×

Bagaimana Cara Menilai Cocok-Tidaknya Kandidat dengan Budaya Perusahaan?

February 14, 2018 | No Comments

Cocok atau tidaknya calon karyawan yang akan Anda pekerjakan dengan budaya perusahaan Anda tentu menjadi salah satu hal yang penting. Bayangkan jika Anda memperkerjakan seorang karyawan yang memiliki kinerja yang sangat baik namun tidak dapat menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan Anda. Karena ketidakcocokan diri dengan budaya perusahaan, seorang karyawan dapat saja membawa timnya ke arah kegagalan.

Untuk itulah, mempekerjakan karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda merupakan hal yang penting. Beberapa hal ini dapat membantu Anda mengetahui apakah calon karyawan Anda sesuai dengan budaya perusahaan Anda.

Baca juga: 5 Kesalahan Rekrutmen yang Paling Umum dan Cara Menghindarinya

Menulis iklan pekerjaan berdasarkan budaya perusahaan

Dalam memasang iklan pekerjaan tentunya Anda perlu menjelaskan betul mengenai pekerjaan yang Anda tawarkan. Selain melalui deskripsi pekerjaan dan kualifikasi, Anda dapat mencoba memperkenalkan budaya perusahaan Anda melalui iklan pekerjaan tersebut. Anda dapat menjelaskan latar belakang perusahaan Anda, menjelaskan lingkungan dalam bekerja, atau beberapa hal lain yang merupakan hal penting untuk calon karyawan Anda ketahui. Dengan hal ini, calon pelamar dapat memahami betul mengenai pekerjaan tersebut hingga perusahaan tempat ia akan bekerja.

Baca juga: Rekrut Kandidat Terbaik dengan Iklan Lowongan Kerja yang Tepat!

Memilih pertanyaan yang sesuai saat melakukan wawancara

Sebelum memperkerjakan seorang karyawan, proses wawancara merupakan salah satu proses wajib dengan tujuan mengetahui latar belakang calon keryawan Anda lebih lanjut. Dalam proses wawancara, Anda dapat menanyakan beberapa hal yang terkait dengan budaya perusahaan Anda. Anda dapat mengemas pertanyaan tersebut melalui contoh kasus. Misalnya melalui kasus yang belum dapat dipecahkan di perusahaan Anda, melalui jawabannya Anda dapat menyimpulkan cara berpikir, hingga kemampuan bekerja calon karyawan Anda.

Memberi pelatihan untuk pewawancara

Tentunya seorang pewawancara harus mengetahui betul mengenai budaya perusahaan yang ada. Untuk itu ada baiknya jika Anda memfasilitasi karyawan Anda yang akan melakukan wawancara. Tujuannya adalah untuk menghindari miscommunication antara pewawancara dengan atasannya. Dalam pelatihan, Anda dapat menjelaskan poin apa saja yang penting untuk diketahui, bagaimana cara menanyakannya kepada kandidat, apa yang harus dilakukan jika kandidat dirasa tidak cocok dengan perusahaan Anda. Walaupun hal tersebut harusnya sudah diketahui para rekruter, akan lebih baik jika Anda dapat memberikan standarisasi dalam melakukan wawancara dengan kandidat agar tidak terjadi perbedaan pendapat.

Memperhatikan detail saat proses wawancara

Tentunya selain jawaban dari kandidat Anda, ada beberapa hal lain yang dapat menunjukan apakah kandidat Anda cocok dengan budaya perusahaan Anda. Salah satu hal tersebut adalah body language atau bahasa tubuh. Bahasa tubuh dapat menunjukan apakah kandidat Anda yakin dengan jawaban yang ia berikan atau sebenarnya ia sendiri belum yakin akan jawabannya. Anda dapat melihatnya melalui cara pandang, postur saat duduk, hingga gestur yang digunakannya.

Percayai yang Anda yakini

Tentunya jika Anda sudah yakin betul bahwa kandidat Anda adalah salah satu orang yang cocok dengan budaya perusahaan Anda, Anda harus mempercayai keyakinan Anda mengenai kecocokan kandidat Anda. Jika Anda belum sepenuhnya yakin terhadap kandidat tersebut, Anda dapat melakukan psikotes untuk mengetahui apakah kepribadiannya berdasarkan hasil psikotes cocok dengan budaya perusahaan Anda. Anda juga dapat melakukan background check untuk mengetahui cara kandidat Anda memecahkan suatu masalah di tempat ia bekerja sebelumnya.

Kumpulkan feedback

Jika Anda akan pergi melakukan wawancara dengan rekan kerja Anda yang lain, Anda tentu memiliki kesempatan untuk berdiskusi setelah wawancara selesai. Namun, jika Anda pergi wawancara sendiri tentunya tidak ada orang yang memahami kemampuan kandidat yang baru Anda wawancara. Maka dari itu, mengumpulkan feedback menjadi hal yang penting. Anda dapat meminta feedback dari tim Anda, atau menanyakan langsung pendapat atasan Anda.

Melalui feedback yang diberikan, Anda dapat memperkuat asumsi yang ada dipikiran Anda mengenai kemampuan dan personality kandidat Anda. Dengan mengumpulkan feedback Anda dapat lebih mudah menentukan apakah kandidat Anda cocok untuk bekerja di perusahaan Anda atau tidak cocok dengan budaya perusahaan Anda.

Baca juga: 5 Cara Merekrut Milenial Terbaik untuk Perusahaan Anda

Perhatikan calon karyawan Anda saat proses wawancara sudah selesai

Jika Anda sudah selesai dalam wawancara dan jika kandidat Anda memiliki waktu luang, cobalah untuk mengobrol dengan kandidat Anda. Anda juga dapat memperhatikan cara kandidat Anda berinteraksi dengan Anda saat proses wawancara sudah selesai. Anda dapat menanyakan beberapa pertanyaan umum seperti, “Apa yang membuat Anda tertarik untuk bekerja di perusahaan Anda sebelumnya?” atau, “Apa yang membuat Anda tertarik menekuni bidang Anda sekarang?”.

Walaupun pertanyaan tersebut terlihat seperti pertanyaan wawancara, Anda dapat mengemasnya lebih santai dengan menceritakan juga pengalaman Anda atau Anda juga dapat menceritakan pengalaman Anda sebelum Anda bertanya kepada kandidat Anda.

 

Mempekerjakan karyawan tentu tidak hanya berdasarkan kemampuannya saja. Namun, kecocokan kandidat dengan budaya perusahaan Anda menjadi faktor penting untuk memastikan loyalitas calon karyawan Anda. Selain mencari karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda, Anda juga harus menjaga agar karyawan Anda tetap menerapkan budaya perusahaan yang ada agar budaya perusahaan Anda tidak semakin pudar.

Melalui program TalentHunt, Glints dapat membantu Anda dalam menemukan karyawan yang memiliki kemampuan dan range gaji yang sesuai dengan yang dicari oleh perusahaan Anda. Register di sini dan tim konsultan kami akan langsung menghubungkan Anda dengan kandidat potensial.

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up