Gelar PhD: Arti, Bedanya dengan Doktor, Masa Studi & Syaratnya

Diperbarui 06 Mei 2024 - Dibaca 5 mnt
Ditulis oleh : Alisatul Aini

Gelar PhD adalah singkatan dari Doctor of Philosophy.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Gelar ini biasanya banyak dimiliki oleh para dosen dan akademisi yang sudah menyelesaikan studi S3.

Lalu, apa bedanya dengan gelar doktor? Karena kepanjangannya adalah Doctor of Philosophy, apakah gelar ini hanya diberikan pada lulusan program studi filsafat dan sejenisnya?

Temukan jawaban lengkapnya dari rangkuman Glints berikut!

Apa Itu Gelar PhD?

Dikutip dari Coursera, PhD adalah gelar akademik yang menggabungkan pengetahuan umum dengan penguasaan yang lebih spesifik di suatu bidang.

Misalnya, mendapatkan gelar PhD di bidang ilmu politik berarti kamu memiliki landasan umum di bidang tersebut, sekaligus menguasai bidang yang lebih spesifik, seperti politik Amerika atau ekonomi politik.

PhD merupakan gelar akademik tertinggi yang dapat kamu capai setelah menyelesaikan pendidikan S3.

Meski PhD merupakan singkatan dari Doctor of Philosophy, bukan berarti seseorang yang mendapat gelar ini lulus dari bidang studi filsafat.

Kamu bisa memperoleh ini di bidang ilmu lainnya, seperti ekonomi dan sains.

Baca Juga: 7 Macam Biaya Kuliah S2 yang Harus Kamu Persiapkan

Perbedaan PhD dan Doktor

Mengingat keduanya adalah gelar yang diperoleh dari pendidikan S3, apakah PhD sama dengan gelar doktor?

PhD dan doktor memiliki kesamaan dan juga perbedaan.

Kesamaan di antara keduanya adalah kesetaraan gelar. PhD dan doktor sama-sama gelar doktoral sehingga tidak ada yang kedudukannya lebih tinggi daripada yang lainnya.

Perbedaan utamanya terletak pada cara memperoleh.

Gelar PhD bisa kamu dapatkan jika lulus dari perguruan tinggi luar negeri, khususnya di Amerika Serikat dan Inggris Raya.

Baca Juga :  Kampus Merdeka: Tujuan, Program, Persyaratan, dan Manfaat

Di luar dari wilayah tersebut, kamu tetap akan memperoleh gelar Doctor.

Hal yang sama juga berlaku jika kamu lulus S3 dari perguruan tinggi dalam negeri. Gelar yang akan diperoleh adalah doktor, bukan PhD.

Dilansir dari University of Portsmouth, gelar PhD juga hanya tergolong sebagai gelar akademis, sedangkan doktor dapat berupa gelar akademis maupun profesional.

Waktu yang Dibutuhkan untuk Mendapat Gelar PhD

Menurut Franklin University, studi PhD dapat memakan waktu antara 4-6 tahun untuk diselesaikan.

Selambat-lambatnya, seseorang dapat menyelesaikan studi PhD selama 7 atau 8 tahun.

Ketentuan mengenai batas waktu studi mungkin saja berbeda-beda di tiap perguruan tinggi.

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh gelar PhD juga bisa tergantung pada program studi dan rencana studimu masing-masing.

Misalnya, dibutuhkan waktu kurang dari 8 tahun untuk mendapatkan gelar PhD di bidang teknik, sementara itu seseorang bisa memakan waktu hanya 4 tahun untuk mendapatkan gelar PhD di bidang pendidikan.

Baca Juga: 3 Jalur Masuk Kuliah yang Bisa Dipilih Calon Mahasiswa

Syarat Memperoleh Gelar PhD

Program PhD biasanya mengharuskan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir yang dapat berupa:

  • studi atau kursus lanjutan
  • ujian komprehensif
  • disertasi

Nah, disertasi tersebutlah yang seringkali dinilai menambah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program PhD.

Selain itu, beberapa mahasiswa kebanyakan menjalani perkuliahan sambil bekerja penuh waktu atau membesarkan keluarga.

Selain persyaratan di atas, tidak menutup kemungkinan program studi atau perguruan tinggi memberlakukan persyaratan tambahan seperti berkaitan dengan nilai, publikasi, dan lain-lain.

Tujuan Mengambil PhD

Seseorang melanjutkan S3 ke luar negeri untuk beberapa alasan, berikut beberapa di antaranya.

Tujuan-tujuan di bawah ini mungkin juga bisa jadi pertimbanganmu sebelum mengambil PhD

Baca Juga :  Jurusan Multimedia: Apa Itu, Mata Kuliah & Prospek Kerja

1. Mengejar passion di bidang penelitian

Tujuan pertama adalah memang mengejar minat di bidang penelitian.

Kalau kamu selama ini sangat menikmati proses penelitian di S1 maupun S2, itu bisa menjadi salah satu pertanda bahwa S3 bisa dijadikan opsi untuk masa depanmu.

Beberapa orang memang sangat senang jika bisa berkontribusi memajukan bidang riset dengan perspektif dan temuannya sendiri.

2. Menjadi ahli di bidang yang diminati

Bukankah S2 saja sudah cukup jika ingin menjadi expert atau ahli di suatu bidang?

Betul, gelar master atau magister memang memungkinkanmu untuk mendalami suatu bidang ilmu secara lebih spesifik.

Namun, melalui pendidikan S3 terutama di luar negeri, kamu berkesempatan untuk mengembangkan pengetahuan pada topik-topik yang lebih kompleks, beragam, dan terspesialisasi.

Bahkan, kamu bisa melakukan penelitian interdisipliner untuk memadukan teori, pendekatan, dan keahlian untuk menciptakan penelitian baru.

3. Mengembangkan karier

Gelar adalah salah satu jalur cepat untuk menuju posisi atau karier yang kamu inginkan, terutama pekerjaan akademis di perguruan tinggi.

Kamu akan mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing dengan akademisi lainnya, baik ketika menjadi peneliti atau dosen.

Selain di bidang pendidikan, pekerjaan di sektor lalin juga memerlukan gelar S2 dan S3, termasuk di sektor pemerintahan.

Gelar ini juga seringkali menentukan besaran gaji yang akan diperoleh.

4. Memperluas koneksi dengan para ahli

Koneksi yang kamu bangun di S1 dan S2 kemungkinan akan sangat berbeda dengan pada saat studi S3.

Kamu akan mempunyai kesempatan untuk berkenalan dengan profesional yang sudah biasa menghadiri konferensi, seminar dan workshop di berbagai kota atau negara.

Bahkan, tak jarang juga ada kesempatan membangun koneksi dengan peneliti dan pakar lain lintas negara.

Baca Juga :  Jurusan Sains Data: Apa yang Dipelajari dan Prospek Karier

Memiliki koneksi seperti ini tidak hanya menguntungkan untuk kepentingan karier, tetapi juga pengembangan diri.

5. Mencari pengalaman baru

Terdengar klise, tetapi pengalaman belajar di jenjang S3 memang bersifat unik.

Artinya, pengalaman tersebut cenderung sukar kamu temui di jenjang pendidikan sebelumnya, apalagi jika mengambil S3 di luar negeri.

Belajar di negara lain untuk melakukan studi dan penelitian kompleks selama kurang lebih 4 tahun pasti mengajarkanmu banyak hal tentang kehidupan.

Banyak orang ingin mengejar pengalaman hidup yang luar biasa ini, di samping untuk mengejar kemajuan karier atau mendalami passion.

Baca Juga: 12 Kampus di Indonesia dengan Jurusan Game untuk Gamers

Itulah penjelasan mengenai serba-serbi gelar PhD.

Kalau kamu masih butuh lebih banyak penjelasan dan tips seputar dunia perkuliahan, ayo baca artikel lain di Glints Blog!

Kamu bisa temukan pembahasan lain yang tak kalah menarik, seperti istilah-istilah penting dunia perkuliahan, baik itu S1, S2, atau S3.

Mulai dari pembahasan tentang beasiswa hingga organisasi kuliah, semuanya tersedia untukmu.

Tertarik? Klik link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon