BEP: Pengertian, Manfaat, Fungsi & Cara Menghitungnya

Tayang 06 Mei 2025 - Dibaca 10 mnt
Ditulis oleh : Tim Glints TapLoker

Kalau mau bekerja di dunia bisnis, break even point (BEP) adalah istilah yang harus kamu ketahui. Artikel ini akan membahas arti, manfaat, fungsi, dan cara menghitungnya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Saat menangani bisnis, BEP merupakan perhitungan yang akan sering digunakan. Lalu, apa maksud dari istilah satu ini? Ini dia jawabannya untukmu.

Pengertian Break Even Point (BEP)

BEP adalah singkatan dari break even point. Pengertian dari break even point adalah titik di mana perusahaan tidak mengalami keuntungan atau kerugian. Ini menggambarkan penjualan perusahaan di mana pendapatan perusahaan sama dengan pengeluarannya.

Di Indonesia, istilah ini sering kali disebut sebagai balik modal atau titik impas.

Bagi banyak perusahaan, untuk mencapai titik ini bisa memerlukan waktu yang lama. Bagi mereka, memperkirakan kapan mereka bisa mencapai BEP adalah hal yang penting untuk merencanakan kelangsungan bisnis dari segi keuangan.

Fungsi BEP

1. Membantu menentukan jumlah penjualan

BEP membantu perusahaan mengetahui jumlah minimum penjualan yang diperlukan agar total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga perusahaan tidak mengalami untung maupun rugi.

2. Membantu perencanaan keuangan

Dengan mengetahui BEP, perusahaan dapat merencanakan strategi keuangan, termasuk menetapkan harga jual, mengelola biaya, dan menentukan target penjualan.

3. Membantu pengambilan keputusan bisnis

Analisis BEP adalah hal yang bisa menjadi kerangka dalam pengambilan keputusan, seperti mengevaluasi kelayakan proyek baru atau menentukan apakah perlu menyesuaikan harga produk.

4. Menilai kelayakan investasi

Investor dan pemilik bisnis dapat menggunakan BEP untuk menilai apakah suatu investasi atau proyek baru layak dilanjutkan berdasarkan seberapa cepat investasi tersebut dapat menuju balik modal.

Manfaat BEP

Melakukan analisis terhadap BEP atau breakeven analysis memiliki sejumlah manfaat, antara lain:

1. Menemukan biaya tersembunyi

Perhitungan BEP dapat membantu menemukan pengeluaran yang sebelumnya tidak diperhatikan tetapi bisa memengaruhi keuntungan.

2. Mengambil keputusan dengan lebih objektif

Dengan fokus pada angka-angka yang jelas, analisis ini membantu pengambilan keputusan bisnis agar berdasarkan fakta, bukan perasaan pribadi.

3. Menentukan tujuan kinerja yang jelas

Lewat BEP, tim yang terlibat mendapatkan target penjualan yang pasti, langsung terkait dengan keberlanjutan keuangan perusahaan.

Baca Juga :  5 Cara Cek Kuota XL dari Aplikasi, SMS, dan Asisten Virtual

4. Meningkatkan kepercayaan investor

Menghitung BEP secara rinci dapat menunjukkan bahwa bisnis memiliki potensi untuk bertahan, sehingga menarik perhatian calon investor.

5. Menetapkan harga yang strategis

Memahami margin kontribusi memungkinkan perusahaan menentukan harga produk yang lebih strategis sesuai dengan kondisi pasar dan struktur biaya.

Variabel BEP

Sebelum melakukan penghitungan BEP, kita harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus dihitung di dalamnya.

Dalam menghitung break even point, kamu harus mengetahui tiga variabel di bawah ini:

1. Biaya tetap (fixed cost)

Biaya tetap mengacu pada pengeluaran yang jumlahnya tidak berubah meskipun terjadi fluktuasi dalam aktivitas produksi. Contoh dari  biaya tetap ini adalah:

  • biaya sewa bangunan
  • gaji karyawan
  • gaji pimpinan perusahaan
  • pajak

2. Biaya variabel (variable cost)

Sebaliknya, biaya variabel adalah pengeluaran yang nilainya dapat berubah sesuai dengan tingkat produksi. Perubahan tersebut dapat terjadi akibat naik atau turunnya permintaan pasar yang memengaruhi proses produksi.

Contoh dari biaya variabel ini adalah:

  • harga bahan mentah
  • komisi penjualan

3. Harga jual produk

Harga jual merujuk pada nilai yang ditetapkan untuk produk sebelum ditawarkan kepada konsumen di pasar.

Cara Menghitung BEP

Dikutip dari Indeed, untuk menghitung BEP, langkah yang harus ditempuh adalah:

1. Hitung biaya tetap

Lihat neraca keuangan dan catat semua biaya tetap. Hal ini termasuk seluruh biaya sewa bulanan dan tagihan atau pengeluaran yang tidak berubah harganya. Selain itu, pesanan yang tidak berubah harganya juga masuk ke sini.

2. Hitung biaya variabel

Bagian kedua dari biaya yang harus diperhatikan adalah biaya variabel. Hal ini meliputi tagihan utilitas seperti listrik, gas, internet, dan sejenisnya. Telusuri semua biaya ini dan jumlahkan.

3. Tentukan harga jual

Harga jual adalah harga yang kamu tetapkan saat menjual barang atau jasa per unit. Biasanya, harga jual ini ditetapkan sejak awal. Namun, jika kamu mengubah harga, masukkan pula perubahan ini ketika nanti memulai penghitungan.

4. Hitung BEP

Dengan menggunakan rumus, mulai hitung break even point dari bisnis. Gunakan informasi tentang biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual. Rumus ini nanti akan membantumu menemukan jawaban soal balik modal bisnis yang kamu kelola.

Rumus BEP

Nah, setelah mengetahui cara menghitungnya, langkah penting berikutnya adalah menggunakan rumus BEP. Biasanya, BEP dihitung dengan rumus sebagai berikut:

BEP = biaya tetap / (harga jual per unit – biaya variabel)

Secara khusus. untuk menemukan berapa lama akan terjadi BEP, bisa pula dihitung per unit terjual atau pendapatan per satuan mata uang.

Baca Juga :  Simak 7 Cara Membuat Strategi Marketing Terbaik untuk Podcast

1. Rumus BEP per unit

BEP unit dihitung dengan membagi total biaya tetap dengan margin kontribusi per unit produk. Margin kontribusi sendiri diperoleh dengan mengurangi harga jual per unit dengan biaya variabel per unit.

Rumus dari BEP per unit adalah sebagai berikut:

BEP unit = jumlah biaya tetap / (harga jual per unit – biaya variabel per unit)

2. Rumus BEP per satuan mata uang

Untuk menghitung BEP dalam bentuk mata uang seperti rupiah, kamu perlu membagi total biaya tetap dengan rasio margin kontribusi. Rasio margin kontribusi ini sendiri rumusnya adalah:

Tentukan dulu margin kontribusi per unit:

Margin kontribusi per unit = harga jual per unit−biaya variabel per unit

Rasio margin kontribusi:

Margin kontribusi per unit / harga jual per unit

Dari situ, rumus BEP per penjualan dalam rupiah adalah:

BEP rupiah = biaya tetap / rasio margin kontribusi

Contoh Penghitungan BEP

Contoh 1

  • Sebuah perusahaan menjual produk dengan harga Rp100.000 per unit.
  • Biaya tetap perusahaan adalah Rp50.000.000,
  • Biaya variabel per unit adalah Rp60.000.

Langkah perhitungan:

BEP Unit = jumlah biaya tetap / (harga jual per unit – biaya variabel per unit)
BEP Unit = Rp50.000.000 / (Rp100.000−Rp60.000)
BEP Unit = Rp50.000.000 / Rp40.000 = 1.250

Kesimpulan:
Perusahaan harus menjual 1.250 unit produk untuk mencapai BEP.

Contoh 2

  • Sebuah restoran memiliki biaya tetap Rp30.000.000.
  • Harga rata-rata menu adalah Rp50.000
  • Biaya variabel per porsi adalah Rp30.000.

Langkah perhitungan:

  1. Margin kontribusi per unit:
    Rp50.000−Rp30.000=Rp20.000
  2. Rasio margin kontribusi:
    Rasio margin kontribusi = margin kontribusi per unit / harga jual per unit = Rp20.000 / Rp50.000 = 0,4
  3. BEP = biaya tetap / rasio margin kontribusi = Rp30.000.000 / 0,4 = Rp75.000.000

Kesimpulan:
Restoran harus mencapai penjualan Rp75.000.000 untuk impas.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kenaikan BEP

Menghitung break even point (BEP) adalah langkah penting bagi perusahaan untuk menentukan target penjualan guna menutupi semua biaya produksi.

Namun, BEP bisa mengalami peningkatan atau penurunan, tergantung pada beberapa faktor tertentu. Berikut ini adalah beberapa penyebab utama yang dapat memengaruhi kenaikan BEP, berdasarkan informasi dari Corporate Finance Institute:

Baca Juga :  Product-Market Fit: Menyukseskan Bisnis dengan Mencocokkan Produk dan Pasar

1. Peningkatan produksi

Ketika permintaan pasar meningkat, perusahaan harus memproduksi lebih banyak barang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akibatnya, BEP cenderung naik karena perusahaan perlu menutupi biaya tambahan yang timbul dari peningkatan produksi.

2. Kenaikan biaya produksi

Harga bahan baku sering kali mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan biaya produksi meningkat, sehingga BEP pun ikut naik karena adanya pengeluaran tambahan.

Selain itu, biaya lain seperti kenaikan harga sewa gedung atau peningkatan jumlah karyawan yang memerlukan gaji tambahan juga dapat memengaruhi BEP.

3. Perawatan alat produksi

Selama operasional bisnis, peralatan produksi mungkin memerlukan perawatan atau perbaikan untuk memastikan kelancaran proses produksi. Biaya perawatan ini juga menjadi beban tambahan yang membuat BEP semakin tinggi.

Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa perubahan dalam biaya operasional dan kebutuhan produksi dapat memengaruhi titik impas perusahaan secara besar.

Cara Menurunkan BEP

Jika BEP mengalami kenaikan, perusahaan akan mengalami kerugian. Berikut adalah beberapa cara untuk mengurangi BEP (break even point):

1. Meningkatkan harga jual

Meningkatkan harga jual per unit dapat membantu menurunkan BEP, karena margin kontribusi per unit akan lebih besar. Namun, kenaikan harga jual harus mempertimbangkan daya beli pasar dan persaingan.

Jika produk dapat dijual dengan harga lebih tinggi tanpa kehilangan pelanggan, margin kontribusi per unit akan meningkat, mengurangi jumlah unit yang harus dijual untuk mencapai BEP.

2. Meningkatkan volume penjualan

Meningkatkan volume penjualan dapat membantu menurunkan BEP. Pasalnya, biaya tetap dapat tersebar ke lebih banyak unit produk. Dengan menjual lebih banyak, perusahaan lebih cepat menutupi biaya tetap.

3. Meningkatkan efisiensi produksi

Meningkatkan efisiensi operasional seperti menggunakan teknologi yang lebih baik atau melatih karyawan untuk meningkatkan produktivitas dapat menurunkan biaya produksi per unit.

Contohnya adalah penggunaan mesin atau software yang membantu proses produksi bisa mengurangi waktu produksi dan biaya variabel per unit.

Itulah berbagai hal yang harus kamu ketahui soal break even point. BEP adalah istilah penting jika kamu bekerja di bidang yang berkaitan dengan bisnis.

Kalau mencari pekerjaan di bidang tersebut, kamu bisa menemukannya di Glints TapLoker.

Di aplikasi Glints TapLoker, kamu bisa melamar kerja dan langsung chat HRD. Ada banyak lowongan kerja di seluruh Indonesia yang bisa kamu lamar.

Yuk, download aplikasi Glints TapLoker sekarang!

Referensi:


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon