×

Ingin Mandiri Secara Finansial di Usia 20-an? Simak Caranya!

May 22, 2020 | No Comments

Mandiri secara finansial umur 20-an

Mandiri secara finansial di umur 20-an, sulitkah? Lalu bagaimana cara mencapainya?

Dilansir dari Forbes, meraih financial independence bukan sesuatu yang bisa terjadi begitu saja. Kamu harus punya persiapan mendetail dan kegigihan untuk mencapai hal tersebut. 

Jadi, jika ingin mandiri secara finansial di umur 20-an, kamu sebaiknya mulai mempersiapkan diri sedini mungkin.

Untungnya, Glints sudah mempersiapkan cara yang bisa dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Yuk, simak lebih lanjut!

Baca Juga: Hemat Pengeluaran Bulanan dengan Tips Berikut Ini

Cara Mandiri Secara Finansial di Umur 20-an

1. Membuat definisi financial independence milikmu sendiri

performa

© inc.com

Ketika ingin menjadi mandiri secara finansial di umur 20-an, kamu harus benar-benar mengetahui definisi dan apa artinya untukmu.

Financial independence ataupun financial freedom memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang.

Ada yang menganggap memiliki gaji tetap, investasi, dan tabungan berarti sudah memenuhi target tersebut. 

Memiliki kendaraan pribadi, tanah, ataupun properti juga biasa dijadikan salah satu indikator.

Ada juga orang yang merasa bahwa memiliki pilihan untuk bekerja atau pensiun dini di usia yang diinginkan sebagai indikator mereka sudah mandiri secara finansial.

Maka dari itu, kamu harus menentukan apa itu kebebasan finansial bagimu, lalu baru membuat perencanaan di sekitar target tersebut. 

Tentukan variabel apa saja yang harus kamu capai, tentunya dengan memikirkan kondisi keuangan kamu saat ini.

Sama halnya seperti membuat perencanaan keuangan sebuah acara, kamu bisa coba membuat target keuangan optimis, realistis, dan pesimis. 

Dengan begitu, kamu memiliki tujuan yang jelas dan dapat mengetahui langkah apa saja untuk mencapainya. 

Kamu bisa membaca buku-buku mengenai financial freedom  atau buku finansial secara umum untuk memahami gambaran besarnya.

2. Mulai membuat perencanaan keuangan

cara mandiri secara finansial di umur 20an

© Pexels.com

Jika ingin mandiri secara finansial di umur 20-an, kamu harus mulai membuat perencanaan keuangan yang jelas. 

Langkah awal yang harus diikuti adalah mengalokasikan gaji ke pos-pos tertentu.

Jika masih mendapatkan uang saku dari orang tua, kamu tetap bisa mengikuti langkah ini, kok.

Pasalnya, kamu akan terbiasa merencanakan keuangan dan menjalani satu bulan setelahnya mengikuti rencana tersebut.

Nah, ketika sudah memiliki gaji, akan lebih mudah bagimu untuk langsung mengalokasikan gaji dan hidup dengan budget yang sudah ditentukan.

Pos-pos yang dimaksud antara lain adalah transportasi, listrik dan air, dana darurat, pos yang dikhususkan untuk jajan sehari-hari, dan berbagai kebutuhan lainnya. 

Kamu bisa menggunakan amplop sebagai penanda kategori pos yang harus diisi ketika gaji sudah turun.

Jangan lupa juga untuk mencatat semua jenis pengeluaran dan pemasukan, agar kondisi keuangan kamu tetap terpantau.

Hal ini bisa dilakukan secara manual dengan menuliskannya di buku khusus keuangan ataupun jurnal, atau bisa juga menggunakan aplikasi keuangan.

3. Mempersiapkan dana darurat

dana darurat saat covid-19

© Unsplash.com

Ketika ingin memulai perjalanan finansial, banyak orang yang melupakan pentingnya dana darurat.

Katakanlah umur kamu sudah berada di akhir 20-an, lalu tiba-tiba perusahaan memutuskan untuk memecatmu.

Jika kamu belum terlalu mapan dari segi karier, akan sulit untuk langsung mendapatkan pekerjaan kembali.

Nah, di sinilah masuk peran dana darurat. 

Jumlah dana darurat yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda, tergantung dari jumlah tanggungan yang dimiliki.

Kisaran dana yang harus dimiliki adalah antara 6-12 kali lipat dari gaji bulanan, agar kamu dapat bertahan hidup selama 6-12 bulan. 

Maka dari itu, penting untuk mulai menabung dana darurat sedini mungkin, agar keadaan finansial kamu menjadi lebih aman.

Dengan memiliki atau sudah menabung untuk dana darurat, maka kamu sudah memenuhi salah satu indikator mandiri secara finansial di umur 20-an.

Baca Juga: Atur Keuangan Kamu dengan Cara Terbaik Berikut

4. Selalu menabung

cara jadi financially independent di umur 20

© Pexels.com

Sekecil apapun nominalnya, usahakan untuk selalu menyisihkan gaji atau uang saku ke dalam tabungan, ya.

Namun, bedakan juga tabungan pribadi dengan tabungan dana darurat. 

Dana darurat hanya dapat digunakan ketika kamu tidak memiliki pendapatan aktif, namun tetap harus menyambung hidup. Tabungan biasa bisa digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari.

Nah, penting juga untuk membedakan rekening tabungan, dana darurat, dan rekening untuk operasional sehari-hari. 

Disarankan untuk membuka rekening baru untuk tabungan, agar kamu bisa memilih bank yang tidak memiliki biaya admin khusus untuk rekening tabungan atau keuntungan lain. 

Memiliki beberapa rekening yang punya peran fungsional juga menjadi tanda kamu selangkah makin dekat dengan mandiri secara finansial umur 20-an.

5. Memikirkan pendapatan pasif

thr untuk investasi

© Unsplash.com

Jika memasuki usia 20-an, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah pendapatan pasif.

Pendapatan pasif biasanya didapatkan dari berbagai macam jenis investasi.

Kamu bisa mulai belajar mengenai jenis-jenis investasi, lalu coba menjalankan yang menurutmu paling cocok.

Untuk pemula, investasi yang disarankan antara lain adalah emas dan juga reksa dana.

Pasalnya, kedua investasi ini memiliki risiko yang cukup rendah dan cenderung stabil. 

Pendapatan pasif ini juga dapat berfungsi sebagai safety net jangka panjang, ketika kamu memikirkan untuk pensiun dan tetap ingin memiliki pendapatan.

6. Hindari pengeluaran tidak penting

fintech adalah

© Freepik.com

Di umur 20-anterutama ketika masa-masa awal mendapatkan gaji, keinginan untuk belanja sudah pasti sangat tinggi.

Apalagi, dengan segala kemudahan yang ada.

Kamu bisa membeli apapun dari e-commerce atau website lokal dan internasional, lalu melakukan pembayaran dengan kartu kredit.

Kebiasaan ini dapat menjadi sangat buruk bagi keadaan finansial kamu, lho

Pasalnya, membeli barang yang tidak benar-benar kamu butuhkan dapat mengacak-acak budget dan rencana keuangan yang sudah kamu buat di awal. 

Langkah yang bisa kamu lakukan adalah untuk tidak menggunakan kartu kredit sama sekali, kecuali untuk keperluan yang mendesak. 

Kurangi pengeluaran untuk hal yang tidak terlalu penting seperti membeli kopi susu setiap hari, makan di restoran mahal.

Jangan sampai, gengsi untuk terlihat memiliki gaya hidup mewah justru menjatuhkanmu.

7. Mengatur waktu

mengembalikan rutinitas kerja setelah wfh

© Pixabay.com

Dilansir dari The Balance, salah satu faktor yang menunjukkan bahwa kamu sudah mandiri secara finansial adalah memiliki waktu.

Maksud dari pernyataan ini adalah, kamu memiliki waktu untuk melakukan apa yang diinginkan, tidak hanya dihabiskan untuk bekerja di depan layar saja. 

Pasalnya, waktu juga merupakan salah satu jenis kekayaan. Hal ini berkaitan dengan poin pertama yang disampaikan. 

Meskipun begitu, waktu yang dimaksud dalam poin ini bukan hanya untuk bersantai-santai saja.

Ketika kamu menikmati pekerjaan dan benar-benar ingin melakukan tugas yang diberikan, itu adalah salah satu tanda bahwa kamu dapat mandiri secara finansial.

Baca Juga: Mau Investasi Emas? Coba Kenali Tabungan Emas Pegadaian

Demikianlah berbagai macam cara yang perlu dilakukan jika kamu ingin mandiri secara finansial di umur 20-an. 

Sebagai kesimpulan, kamu harus menentukan target dan apa saja yang wajib dilakukan, lalu gigih untuk mencapainya.

Nah, jika ingin mendiskusikan perihal financial independence secara lebih lanjut, kamu bisa mengunjungi Glints Komunitas dan berbicara dengan sesama pengguna.

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up