Kalkulator PPh 21 dan Gaji Bersih: Download Excel Gratis di Sini

Diperbarui 13 Mar 2024 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Menghitung pajak penghasilan pasal 21 atau PPh 21 untuk tahu gaji bersih bisa kamu lakukan dengan mudah menggunakan kalkulator Excel khusus yang sudah Glints siapkan. 

    kalkulator pph 21 dan gaji bersih glints Kamu bisa download kalkulator khususnya cukup dengan klik tombol di bawah ini. Gratis! Pastikan kamu sudah login ke akun Google/Gmail-mu sebelum download, ya.

    DOWNLOAD GRATIS

    Kamu tidak perlu khawatir kebingungan saat memakai kalkulator pajak penghasilan ini. Glints sudah menyiapkan instruksi penggunaan kalkulator Excel PPh 21 dan gaji bersih di dalamnya.

    Kalkulator Excel PPh 21 ini sangat mudah digunakan karena kamu cukup mengisi besaran gaji atau komisi yang didapatkan saja. Penghitungannya juga sudah disesuaikan dengan peraturan terbaru.

    Jika kamu masih belum tahu apa itu PPh 21, berikut Glints berikan penjelasan singkatnya.

    Apa Itu PPh 21?

    Mengutip situs resmi Kementerian Keuangan, PPh 21 atau pajak penghasilan pasal 21 adalah pemotongan penghasilan seseorang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatannya. 

    Penghasilan yang dipotong ini dilakukan oleh perusahaan tempatmu bekerja. Jadi, kamu tidak perlu membayarnya sendiri setiap bulan. 

    Adapun penentuan besaran pajak penghasilan tidak ditetapkan begitu saja. 

    Hal ini karena ada 2 hal yang menentukan besar kecilnya pajak penghasilan seseorang yang disebut sebagai PKP (Penghasilan Kena Pajak) dan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). 

    Di mana, besaran penghasilan yang akan dikenakan pajak akan dikurangi oleh PTKP terlebih dahulu. Simak penjelasan singkatnya di bawah ini. 

    PTKP

    Besaran PTKP sudah ditetapkan dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 yang isinya adalah sebagai berikut;

    • wajib pajak orang pribadi: Rp54.000.000
    • wajib pajak bagi seseorang yang sudah menikah: bertambah Rp4,5 juta menjadi Rp59.500.000
    • PTKP untuk istri yang bekerja dan penghasilannya digabung suami: Rp54.000.000
    • Jika sudah memiliki anak, tambahan PTKP-nya adalah Rp4,5 juta per anak, dengan maksimal sebanyak 3 anak

    PKP

    Selain PTKP, UU Nomor 7 Tahun 2021 juga menjelaskan tarif progresif untuk penghasilan yang kena pajak yang isinya adalah sebagai berikut;

    • Tarif 5% dikenakan untuk PKP hingga Rp60 juta
    • Tarif 15% dikenakan pada PKP dari Rp60 juta sampai dengan Rp250 juta
    • Tarif 25% dikenakan pada PKP dari Rp250 juta sampai dengan Rp500 juta
    • Tarif 30% dikenakan pada PKP dari Rp500 juta hingga Rp5 miliar
    • Tarif 35% dikenakan pada PKP di atas Rp5 miliar

    Cara Menghitung PPh 21

    Sebelumnya, penghitungan PPh 21 adalah dengan mencari tahu besar gaji bersih yang didapatkan dari pendapatan kotor dikurangi PTKP, tunjangan, dan iuran yang dibayarkan karyawan. 

    Setelah itu, gaji bersih dikalikan besaran tarif progresif PPh 21 tergantung berapa jumlahnya. Dari sana, barulah diketahui berapa total pajak yang dibayarkan selama setahun. 

    Namun, per 1 Januari 2024 ada sedikit perubahan dalam perhitungan PPh 21. Di mana, perubahan ini mengacu ke Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023.

    Dalam peraturan ini, kamu cukup menghitung besaran PPh 21 dengan mengalikan pendapatan bruto/kotor dengan tarif efektif rata-rata (TER) yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu bulanan dan harian. 

    TER bulanan dikelompokkan lagi menjadi 3 kategori berdasarkan besaran PTKP, yaitu kategori A, B, dan C. Kamu bisa lihat rinciannya di bawah ini.

    TER A

    • tidak kawin dan tanpa tanggungan (TK/0)
    • tidak kawin dengan jumlah tanggungan satu orang (TK/1)
    • kawin tanpa tanggungan (K/0)

    TER B

    • tidak kawin dengan jumlah tanggungan dua orang (TK/2)
    • tidak kawin dengan jumlah tanggungan tiga orang (TK/3)
    • kawin dengan jumlah tanggungan satu orang (K/1)
    • kawin dengan jumlah tanggungan dua orang (K/2)

    TER C

    • kawin dengan jumlah tanggungan tiga orang (K/3) 

    Namun, skema perhitungan yang mengacu ke Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023 ini hanya berlaku untuk bulan Januari hingga November saja. 

    Di bulan Desember, perhitungan PPh 21 tetap memakai skema yang lama, yaitu gaji bersih dikali tarif progresif. 

    Agar kamu bisa mendapatkan gambaran lebih lanjut dan memahami cara menghitung PPh 21, kamu bisa baca artikel Glints yang membahasnya. 

    Klik di sini untuk langsung baca artikelnya secara gratis!

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 4.8 / 5. Jumlah vote: 13

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Artikel Terkait