#CintaKerjaCintaDiri Glints IG Live: Cara Produktif di Tengah Pandemi

Diperbarui 21 Okt 2020 - dibaca 4 mnt
Alifia Seftin Oktriwina editor

Isi Artikel

    Meskipun banyak hal yang terpaksa berubah saat pandemi, ada banyak cara agar kamu tetap produktif, lho.

    Jika tidak produktif, kamu akan mulai mengalami berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Hal itu tentunya akan menghambat pekerjaan dan keseharianmu

    Terkait dengan hal ini, Jumat, 16 Oktober lalu, Glints berkesempatan untuk berdialog dengan Ayu Kartika Dewi, seorang managing director dari Indika Foundation.

    © Glints

    Melalui Instagram Live, Ayu menjelaskan bahwa melakukan kegiatan yang produktif selama pandemi dapat menjadi tantangan tersendiri. Terlebih dengan protokol kesehatan yang membatasi ruang gerak kita.

    Produktif, menurut Ayu, adalah adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Ketika terjadi sebuah perubahan, pasti menjadi menantang, karena manusia itu adalah creature of habits.

    Untuk itu, perlu tips dan trik khusus di tengah pandemi untuk tetap produktif. Tips dan trik ini tentunya dapat berbeda sesuai dengan kepribadianmu, entah itu introvert ataupun extrovert.

    Ayu kemudian memberikan sedikit penjelasan mengenai perbedaan introvert dan extrovert.

    Perbedaan terletak pada bagaimana cara kedua tipe tersebut mendapatkan energi. Perbedaan ini juga berpengaruh pada cara mereka melakukan sesuatu yang produktif saat pandemi.

    Seorang extrovert akan mendapatkan energi ketika bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang. Sementara itu, introvert justru akan terkuras energinya bila bertemu dengan banyak orang.

    Masalahnya, manusia adalah makhluk sosial. Secara naluri, kita itu menginginkan koneksi atau berhubungan dengan orang lain.

    © Glints

    Pandemi membuat koneksi kita dengan orang lain menjadi terhambat. Oleh karena itu, perlu perubahan untuk dapat membantu kita menjadi lebih produktif.

    Perubahan itu, menurut Ayu, dimulai dengan menyadari bahwa apa biasa kamu lakukan tidak berjalan dengan semestinya.

    Contoh yang Ayu jalankan adalah dengan mengerahkan pekerja yang biasanya membantu membersihkan rumahnya untuk membantu membelikan bahan-bahan makanan.

    Dengan begitu, meski pendapatannya berkurang saat pandemi, ia masih memiliki punya cara lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

    Melalui cara itu, ia menemukan cara agar pekerja yang ia kenal tetap produktif saat pandemi.

    © Glints

    Mengubah strategi agar tetap bisa bertahan hidup selama pandemi itu penting. Jika tidak, kamu akan mengalami stres. Nah, bagaimana cara mengatasinya jika hal ini terjadi?

    Salah satu filosofi yang digunakan oleh Ayu adalah filosofi ember. Anggaplah kapasitas pikiranmu sebagai ember. Semua masalah yang terjadi adalah air yang dimasukan ke dalam ember.

    Ketika kamu merasa embermu penuh dengan masalah, air di dalam ember tersebut akan luber. Penting untuk kita memiliki cara untuk menerapkan batasan.

    Misalnya, ada teman di kantor yang ingin curhat. Kamu harus berani bilang tidak. Bilang bahwa kamu sedang tidak memiliki kapasitas untuk mendengarkan curhatnya.

    Setiap harinya, kamu akan berhadapan dengan stres. Untuk mengatasinya, Ayu menyarankan untuk membuat sebuah matriks.

    Buatlah kuadran yang mencakup hal-hal yang paling membuat stres, hal-hal yang tidak begitu membuat stres, hal-hal yang tidak bisa dikontrol, dan hal-hal yang bisa dikontrol. Buatlah sebuah peta tentang hal-hal ini.

    Setelah dipetakan, perhatikan hal-hal yang paling membuat stres dan hal-hal yang bisa dikontrol. Fokuskan pada dua kategori ini saja.

    Cobalah berdamai dengan hal-hal yang membuatmu stres namun tidak bisa dikontrol. Sementara untuk hal-hal yang tidak terlalu membuatmu stres, dapat kamu lupakan perlahan-lahan.

    Dengan menggunakan cara ini, ember yang berisikan masalah tadi akan semakin lama semakin berkurang airnya. Jika kamu mengalami stres, ambillah pena dan kertas, dan tulis hal-hal tersebut.

    Jika kamu merasa sepi akibat isolasi di saat pandemi ini, perlu diingat bahwa rasa kesepian tidak perlu dihilangkan. Rasa kesepian itu justru dijadikan pengingat bahwa kamu membutuhkan koneksi.

    Nah, itu dia cara yang bisa kamu lakukan agar tetap produktif saat pandemi.

    Kamu bisa melakukan berbagai hal yang menurutmu bermanfaat, entah itu melakukan hobi, atau mempelajari sesuatu yang baru.

    Kamu bisa mendapatkan berbagai tips lainnya di sini agar kamu bisa #CintaKerjaCintaDiri, lho.

    Yuk, cintai dirimu dengan tetap produktif meski di tengah pandemi!


      #cintakerjacintadiri #kesehatanmental cara produktif saat pandemi kesehatan mental

      Artikel Terkait

      #CintaKerjaCintaDiri Glints IG Live: Cara Produktif di Tengah Pandemi

      Diperbarui 21 Okt 2020 - dibaca 4 mnt
      Alifia Seftin Oktriwina editor

      Isi Artikel

        Meskipun banyak hal yang terpaksa berubah saat pandemi, ada banyak cara agar kamu tetap produktif, lho.

        Jika tidak produktif, kamu akan mulai mengalami berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Hal itu tentunya akan menghambat pekerjaan dan keseharianmu

        Terkait dengan hal ini, Jumat, 16 Oktober lalu, Glints berkesempatan untuk berdialog dengan Ayu Kartika Dewi, seorang managing director dari Indika Foundation.

        © Glints

        Melalui Instagram Live, Ayu menjelaskan bahwa melakukan kegiatan yang produktif selama pandemi dapat menjadi tantangan tersendiri. Terlebih dengan protokol kesehatan yang membatasi ruang gerak kita.

        Produktif, menurut Ayu, adalah adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Ketika terjadi sebuah perubahan, pasti menjadi menantang, karena manusia itu adalah creature of habits.

        Untuk itu, perlu tips dan trik khusus di tengah pandemi untuk tetap produktif. Tips dan trik ini tentunya dapat berbeda sesuai dengan kepribadianmu, entah itu introvert ataupun extrovert.

        Ayu kemudian memberikan sedikit penjelasan mengenai perbedaan introvert dan extrovert.

        Perbedaan terletak pada bagaimana cara kedua tipe tersebut mendapatkan energi. Perbedaan ini juga berpengaruh pada cara mereka melakukan sesuatu yang produktif saat pandemi.

        Seorang extrovert akan mendapatkan energi ketika bertemu dan berkomunikasi dengan banyak orang. Sementara itu, introvert justru akan terkuras energinya bila bertemu dengan banyak orang.

        Masalahnya, manusia adalah makhluk sosial. Secara naluri, kita itu menginginkan koneksi atau berhubungan dengan orang lain.

        © Glints

        Pandemi membuat koneksi kita dengan orang lain menjadi terhambat. Oleh karena itu, perlu perubahan untuk dapat membantu kita menjadi lebih produktif.

        Perubahan itu, menurut Ayu, dimulai dengan menyadari bahwa apa biasa kamu lakukan tidak berjalan dengan semestinya.

        Contoh yang Ayu jalankan adalah dengan mengerahkan pekerja yang biasanya membantu membersihkan rumahnya untuk membantu membelikan bahan-bahan makanan.

        Dengan begitu, meski pendapatannya berkurang saat pandemi, ia masih memiliki punya cara lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

        Melalui cara itu, ia menemukan cara agar pekerja yang ia kenal tetap produktif saat pandemi.

        © Glints

        Mengubah strategi agar tetap bisa bertahan hidup selama pandemi itu penting. Jika tidak, kamu akan mengalami stres. Nah, bagaimana cara mengatasinya jika hal ini terjadi?

        Salah satu filosofi yang digunakan oleh Ayu adalah filosofi ember. Anggaplah kapasitas pikiranmu sebagai ember. Semua masalah yang terjadi adalah air yang dimasukan ke dalam ember.

        Ketika kamu merasa embermu penuh dengan masalah, air di dalam ember tersebut akan luber. Penting untuk kita memiliki cara untuk menerapkan batasan.

        Misalnya, ada teman di kantor yang ingin curhat. Kamu harus berani bilang tidak. Bilang bahwa kamu sedang tidak memiliki kapasitas untuk mendengarkan curhatnya.

        Setiap harinya, kamu akan berhadapan dengan stres. Untuk mengatasinya, Ayu menyarankan untuk membuat sebuah matriks.

        Buatlah kuadran yang mencakup hal-hal yang paling membuat stres, hal-hal yang tidak begitu membuat stres, hal-hal yang tidak bisa dikontrol, dan hal-hal yang bisa dikontrol. Buatlah sebuah peta tentang hal-hal ini.

        Setelah dipetakan, perhatikan hal-hal yang paling membuat stres dan hal-hal yang bisa dikontrol. Fokuskan pada dua kategori ini saja.

        Cobalah berdamai dengan hal-hal yang membuatmu stres namun tidak bisa dikontrol. Sementara untuk hal-hal yang tidak terlalu membuatmu stres, dapat kamu lupakan perlahan-lahan.

        Dengan menggunakan cara ini, ember yang berisikan masalah tadi akan semakin lama semakin berkurang airnya. Jika kamu mengalami stres, ambillah pena dan kertas, dan tulis hal-hal tersebut.

        Jika kamu merasa sepi akibat isolasi di saat pandemi ini, perlu diingat bahwa rasa kesepian tidak perlu dihilangkan. Rasa kesepian itu justru dijadikan pengingat bahwa kamu membutuhkan koneksi.

        Nah, itu dia cara yang bisa kamu lakukan agar tetap produktif saat pandemi.

        Kamu bisa melakukan berbagai hal yang menurutmu bermanfaat, entah itu melakukan hobi, atau mempelajari sesuatu yang baru.

        Kamu bisa mendapatkan berbagai tips lainnya di sini agar kamu bisa #CintaKerjaCintaDiri, lho.

        Yuk, cintai dirimu dengan tetap produktif meski di tengah pandemi!


          #cintakerjacintadiri #kesehatanmental cara produktif saat pandemi kesehatan mental

          Artikel Terkait

          Scroll Up