Mengenal Animasi: Pengertian, Jenis, Fungsi, hingga Manfaatnya untuk Bisnis

Diperbarui 19 Jan 2022 - Dibaca 15 mnt

Isi Artikel

    Hingga kini, masih banyak orang yang belum memahami pengertian animasi. Singkatnya, jika senang bercerita melalui tampilan visual, animasi adalah media yang tepat untukmu.

    Animasi memiliki kekuatan storytelling yang jauh lebih besar daripada media lainnya, seperti motion graphic maupun desain grafis. Tak heran, banyak film saat ini dibuat dalam bentuk animasi.

    Selain menjadi media hiburan, ternyata animasi juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan bisnis, lho!

    Sebelum membahasnya lebih lanjut, kamu perlu mengetahui apa itu pengertian animasi dan apa saja tipe-tipenya. Yuk, simak penjelasan Glints berikut ini!

    Baca Juga: 5 Software Animasi yang Harus Dikuasai oleh Animator

    Pengertian Animasi

    perbedaan animasi dan motion graphic

    © Pexels.com

    Pernah menonton film kartun garapan Disney dan Pixar, seperti Toy Story, Finding Nemo, dan The Lion King?

    Selain itu, pernahkah kamu menonton film kartun asal Jepang, seperti Doraemon, One Piece, dan My Neighbor Totoro?

    Film-film tersebut bisa kamu sebut sebagai hasil karya animasi.

    Dikutip dari Hive Studio, pengertian dari animasi sejatinya adalah perubahan cepat dari gambar yang berurutan untuk menciptakan suatu ilusi gerakan. 

    Secara lebih sederhana, Bloop Animation menjelaskan bahwa pengertian dari animasi adalah seni menghidupkan ilustrasi sebuah benda mati atau karakter.

    Definisi tersebut sejalan dengan asal kata animasi. Pasalnya, kata ‘animate’ berasal dari bahasa Latin ‘animare’ yang berarti menghidupkan atau mengisi dengan napas. 

    Animasi dibuat dengan mengurutkan kumpulan gambar, kemudian ditampilkan satu per satu dengan cepat. Gambar pun akan terlihat hidup dan bergerak.

    Faktanya, mata manusia hanya dapat menyimpan satu gambar selama 1/16 detik, seperti ditulis Studio Binder.

    Maka, ketika beberapa gambar muncul secara berurutan dengan cepat, otak akan menggabungkannya menjadi suatu gambar yang bergerak.

    Untuk menciptakan kesan gerakan yang halus, setiap animator harus mempertimbangkan frame rate atau jumlah gambar berurutan yang ditampilkan setiap detik.

    Dalam film, umumnya frekuensi gambar animasi adalah 24 fps (frame per second) sehingga gerakannya terlihat sangat halus.

    Selain digunakan dalam film, belakangan animasi juga banyak dimanfaatkan untuk keperluan bisnis, seperti UI/UX dan periklanan.

    Baca Juga: 5 Software untuk Membuat Motion Graphic bagi Pemula dan Profesional

    Tipe-Tipe Animasi

    motion graphic

    © Freepik.com

    1. Animasi tradisional

    Animasi tradisional adalah tipe animasi yang paling tua.

    Pada awal munculnya animasi tradisional, animator menggambar di atas meja dengan lampu yang menerangi kertas tersebut.

    Dengan begitu, animator bisa melihat gambar-gambar yang telah mereka buat sebelumnya.

    Kemudian, animasi tradisional mulai berkembang. Animator menggambar objek di atas kerja transparan seluloid. Oleh karena itu, animasi tradisional sering juga disebut sebagai cel animation atau animasi sel.

    Animator harus menggambar setiap frame satu per satu untuk menghasilkan urutan animasi.

    Umumnya animasi tradisional dibuat dalam bentuk 2D. 

    Contoh: Pinocchio (1940), Tarzan (1999), The Little Mermaid (1989)

    2. Animasi 2D

    Seperti yang telah Glints sebutkan pada poin sebelumnya, animasi tradisional umumnya dibuat dalam bentuk 2D. Namun, animasi 2D tidak terbatas pada animasi tradisional saja.

    Animasi 2D bisa juga dibuat dengan gambar vektor. Dengan gambar vektor, animasi jadi lebih mudah dikontrol daripada jika berbasis piksel.

    Animasi berbasis vektor menggunakan perhitungan matematika untuk mengubah ukuran gambar sehingga gerakannya lancar, seperti ditulis Studio Binder.

    Menariknya, animator bisa menggunakan karakter yang sama tanpa perlu membuatnya lagi dalam frame yang baru.

    Contoh: Tom and Jerry, SpongeBob SquarePants, Scooby Doo

    3. Animasi 3D

    Animasi 3D adalah tipe animasi yang paling banyak digunakan saat ini.

    Dengan bantuan software animasi 3D, animator bisa menggerakkan bagian tubuh dan mengatur posisi karakter.

    Meskipun terkesan lebih mudah, nyatanya proses tersebut tetap harus dilakukan per frame. 

    Jika kamu tertarik untuk terjun ke dunia animasi 3D, kamu perlu mempelajari cara membuat karakter secara digital, memperhatikan setiap detail, dan membangun kerangka karakter agar dapat dipindahkan dan digerakkan, seperti ditulis New York Film Academy.

    Contoh: Kung Fu Panda (2008), Up (2009), How To Train Your Dragon (2010)

    4. Motion graphic

    Banyak orang menganggap bahwa motion graphic sama dengan animasi. Padahal, motion graphic merupakan bagian dari animasi.

    Motion graphic adalah potongan grafis digital yang digabungkan untuk menghasilkan ilusi gerakan. Tipe animasi yang satu ini menggabungkan unsur animasi dengan desain grafis.

    Biasanya, motion graphic banyak digunakan untuk iklan, tampilan judul film, dan credits.

    Adapun motion graphic kerap digabungkan dengan teks dan voice over.

    5. Stop motion

    Tipe animasi yang terakhir adalah stop motion. Dibandingkan tipe animasi lainnya, stop motion memang masih kalah populer.

    Namun, Disney dan Pixar juga kerap membuat film animasi dengan metode yang satu ini.

    Dikutip dari Dragonframe, stop motion adalah animasi yang diambil satu frame pada satu waktu. Objek akan dipindahkan dari satu frame ke frame berikutnya.

    Pergerakan objek tersebut akan menghasilkan ilusi gerakan objek.

    Sekilas, cara kerja stop motion memang tidak jauh berbeda dengan animasi tradisional atau flipbook.

    Contoh: The Nightmare Before Christmas (1993), Wallace and Gromit (2005), Shaun The Sheep Movie (2015)

    Baca Juga: 5 Rekomendasi Sekolah Animasi di Indonesia

    Animasi dalam Bisnis

    animasi adalah

    © Unsplash.com

    1. Video penjelasan

    Banyak perusahaan ingin menjelaskan instruksi atau langkah penggunaan produk dan jasanya. Namun, informasi tersebut sering dianggap membosankan oleh audiens.

    Nah, kamu bisa memanfaatkan animasi untuk membuat video penjelasan.

    Masukkan poin-poin penting dari produk atau jasa yang kamu tawarkan. Kemudian, masukkan sentuhan animasi dan storytelling di dalamnya.

    Niscaya, videomu akan menarik dan mudah dimengerti oleh audiensmu.

    2. Loading pages

    Ketika membuka sebuah website, kita sering dihadapkan dengan waktu loading yang lama. Hal ini juga bisa terjadi pada audiens dan website-mu.

    Tidak ada audiens yang suka menatap layar kosong. Oleh karena itu, animasi adalah solusi yang tepat. Gunakan animasi untuk membuat loading pages yang menarik.

    Dengan loading pages tersebut, audiens bisa menunggu sembari melihat animasi yang memanjakan mata mereka.

    Tak hanya itu, kamu juga bisa memasukkan berbagai unsur brand-mu di dalamnya.

    3. Transisi

    Tampilan yang statis dalam sebuah aplikasi atau website tentu saja membosankan.

    Maka, kamu bisa menambahkan animasi sebagai transisi dalam berbagai keperluanmu, seperti fades, wipes, dan swipes.

    Hal-hal tersebut terkesan sederhana. Namun, transisi bisa memberikan efek yang menarik pada aplikasi atau website-mu.

    4. Iklan

    Pernah melihat billboard digital di sepanjang jalan? Nah, biasanya perusahaan juga memanfaatkan animasi dalam billboard tersebut.

    Billboard dengan gambar tak bergerak adalah hal yang biasa.

    Namun, kamu bisa menarik perhatian pengendara dengan animasi di billboard-mu. Sambil menghadapi kemacetan, mereka akan tertarik untuk melirik dan memahami pesanmu di dalam billboard tersebut.

    5. Logo

    Bentuk animasi dalam bisnis berikutnya adalah logo.

    Banyak profesional mengatakan bahwa mengubah logo perusahaan adalah hal yang vital dan harus dilakukan dengan hati-hati.

    Namun, menambahkan animasi pada logo adalah pengecualian, seperti ditulis 99designs.

    Kamu bisa memasukkan logo dengan animasi di website, iklan, atau video promosi lainnya. Jadi, audiens akan terkesima dengan logomu.

    Fungsi Animasi

    © Freepik.com

    Tak bisa dimungkiri bahwa animasi adalah tampilan visual yang memiliki sejumlah manfaat menarik untuk keperluan bisnis.

    Namun, di luar hal itu, ilustrasi gambar bergerak ini juga menawarkan berbagai fungsi lainnya yang tak kalah menarik.

    Bahkan, fungsi-fungsinya dapat diterapkan dalam berbagai sektor bidang, seperti entertainment, edukasi, hingga marketing.

    Nah, berikut adalah pemaparan mengenai fungsi dan manfaat yang ditawarkan oleh gambar animasi.

    1. Hiburan

    Fungsi utama dari seni animasi yang sering kita lihat adalah untuk keperluan hiburan.

    Dalam arti, animasi dapat diterapkan untuk memberikan kesenangan pada pembuat atau penontonnya.

    Umumnya, untuk keperluan hiburan, animasi akan ditampilkan pada film dan seri-seri tertentu.

    Membuatnya pun tak bisa sembarangan. Pembuat harus mengeluarkan ide-ide terbaiknya bersamaan dengan sejumlah modal yang tak sedikit.

    2. Advertisement

    Fungsi dari animasi berikutnya adalah untuk diterapkan pada berbagai advertisement atau keperluan periklanan.

    Menurut Hive Studio, animasi memainkan peran yang besar dalam dunia periklanan TV. Banyak perusahaan besar menggunakannya dalam beberapa cara untuk menarik perhatian penonton.

    Animasi juga kini sudah digunakan untuk berbagai iklan di intenet. Banyak perusahaan yang menggunakannya agar tampilan iklan mereka terkesan modern dan tak membosankan.

    3. Presentasi

    Ya, animasi sekarang sering dimanfaatkan oleh banyak pekerja dalam tampilan presentasi mereka.

    Umumnya, ia digunakan untuk melengkapi atau memperindah presentasi yang sudah dirancang, baik dalam bentuk Powerpoint atau aplikasi lain.

    Selain itu, animasi juga dimanfaatkan dalam presentasi untuk menghilangkan kekakuan dan membuat tampilan slide lebih menarik.

    4. Edukasi dan tutorial

    Terakhir, animasi adalah salah satu sarana terbaik untuk keperluan edukasi dan tutorial.

    Hal ini berlaku karena ia dianggap lebih efektif daripada materi yang hadir dalam bentuk teks saja.

    Penjelasannya pun menjadi lebih baik. Sebab, setiap langkah dan detail dalam materi dapat dipaparkan dengan rapi dan teratur.

    Contoh penggunannya adalah pada instansi pendidikan, hingga tutorial pengguna produk yang biasa disediakan perusahaan pada situsnya.

    Baca Juga: Tertarik dengan Desain? Intip 6 Cara Menjadi Desainer Grafis Freelance di Sini

    Demikian penjelasan Glints tentang pengertian animasi, mulai dari definisi, hingga fungsi-fungsinya.

    Kesimpulannya, animasi adalah perubahan cepat dari gambar yang berurutan untuk menciptakan suatu ilusi gerakan. 

    Saat ini, ia menjadi salah satu bidang yang banyak dicari perusahaan. Maka dari itu, apa bila ingin terjun ke dunia desain, menguasai teknik pembuatan animasi bisa menjadi keunggulan bagimu.

    Nah, selain pemaparan di atas, dapatkan informasi serupa yang tak kalah penting pada kanal Graphic Design Glints Blog.

    Di sana, tersedia pembahasan lengkap mengenai istilah dan tips desain grafis lainnya yang sudah Glints ringkas khusus buat kamu.

    Menarik bukan? Jangan sampai ketinggalan informasi. Yuk, baca berbagai artikelnya sekarang. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4 / 5. Jumlah vote: 5

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait