Jurnal Pembalik: Arti, Fungsi, Jenis, Contoh, & Langkah Menyusun
Ditulis oleh : Tim Glints TapLoker
Dalam akuntansi, jurnal pembalik adalah salah satu hal penting yang membantu mempermudah proses pencatatan keuangan di awal periode berikutnya.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian, fungsi, langkah-langkah, hingga contoh penerapannya untuk membantumu memahami penggunaannya.
Ini dia penjelasan lengkapnya.
Isi Artikel
Apa Itu Jurnal Pembalik?
Jurnal pembalik (reversing entries) adalah entri jurnal yang dibuat untuk membalikkan atau membatalkan sebagian entri jurnal penyesuaian tertentu yang telah dilakukan pada akhir periode akuntansi sebelumnya.
Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk mempermudah pencatatan transaksi baru di periode berikutnya, terutama untuk transaksi berulang yang bersifat akrual atau melibatkan akun-akun sementara.
Dengan menggunakan jurnal ini, saldo akun-akun tertentu dikembalikan ke kondisi sebelum penyesuaian, sehingga tidak ada saldo yang menimbulkan kesalahan atau pencatatan ganda.
Biasanya, jurnal ini dilakukan pada awal periode akuntansi berikutnya, setelah laporan keuangan periode sebelumnya selesai disusun.
Kapan Harus Membuat Jurnal Pembalik?
Jurnal ini umumnya dibuat segera setelah laporan keuangan periode sebelumnya selesai disusun, sebelum transaksi baru dicatat di periode baru.
Ini membantu memastikan bahwa akun-akun yang terkait dengan pendapatan dan beban tidak mengalami pencatatan ganda atau konflik.
Tujuan dan Fungsi Pembuatan Jurnal Pembalik
Pembuatan jurnal pembalik memiliki beberapa tujuan utama yang membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pencatatan akuntansi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai tujuan dan fungsinya:
1. Menyederhanakan pencatatan transaksi
Jurnal ini dirancang untuk mempermudah pencatatan transaksi yang bersifat berulang di periode akuntansi berikutnya.
Dengan adanya jurnal pembalik, perusahaan tidak perlu lagi memeriksa dampak dari jurnal penyesuaian sebelumnya saat mencatat transaksi baru, sehingga proses pencatatan menjadi lebih sederhana dan cepat.
2. Menghindari pencatatan ganda
Salah satu risiko dalam akuntansi adalah pencatatan ganda yang dapat menyebabkan ketidakakuratan laporan keuangan.
Dengan membalik jurnal tertentu, saldo awal pada akun-akun terkait dikembalikan ke posisi sebelum penyesuaian, sehingga risiko pencatatan ganda untuk transaksi yang sama dapat diminimalkan.
3. Meningkatkan akurasi
Jurnal ini membantu memastikan bahwa akun-akun hanya mencatat transaksi yang relevan untuk periode berjalan. Hal ini penting untuk menjaga keakuratan laporan keuangan, terutama dalam mencerminkan pendapatan dan beban pada periode yang tepat.
4. Proses akuntansi lebih efisien
Proses akuntansi menjadi lebih efisien karena jurnal ini menghilangkan kebutuhan untuk melakukan penyesuaian tambahan atau mencermati ulang transaksi sebelumnya.
Dengan ini, staf akuntansi dapat mengalokasikan waktu dan energi mereka untuk tugas-tugas lain yang lebih strategis.
Perbedaan Jurnal Pembalik dengan Jurnal Penyesuaian
Meskipun jurnal pembalik dan jurnal penyesuaian sering saling berkaitan, keduanya memiliki fungsi, waktu pencatatan, dan dampak yang berbeda dalam proses akuntansi. Berikut adalah perbedaan keduanya:
1. Tujuan
Jurnal penyesuaian bertujuan untuk mencocokkan pendapatan dan beban dengan periode akuntansi yang relevan, sementara jurnal pembalik bertujuan untuk membalik entri penyesuaian tertentu demi menyederhanakan pencatatan di periode berikutnya.
2. Waktu pembuatan
Jurnal penyesuaian dibuat di akhir periode akuntansi, sedangkan jurnal pembalik dibuat di awal periode berikutnya.
3. Jenis transaksi
Jurnal penyesuaian mencakup berbagai jenis transaksi yang memerlukan koreksi, seperti penyusutan atau alokasi beban dibayar di muka. Jurnal pembalik lebih fokus pada transaksi akrual, seperti pendapatan yang masih harus diterima atau beban yang masih harus dibayar.
4. Efek pada proses akuntansi
Jurnal penyesuaian meningkatkan akurasi laporan keuangan dengan mencerminkan kondisi aktual akun. Jurnal pembalik, di sisi lain, mempermudah pencatatan transaksi tanpa risiko pencatatan ganda di periode berikutnya.
Karakteristik Umum Jurnal Pembalik
Jurnal ini memiliki ciri-ciri yang membedakannya dari jenis jurnal lainnya. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai karakteristik utama jurnal pembalik:
1. Dibuat untuk akun-akun tertentu
Jurnal pembalik biasanya diterapkan pada akun-akun tertentu yang berkaitan dengan pendapatan atau beban yang diakui pada periode sebelumnya.
Contohnya, akun-akun seperti pendapatan bunga atau beban gaji yang masih harus dibayar sering kali membutuhkan jurnal pembalik untuk menyelaraskan pencatatan transaksi di periode berikutnya.
2. Melibatkan akun-akun sementara (temporary accounts)
Umumnya, jurnal pembalik mencakup akun sementara yang tidak permanen di laporan keuangan.
Akun-akun ini, seperti pendapatan diterima di muka atau beban yang masih harus dibayar, digunakan untuk menampung transaksi yang belum sepenuhnya diselesaikan pada akhir periode sebelumnya.
3. Dilakukan pada awal periode berikutnya
Proses pembuatan jurnal pembalik dilakukan di awal periode akuntansi baru, segera setelah laporan keuangan untuk periode sebelumnya selesai.
Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan saldo akun-akun terkait ke kondisi sebelum penyesuaian, sehingga memudahkan pencatatan transaksi di periode berjalan.
4. Tidak wajib untuk semua jenis transaksi
Tidak semua transaksi memerlukan jurnal pembalik. Hanya transaksi-transaksi yang memengaruhi efisiensi pencatatan di periode berikutnya yang biasanya dibuatkan jurnal ini.
Hal ini mencakup transaksi yang sifatnya berulang atau berpotensi menghasilkan saldo baru yang belum tercermin dalam neraca saldo.
5. Bertujuan untuk mempermudah pencatatan di periode selanjutnya
Karakteristik utama lainnya dari jurnal pembalik adalah tujuannya untuk menyederhanakan pencatatan transaksi yang berulang, sehingga mengurangi risiko kesalahan atau pencatatan ganda.
Jenis Transaksi yang Membutuhkan Jurnal Pembalik
Tidak semua akun dalam jurnal penyesuaian memerlukan pembuatan jurnal ini.
Akun-akun yang biasanya membutuhkan reversing entry adalah yang berpotensi menghasilkan saldo baru, tetapi saldo tersebut belum tercermin dalam neraca saldo.
Berikut adalah jenis-jenis transaksi yang umumnya memerlukan jurnal pembalik:
1. Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses)
Hal ini merujuk pada beban yang telah terjadi pada akhir periode tetapi belum dibayar. Contohnya adalah gaji karyawan yang belum dibayarkan pada akhir bulan.
Jurnal ini dibuat untuk membalik jurnal penyesuaian sebelumnya, sehingga ketika pembayaran dilakukan, pencatatan tidak terjadi dua kali.
2. Pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenues)
Pendapatan yang telah diperoleh tetapi belum diterima secara tunai pada akhir periode. Misalnya, pendapatan bunga yang belum diterima. Reversing entry membantu menghindari pencatatan ganda saat pendapatan tersebut diterima di periode berikutnya.
3. Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban
Jika beban dibayar di muka langsung dicatat sebagai beban, pada akhir periode perlu dilakukan penyesuaian untuk mencerminkan bagian yang belum menjadi beban.
Reversing entry dibuat untuk mengembalikan saldo ke akun aset, sehingga memudahkan pencatatan di periode berikutnya.
4. Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan
Pendapatan yang diterima di muka tetapi langsung dicatat sebagai pendapatan memerlukan penyesuaian di akhir periode untuk mencerminkan bagian yang belum menjadi pendapatan.
Jurnal pembalik dibuat untuk mengembalikan saldo ke akun kewajiban, memudahkan pencatatan saat pendapatan tersebut benar-benar diperoleh.
5. Pemakaian perlengkapan yang dicatat sebagai beban
Jika pemakaian perlengkapan langsung dicatat sebagai beban, perlu dilakukan penyesuaian untuk mencerminkan sisa perlengkapan yang masih tersedia. Jurnal ini membantu mengembalikan saldo ke akun aset, memudahkan pencatatan di periode berikutnya.
Contoh Pencatatan Jurnal Pembalik
1. Pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenues)
Misalnya, perusahaan mengakui pendapatan bunga sebesar Rp1.000.000 yang belum diterima pada akhir tahun:
Jurnal Penyesuaian (31 Desember)
Debit: piutang bunga Rp1.000.000
Kredit: pendapatan bunga Rp1.000.000
Jurnal Pembalik (1 Januari)
Debit: pendapatan bunga Rp1.000.000
Kredit: piutang bunga Rp1.000.000
2. Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses)
Contohnya, untuk gaji karyawan yang belum dibayar sebesar Rp5.000.000 pada akhir tahun:
Jurnal Penyesuaian (31 Desember)
Debit: beban gaji Rp5.000.000
Kredit: utang gaji Rp5.000.000
Jurnal Pembalik (1 Januari)
Debit: utang gaji Rp5.000.000
Kredit: beban gaji Rp5.000.000
3. Pendapatan diterima di muka
Misal, pendapatan diterima di muka sebesar Rp3.000.000 yang diakui sebagai pendapatan pada akhir tahun:
Jurnal Penyesuaian (31 Desember)
Debit: pendapatan diterima di muka Rp3.000.000
Kredit: pendapatan Rp3.000.000
Jurnal Pembalik (1 Januari)
Debit: pendapatan Rp3.000.000
Kredit: pendapatan diterima di muka Rp3.000.000
4. Beban dibayar di muka
Misalnya, asuransi dibayar di muka sebesar Rp2.000.000 yang sudah menjadi beban pada akhir tahun:
Jurnal Penyesuaian (31 Desember)
Debit: beban asuransi Rp2.000.000
Kredit: asuransi dibayar di muka Rp2.000.000
Jurnal Pembalik (1 Januari)
Debit: asuransi dibayar di muka Rp2.000.000
Kredit: beban asuransi Rp2.000.000
5. Kesalahan pencatatan
Contohnya, koreksi atas pencatatan beban listrik sebesar Rp500.000:
Jurnal Penyesuaian (31 Desember)
Debit: beban listrik Rp500.000
Kredit: kas Rp500.000
Jurnal Pembalik (1 Januari)
Debit: kas Rp500.000
Kredit: beban listrik Rp500.000
Langkah-Langkah Penyusunan Jurnal Pembalik
Menyusun jurnal ini memerlukan ketelitian agar proses pencatatan akuntansi di periode berikutnya berjalan lancar tanpa kesalahan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk memastikan jurnal ini dibuat dengan benar:
1. Tentukan transaksi yang relevan
Tentukan transaksi yang memenuhi kriteria untuk dibuatkan jurnal pembalik. Biasanya, ini meliputi transaksi akrual seperti beban yang masih harus dibayar atau pendapatan yang masih harus diterima.
Pastikan hanya transaksi-transaksi ini yang dipertimbangkan untuk menghindari pencatatan reversing entry yang tidak diperlukan.
2. Tinjau ulang jurnal penyesuaian
Review atau tinjau kembali semua jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada akhir periode sebelumnya.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa jurnal penyesuaian yang akan dibalik benar-benar sesuai dengan kriteria. Hal ini seperti akun-akun sementara yang memengaruhi saldo laporan keuangan.
3. Susun jurnal pembalik
Buat entri jurnal yang membalik entri penyesuaian sebelumnya. Dalam proses ini, posisi debit pada jurnal penyesuaian menjadi kredit di reversing entry, dan sebaliknya. Hal ini memastikan saldo pada akun-akun terkait kembali ke posisi semula sebelum penyesuaian.
4. Periksa ulang pencatatan
Periksa ulang jurnal yang telah disusun untuk memastikan tidak ada saldo negatif, pencatatan ganda, atau kesalahan lainnya. Verifikasi ini membantu menjaga keakuratan data keuangan pada periode berikutnya.
5. Terapkan di sistem akuntansi
Masukkan jurnal pembalik ke dalam sistem akuntansi di awal periode baru. Pastikan semua entri tercatat dengan benar di sistem sehingga proses pencatatan transaksi berikutnya berjalan tanpa hambatan.
Tips Membuat Jurnal Pembalik
1. Gunakan software akuntansi
Pilih software akuntansi dengan fitur otomatisasi untuk mempermudah pembuatan jurnal dan mengurangi risiko kesalahan.
2. Cek konsistensi
Pastikan reversing entry sesuai dengan jurnal penyesuaian untuk menghindari ketidaksesuaian saldo.
3. Catat secara terstruktur
Dokumentasikan reversing entry dengan rapi untuk memudahkan proses audit dan pelacakan.
4. Integrasikan dengan proses penutupan
Sertakan reversing entry dalam langkah standar penutupan buku untuk memastikan pencatatan yang konsisten dan tepat waktu.
Itulah hal yang perlu kamu ketahui soal jurnal pembalik. Ua adalah alat yang sangat membantu dalam menyederhanakan proses akuntansi, terutama untuk transaksi berulang di awal periode berikutnya.
Kalau ingin bekerja sebagai akuntan, kamu perlu memahami konsep, fungsi, dan langkah-langkah penerapannya.
Tertarik bekerja di bidang akuntansi? Kamu bisa menemukan ragam lowongannya di Glints TapLoker. Ada banyak lowongan pekerjaan dari perusahaan di seluruh Indonesia.
Yuk, lihat loker akuntansi di Glints TapLoker dan lamar sekarang!
Referensi:
