang hampir dimiliki semua orang untuk mendapatkan uang pesangon yang lebih tinggi. Sekarang ini beberapa perusahaan menerapkan kebijakan kepada staf atau pegawainya untuk pensiun lebih dini sebelum mencapai usia yang ditetapkan. Tujuan dari perusahaan yang menerapkan kebijakan tersebut karena untuk memudahkan dalam mendidik orang-orang baru yang lebih segar dalam perputaran karyawan di dalam perusahaan. Keuntungan lain bagi Kamu dengan tujuan pensiun dini yaitu dapat memberikan kesempatan untuk memulai usaha baru sejak dini, yang mungkin sudah menjadi cita-cita lama kamu sebelum bekerja kantoran.

    Baca Juga: Apakah Menjadi Perfeksionis Menghalangi Kariermu?

    Meskipun terlihat seperti banyak sekali keuntungan menggiurkan yang kamu akan dapatkan saat pensiun dini, pada kenyataannya untuk menjalankan sebuah prosedur perencanaan tidak semudah saat membuat rencana saat awal.

    Hal tersebut yang selalu membuat kamu merasa bimbang untuk memutuskan apakah telah mantap untuk pensiun lebih dini atau tidak. Sebelum memutuskannya, sebaiknya Kamu membaca beberapa ulasan yang akan kami bahas tentang cara menimbang keputusan terbaik sebelum Kamu pensiun dini agar tidak salah arah.

    Syarat Pensiun Dini yang Harus Dipikirkan Diri Pribadi

    © Freepik.com

    1. Tentukan pekerjaan setelah pensiun

    Jika Kamu hanya mengandalkan dana pesangon saja untuk kebutuhan hidup sehari-hari itu tidak akan cukup memenuhi kebutuhan keluarga Kamu, bahkan jika Kamu tidak mempunyai penghasilan lain, maka uang pesangon Kamu sedikit demi sedikit akan terkuras habis.

    Maka dari itu, pentingnya sebuah pekerjaan pengganti yang dapat menjadikan penghasilan rutin paska pensiun dini sangat diperlukan, atau bahkan Kamu dapat memanfaatkan uang pesangon dengan memulai membangun sebuah usaha menjadi pedagang kecil seperti mendirikan sebuah toko di rumah.

    Bahkan jika Kamu berasal dari wilayah perkampungan Kamu dapat menjadi seorang petani yang bekerja bercocok tanam di sawah atau kebun Kamu untuk sebuah pekerjaan dengan menghasilkan berbagai macam seperti kopi, padi, jagung, bermacam sayuran hingga buah buahan.

    Tertarik untuk menjalankan usaha setelah pensiun? Baca strategi bisnis untuk meningkatkan penjualan usaha kecilmu disini.

    2. Membuat rencana investasi sebelum menyatakan pensiun

    Memangnya setelah pensiun Kamu mau ngapain?, sebuah kata yang sering menjadi pertanyaan banyak orang. Maka dari itu jangan gegabah saat memutuskan untuk berhenti kerja, karena tanpa perencanaan yang matang dan tanpa tujuan yang jelas, bisa jadi Kamu akan mengalami kebangkrutan secara mendadak.

    Untuk itu sebelum Kamu berhenti bekerja, cobalah untuk mulai merencanakan investasi online atau offline saat masih kerja yaitu dengan membeli sebidang tanah di perkampungan yang harganya cukup murah, karena harga tanah tidak akan turun jika dijual di masa yang akan datang malah akan akan terus naik nilai jualnya.

    Bahkan jika mempunyai tanah Kamu dapat menggunakannya untuk wirausaha kecil sejak dini, yang pastinya tidak mengganggu pekerjaan utama Kamu pada sekarang ini, usaha yang mungkin dapat ditinggal adalah dengan ternak ikan, atau bercocok tanam.

    Nah jika Kamu sudah memulai kegiatan tersebut, pastinya pada saat tiba masa pensiun Kamu sudah mempunyai kegiatan yang dikerjakan ke-depannya untuk pendapatan penghasilan utama Kamu setelah pensiun.

    Investasi yang dapat Kamu gunakan dalam jangka panjang selain tanah adalah dengan emas, berbeda dengan Kamu membeli, kendaraan atau perabotan lainnya yang jika Kamu investasi dengan emas, maka akan semakin naik harganya.

    Hal tersebut sangat jelas harga jual logam murni ini juga tidak akan terpengaruh dengan kondisi naik turunnya rupiah terhadap dolar, bahkan jika Kamu dalam situasi kondisi sangat mendesak sekalipun, untuk memperoleh uang yang cukup besar pun tidak akan kesulitan dengan menjual emas ini secara dadakan atau dalam waktu yang singkat.

    3. Pendidikan anak

    Saat anak Kamu mulai dewasa maka akan semakin banyak kebutuhan yang akan bertambah, seperti contohnya pendidikan seorang anak di jenjang perguruan tinggi yang memerlukan biaya yang tidak sedikit apalagi jika harus indekos karena lokasi yang jauh.

    Maka dari itu Kamu harus benar-benar mempertimbangkan kembali untuk pensiun dini, pastikan semua anak Kamu sudah menyelesaikan pendidikannya, walaupun pensiun dini akan mendapatkan pesangon yang besar namun itu malah akan menambah beban di keluarga Kamu karena tidak ada pemasukan rutin setiap bulan.

    Bahkan jika terjadi kasus anak Kamu belum menyelesaikan pendidikannya Kamu sudah harus pensiun karena usia yang sudah mencapai batas, maka jangan lupa untuk mulai berinvestasi atau membuat usaha sampingan mulai sejak dini yang tidak mengganggu pekerjaan saat ini.

    Berikut ini adalah hasil survey rata-rata biaya pendidikan anak di tingkat sekolah dasar.

    biaya sekolah dasar

    © Halomoney

    4. Melunasi utang sebelum pensiun

    Jika Kamu mempunyai tanggungan utang seperti contoh cicilan rumah, mobil, motor, atau yang lainnya, mungkin Kamu harus segera menganalisa kapan semua itu dapat lunas. Jangan sampai jika Kamu pensiun masih mempunyai banyak tanggungan karena utang Kamu belum lunas.

    Tanggungan utang yang belum terlunasi hingga Kamu sudah tidak lagi bekerja akan sangat merugikan kesehatan keuangan keluarga Kamu, bisa jadi setelah Kamu pensiun mendapatkan pesangon untuk wirausaha untuk menyambung penghasilan malah digunakan semuanya untuk membayar utang.

    Oleh sebab itu cobalah untuk berfikir jernih pada kondisi penghasilan saat ini, Kamu harus lebih cermat dalam membuat perencanaan pembelian harus sesuai dengan kebutuhan hidup, walaupun gaji Kamu minim namun jika Kamu dapat bijak dalam menggunakannya, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, Kamu hidup damai dan kaya dimasa yang akan datang. Ini ada hubungannya tentang bagaimana cara mengatur keuangan.

    5. Mulai menabung sedikit demi sedikit

    Walaupun pada saatnya masa tiba waktu pensiun Kamu akan mendapatkan pesangon yang cukup besar dari perusahaan, namun tidak ada salahnya Kamu menabung sedikit demi sedikit dari mulai sekarang.

    Dengan Kamu mempunyai uang tabungan, maka dapat Kamu mempergunakannya untuk keperluan yang dikiranya sangat mendesak seperti ketika Kamu terkena musibah sakit yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit, dan bahkan jika untuk perbaikan rumah Kamu yang sudah mulai rapuh tanpa mengganggu uang pesangon Kamu.

    Maka dari itu mulai sekarang jangan sia-siakan uang Kamu untuk membeli sesuatu yang tidak bermanfaat atau tidak membutuhkannya, dan jangan malas untuk mencoba menabung sedikit demi sedikit sejak dini demi masa depan Kamu yang cerah.

    6. Merencanakan penggunaan dana pensiun

    Sebagian besar karyawan yang sudah memasuki masa pensiun juga masih bingung dengan penggunaan dana pensiun digunakan untuk apa, mungkin ini adalah sebuah masalah yang cukup patut diperhatikan.

    Dana pensiun yang Kamu peroleh sebaiknya si-sihkan beberapa persen untuk kepentingan sosial, seperti ikut membangun tempat ibadah, berbagi kepada anak yatim maupun masyarakat fakir miskin yang membutuhkan bantuan keuangan.

    Kemudian bagi kembali sisa dari dana yang diperoleh yaitu yang pertama dipergunakan untuk membangun usaha kecil seperti berdagang atau beternak hewan, untuk kebutuhan hidup sehari hari dan yang terakhir sempatkan untuk tetap menabung.

    Dengan begitu jika dana pensiun dapat dikelola dengan cermat bukan hanya kebutuhan sehari hari Kamu yang saja yang tercukupi, bahkan Kamu mempunyai penghasilan dari usaha yang Kamu miliki walaupun kecil namun tetap berjalan lancar.

    Baca Juga: Perbedaan Kerja Keras vs Kerja Cerdas: Mana yang Lebih Efektif?

    Bagaimana denganmu? Apakah semua hal di atas sudah disiapkan sejak sekarang? Jika belum, maka sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum langkah yang akan kamu ambil justru akan membuat keadaan ekonomi kamu semakin menurun. Tapi, kalau kamu masih punya kemampuan/ spesialis di salah satu bidang, maka kamu sangat wajib untuk coba mengirim lamaran pekerjaan di sebuah startup yang membutuhkan. Selain untuk menambah wawasan, bekerja di startup akan membuat dana pensiunan kamu dapat dioptimalkan untuk membangun usaha kecil-kecilan. Sign up sekarang dan dapatkan lowongan tersebut, gratis!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 9

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait