×

Mitos Nilai IPK dalam Menentukan Lamaran Kerja, Gimana?

April 27, 2020 | No Comments

Ketika memasuki dunia perkuliahan, banyak mahasiswa yang terfokus ingin mencapai nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi.

Sampai-sampai kuliah hanya ditujukan untuk mengejar nilai tinggi saja, tanpa networking atau ikut kegiatan yang dapat menjadi bekal karier nantinya.

Namun, seberapa penting sih, nilai IPK tersebut ketika ingin mulai bekerja? Apakah IPK benar-benar menentukan karier kamu ke depannya?

Glints sudah menyiapkan jawabannya di bawah untukmu. Yuk, simak lebih lanjut!

Baca Juga: Menjawab Pertanyaan Mengapa Anda Ingin Bekerja di Perusahaan Kami

Apakah Nilai IPK Tinggi Penting?

nilai IPK

© Pexels.com

Sebelum membahas lebih dalam, menurut kamu sendiri apakah besar IPK penting untuk karier?

Coming Soon
Menurutmu IPK itu penting tidak, sih?
Menurutmu IPK itu penting tidak, sih?
Menurutmu IPK itu penting tidak, sih?

Beberapa perusahaan memang menetapkan minimal IPK rata-rata antara 3.00 sampai 3.30. Akan tetapi, itu juga tergantung dari jenis perusahaan dan bidang pekerjaannya.

Pada dasarnya, asal kampus dan nilai IPK  yang diperoleh dapat dijadikan tolak ukur tanggung jawab kamu saat menjalankan perkuliahan.

Jika IPK  tinggi atau tidak kurang dari 3.00, kemungkinan perusahaan akan lebih mempertimbangkan posisi kamu. 

Namun, tentu saja memiliki IPK tinggi bukan satu-satunya hal yang akan menentukan kariermu. 

Sebagai contoh, jika IPK kamu tidak terlalu tinggi, namun di dalam Curriculum Vitae (CV) tertera bahwa kamu aktif berorganisasi, mengikuti banyak perlombaan, dan pernah magang di berbagai macam tempat.

Pengalaman-pengalaman tersebut justru dapat dijadikan pertimbangan oleh pihak perekrutan, tanpa melihat apakah nilai IPK kamu tinggi atau tidak. 

Dilansir dari Penn & Beyond (Career Services dari University of Pennsylvania), lulusan Universitas Pennsylvania (UPenn) yang mendapatkan kerja di berbagai bidang, 50% rata-rata nilai IPK-nya berkisar antara 3.30 sampai 3.67.

Persentase ini diambil berdasarkan lulusan UPenn yang bekerja di perusahaan besar seperti perusahaan konsultan ternama MBB (McKinsey, Boston Consulting Group, and Bain), perusahaan teknologi seperti Amazon, Apple, Facebook, Microsoft, Alphabet/Google, dan masih banyak lagi bidang lainnya.

Riset ini menunjukkan bahwa meskipun IPK itu penting, perusahaan-perusahaan besar di atas tidak hanya melihat dari situ saja. 

Tentu terdapat pertimbangan lain baik dari sisi kegiatan di dalam dan luas kampus apa saja yang pernah diikuti, skill apa saja yang dikuasai, dan masih banyak faktor lainnya.

Baca Juga: Serba Serbi Kuliah Jurusan Manajemen Bisnis

Hal yang Lebih Penting dari IPK

nilai IPK tinggi

© Pexels.com

Ketika berkuliah, terdapat banyak sekali hal yang lebih penting daripada IPK tinggi saja. 

Nilai IPK tinggi tidak akan menjamin pekerjaan, jika kamu tidak memiliki sifat-sifat dan kemampuan di bawah ini:

Networking

Mengetahui cara networking yang baik merupakan salah satu kunci dalam memulai karier yang baik.

Jika kamu aktif di kampus dan kenal dengan orang-orang hebat, kamu bisa belajar banyak dari mereka.

Tak hanya itu, ketika masuk ke dunia pekerjaan nantinya, kamu bahkan dapat meminta surat rekomendasi dari mereka. 

Dengan surat rekomendasi dari orang yang kredibel dan memiliki banyak pengalaman, lamaran pekerjaanmu akan lebih menonjol dibandingkan pelamar yang lain. 

Hard skill

Terkadang ada orang yang memiliki nilai IPK tinggi, namun tidak memiliki hard skill sama sekali, bahkan dari bidang studi yang menjadi latar belakang mereka. 

Maka dari itu, perlu ditanamkan bahwa yang paling penting adalah bagaimana kamu bisa mempraktikkan ilmu dan skill set, bukan seberapa besar nilai yang diperoleh. 

Kamu bisa terus belajar dan mengasah rangkaian hard skill yang dimiliki, atau menambah skill baru seperti programming, design, dan lain-lain yang sekiranya dibutuhkan di bidang pekerjaan impianmu. 

Soft skill

Soft skill juga bisa menjadi bekal kamu dalam dunia pekerjaan, selain hard skill, networking, dan nilai IPK yang sesuai standar. 

Beberapa hal yang dapat membuat kamu menonjol di antara kandidat lainnya antara lain adalah cara berpikir kritis, kepercayaan diri, ambisi, time management, mudah bersosialisasi, kerja sama dalam tim, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Tertarik Kerja Sambil Kuliah? Begini Cara Mulainya

Meskipun bukan satu-satunya hal yang dipertimbangkan ketika memulai karier, nilai IPK setidaknya tetap harus menunjukkan bahwa kamu bertanggung jawab dan serius semasa studimu.

Di sisi lain, kamu juga bisa menyempurnakan skill yang diperlukan sebagai bekal di dunia pekerjaan.

Nah, kamu bisa mengikuti Glints Expert Class untuk menambah kemampuan di bidang pekerjaan impinamu atau bergabung dengan komunitas Glints. Yuk, segera sign up!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up