Kenapa Data Storytelling Penting untuk Dipelajari?

Diperbarui 15 Agu 2023 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Meski berharga bagi perusahaan, tak semua orang bisa memahami data. Dengan alasan ini, belajar data storytelling menjadi penting.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Selain itu, masih ada manfaat lain dari skill ini, lho. Kira-kira, apa sajakah itu?

Untukmu yang merupakan business analyst atau data scientist, ini dia informasinya.

Kenapa Harus Belajar Data Storytelling?

kenapa harus mengasah skill ini

© Freepik.com

Seperti yang sudah Glints sebutkan, tak semua orang bisa memahami data. Padahal, data diperlukan untuk pengambilan keputusan strategis perusahaan.

Lalu, kenapa data storytelling menjadi solusinya?

Deloitte menuliskan, penceritaan merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan pesan. Pesan ini tentu termasuk data dan analisisnya.

Data menyampaikan fakta, sedangkan cerita memberikan konteks atas fakta itu. Dengan begitu, data jadi lebih mudah dimengerti dan menarik.

Agar lebih jelas, coba perhatikan infografik di bawah ini.

belajar data storytelling - penyajian data tanpa storytelling

© Glints

Coba bandingkan dengan infografik yang ini:

belajar data storytelling - penyajian data dengan storytelling

© Glints

Gambar kedua jauh lebih mudah dimengerti. Inti pesan bisa sampai walau kamu hanya membacanya secara sekilas. Ini bisa terjadi karena infografik dilengkapi dengan narasi yang tepat.

Memangnya, kenapa data harus mudah dimengerti?

Kata Tableau, data yang tidak dipahami cenderung diabaikan begitu saja. Sudah susah-susah mencari dan mengolahnya, data malah tak dilirik. Kamu tentu tak ingin ini terjadi, kan?

Itulah mengapa, belajar data storytelling perlu untukmu.

Baca Juga: 5 Tools Data Analysis Terpopuler yang Perlu Kamu Kuasai di 2021

Trik Belajar Data Storytelling

Setelah memahami pentingnya skill ini, coba mulai pelajari, ya! Agar proses pemahamanmu makin lancar, Glints punya beberapa tips:

1. Pahami tiga bidang keahliannya

Sebelum masuk lebih jauh, kamu wajib memahami dasar data storytelling dulu. 

Kita mulai dengan tiga bidang keahliannya. Kata Adverity, ketiganya adalah:

belajar data storytelling - bidang penguasaan data storytelling

© Glints

Berikut ini penjelasan masing-masing bidang itu:

Baca Juga :  Seluk-beluk Karier Sebagai Conversion Rate Optimization (CRO) Specialist

a. Data science

Mengutip Nugit, data science adalah ilmu pengumpulan dan analisis data menjadi sebuah informasi penting.

Tentu saja, ilmu ini harus kamu kuasai sebelum terjun ke data storytelling. Tanpa data yang berkualitas, tak ada cerita yang bisa kamu tulis.

b. Visualisasi

Deretan angka dari data science tentu bisa membingungkan. Itulah mengapa, ada visualisasi data yang bisa membantu.

Biasanya, proses ini menggunakan grafik atau tabel. Dengan begitu, data bisa lebih tergambar.

Ada beberapa jenis grafik, yakni:

belajar data storytelling - jenis-jenis grafik

© Glints

Eits, penggunaan grafik ini tidak sembarangan, lho. Kamu harus memahami fungsi mereka masing-masing saat belajar data storytelling.

Ada data yang cocok disajikan lewat diagram batang. Akan tetapi, ada yang lebih pas memakai scatter plot atau grafik lainnya.

c. Narasi

Selanjutnya adalah deskripsi, pemberian konteks, atau narasi. Ceritakanlah data dan visualisasi yang tadi sudah kamu buat.

Untuk apa infografik ini dibuat? Apa informasi yang penting untuk diketahui audiensmu? Sampaikan semua itu lewat tulisan yang jelas, ya!

Ini adalah ini dari data storytelling, yakni pemberian “cerita” pada data yang kamu sajikan.

Baca Juga: 4 Langkah Jadi Data Scientist meski Tanpa Pengalaman Kerja

2. Ikuti kursus

mengikuti kursus untuk mengasah skill ini

© Freepik.com

Lewat kursus, kamu bisa belajar data storytelling dari ahlinya. Sayangnya, banyak orang yang tak punya waktu untuk kegiatan ini.

Apakah kamu salah satunya? Jika iya, tak perlu khawatir. Glints punya solusi jitu untukmu.

Glints ExpertClass punya kelas bertajuk “Becoming A Powerful Data Storyteller”. Kelas ini bersifat on demand alias punya jam fleksibel, lho.

Dengan mengikutinya, kamu punya waktu 6 bulan untuk menonton rekaman kursus. Videonya bisa diputar kapan pun dan di mana pun kamu mau.

Baca Juga :  Rekomendasi 10 Aplikasi Alternatif Canva agar Desainmu Tidak Monoton

Inilah pilihan kursus yang mudah dan praktis untukmu. Jadi, segera klik di sini atau gambar di bawah untuk ikut kelasnya, ya!

 

3. Praktikkan dan latihan

Terakhir, kamu bisa berlatih. Coba buat cerita atas data apa pun yang kamu miliki.

Belum punya dataset yang berkualitas? Kalau memang begitu, kamu bisa mencarinya di repository seperti:

Setelah itu, coba ceritakan data yang sudah kamu buat pada teman atau rekan kerja. Pastikan mereka sudah memahami tujuan dari data storytelling-mu, ya!

Kalau ada yang bisa diperbaiki, coba lagi. Dengan begitu, kamu bisa terus belajar dan berkembang.

Baca Juga: 5 Tips Belajar Data Science Secara Efektif dan Mudah

Itulah manfaat belajar data storytelling dan sederet tipsnya. Bagaimana, makin yakinkah kamu menyelami bidang ini?


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon