×

Mencari Tempat Tinggal Kala Merantau? Coba Pertimbangkan Co-Living

July 22, 2020 | No Comments

Salah satu alternatif tempat tinggal yang pas untuk perantau adalah co-living. Memilih tempat tinggal bagi perantau tentu bukanlah hal yang mudah. 

Terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan kala memilih tempat tinggal. Salah satunya adalah biaya.

Terkadang, seseorang terpaksa rela tinggal di tempat yang kurang baik demi biaya yang lebih murah.

Oleh karena itu, pada artikel ini Glints akan membahas mengenai co-living yang dapat menjadi pilihanmu dalam mencari tempat tinggal di perantauan.

Langsung saja, simak penjelasan lengkapnya!

Baca Juga: Tips Mencari Kost Murah Bagi Kamu yang Baru Saja Merantau

Pengertian Co-living

co living

© Vulcanpost.com

Bersumber dari Vox, co-living berarti tinggal dalam satu hunian yang sama dengan orang lain dan berkenan untuk berbagi tanggung jawab serta fasilitas yang tersedia.

Pada dasarnya, co-living adalah sebuah konsep tinggal di sebuah hunian bersama beberapa orang lain. 

Hunian yang dimaksud bisa berupa rumah atau apartemen, yang ditempati oleh beberapa orang dan tiap orang memiliki kamar masing-masing.

Penghuni tempat ini bisa orang-orang yang sudah kita kenal sejak dulu dan sepakat untuk tinggal bersama. Selain itu, bisa juga orang-orang asing yang kebetulan sama-sama membutuhkan tempat tinggal.

Co-living sangat cocok bagi perantau terutama dari generasi milenial yang sedang membutuhkan alternatif hunian layak dan terjangkau.

Dengan melakukan ini, kamu dapat lebih menghemat pengeluaran namun mendapatkan fasilitas yang memadai dari suatu hunian. 

Mengontrak bersama, kos dan co-living

Beberapa orang di Indonesia mungkin cukup familiar dengan mengontrak atau menyewa suatu hunian bersama orang lain untuk mendapatkan berbagai fasilitas dengan biaya yang murah.

Namun pada co-living, lebih ditekankan pada keputusan individu yang secara sadar memilih tempat tinggal dan bersedia berbagi dengan orang asing lain melalui suatu platform.

Dalam konsep ini, perusahaan properti akan menyediakan kamar yang bisa digunakan secara privat. 

Terlihat serupa, namun pembedanya adalah konsep ini memfasilitasi seseorang yang belum mengenal siapa-siapa di perantauan namun membutuhkan tempat tinggal yang terjangkau dan berkualitas. 

Dengan ini, setiap penghuni akan merasa menjadi bagian dari suatu komunitas dan rasa memiliki keluarga baru di perantauan.

Beberapa fasilitas tambahan pun dapat kamu nikmati tanpa harus membayar lebih, seperti internet, TV kabel, dan sebagainya. 

Hal ini karena fasilitas tersebut dibayar bersama-sama dengan teman satu tempat tinggal.

Tentu hal ini sangat berbeda dengan kos, di mana kamu hanya menyewa satu ruangan dengan fasilitas terbatas yang dapat digunakan sendiri.

Baca Juga: Lebih Baik Sewa Apartemen atau Rumah? Ini Dia 3 Pertimbangannya!

Keuntungan dan Kerugian

© Freepik.com

Terdapat beberapa keuntungan dan kerugian yang perlu kamu pertimbangkan kala memutuskan untuk melakukan co-living

Keuntungan

1. Menghemat waktu

Salah satu keuntungan yang didapatkan adalah penghematan waktu.

Dengan menggunakan konsep ini, kamu sangat mungkin mendapatkan hunian yang dekat dari kantor atau kampusmu, namun tetap dengan harga yang murah.

Oleh karenanya, kamu juga akan lebih menghemat waktu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Memperluas networking

Menemukan teman baru dalam suatu co-living tentu akan memperluas networking.

Kamu akan bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang yang dapat menambahkan koneksi personalmu.

3. Menghemat biaya

Keuntungan lainnya dan yang cukup menjadi pertimbangan adalah biaya yang murah.

Meskipun mudah, kamu tetap dapat menikmati berbagai fasilitas dengan maksimal tanpa harus mengeluarkan biaya lebih.

Kerugian

1. Kamu tidak tahu latar belakang penghuni lain

Kamu dapat dengan bebas memilih tempat tinggal seperti apa yang sesuai denganmu. Namun, masalahnya kamu tidak mengetahui siapa saja yang satu tempat tinggal denganmu.

Ini tentu menjadi masalah jika kamu mendapatkan teman dengan latar belakang kurang baik.

2. Perlu adaptasi

Konsep ini berbeda dengan mengontrak pada umumnya atau tinggal di kos.

Saat mengontrak bersama teman tentu kamu sudah memahami bagaimana berinteraksi dengan mereka, karena cenderung memiliki latar belakang yang sama. 

Sementara itu, dengan co-living, kamu perlu adaptasi lagi karena perlu mengetahui kebiasaan serta perilaku orang yang tinggal bersama.

3. Belum terlalu variatif

Hal terakhir yang dapat menjadi pertimbangan utamamu dalam memilih co-living adalah di Indonesia sendiri masih belum terlalu banyak yang menyediakan.

Kondisi ini mmebuat pilihan hunian serta harganya belum terlalu variatif.

Mencari Co-living

© Cashlay.com

Meskipun jarang, bukan berarti tidak ada yang menyediakan co-living di Indonesia. Terdapat beberapa penyedia jasa co-living yang dapat kamu gunakan, di antaranya adalah Rukita, Kndrd, Cohive, Colibri

Baca Juga: Kenali Lebih Dalam Asuransi Rumah yang Miliki Banyak Manfaat

Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai co-living.

Tentu ini menjadi pilihan yang baik untuk kamu yang ingin mencari tempat tinggal terjangkau dengan fasilitas lengkap. 

Jika kamu memiliki pengalaman atau pertanyaan mengenai hal ini, kamu bisa membagikannya melalui Glints Komunitas.

Di sana, terdapat berbagai pengguna yang dapat menambah wawasan serta membantu permasalahanmu.

Bahkan, kamu bisa saja mendapatkan teman untuk melakukannya bersama, lho!

Yuk, langsung saja bergabung!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up