Deskripsi pekerjaan Senior Lending Operations & Partnerships Officer Permakultur Lanskap Berkelanjutan Indonesia
PlanB Indonesia melaksanakan model pembiayaan petani kecil berbasis pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture financing) bekerja sama dengan Abler Nordic Climate Smart Fund dan berbagai lembaga keuangan di Indonesia. Program ini mendukung petani kecil kelapa sawit, kopi, dan kakao melalui pembiayaan modal kerja jangka pendek serta pembiayaan peremajaan (replanting) jangka panjang, dengan tujuan meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan ketahanan terhadap perubahan iklim, sekaligus mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan.
Untuk mendukung pelaksanaan dan perluasan program, PlanB membuka posisi Senior Lending Operations & Partnerships Officer yang akan bertanggung jawab mengoordinasikan operasional pembiayaan sehari-hari, membimbing tim petugas lapangan, menjaga kualitas portofolio pinjaman, serta mengelola koordinasi operasional dengan bank, koperasi, dan organisasi petani. Posisi ini juga berperan dalam mengoperasikan dan mengembangkan sistem manajemen pinjaman (Loan Management System/LMS) yang digunakan untuk proses pendaftaran petani, alur kerja, pemantauan, dan pembayaran kembali pinjaman apabila diperlukan.
Posisi ini merupakan peran senior yang bersifat operasional dan koordinatif, cocok bagi seseorang yang nyaman bekerja baik di lapangan maupun bersama mitra sektor keuangan. Ruang lingkup pekerjaan mencakup operasional pinjaman, proses onboarding debitur, koordinasi dengan mitra, pemantauan portofolio, tindak lanjut pembayaran kembali, serta penyempurnaan proses operasional untuk pembiayaan komoditas kelapa sawit, kopi, dan kakao.
1. Operasional Pembiayaan dan Koordinasi Tim
Mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan pembiayaan harian untuk portofolio kelapa sawit, kopi, dan kakao.
Membimbing dan mendukung sekitar tiga orang Loan Officer atau petugas lapangan.
Memastikan seluruh proses onboarding debitur, dokumentasi, dan verifikasi dilakukan secara akurat dan tepat waktu.
Memantau kesiapan pencairan pinjaman serta menindaklanjuti hambatan dalam proses penyaluran.
Menjaga konsistensi dan kedisiplinan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
2. Uji Kelayakan Debitur dan Koperasi (Due Diligence)
Mendukung pelaksanaan due diligence terhadap koperasi, kelompok tani, dan mitra pelaksana lainnya.
Menilai kesiapan debitur, kelayakan usaha, serta kapasitas pembayaran kembali.
Meninjau kelengkapan dan kualitas data petani maupun koperasi.
Mendukung pemenuhan persyaratan legalitas lahan, dokumen petani, serta persyaratan lain yang diperlukan agar layak memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.
3. Pemantauan Portofolio dan Kualitas Pembayaran
Memantau kinerja pembayaran pinjaman, tunggakan, serta kualitas portofolio secara keseluruhan.
Mengoordinasikan tindak lanjut atas keterlambatan pembayaran bersama petugas lapangan, koperasi, dan mitra terkait.
Mengidentifikasi sejak dini potensi risiko operasional maupun risiko pembiayaan.
Menyusun laporan internal secara berkala mengenai pencairan pinjaman, pembayaran kembali, portofolio berisiko (Portfolio at Risk/PAR), dan isu operasional.
Memastikan disiplin pembayaran dan kualitas portofolio menjadi prioritas utama, tidak hanya berfokus pada pencairan pinjaman.
4. Koordinasi dengan Bank dan Mitra
Menjadi kontak utama dalam koordinasi operasional sehari-hari dengan bank mitra, koperasi, dan mitra lapangan.
Berkoordinasi dengan bank terkait proses onboarding, kelengkapan dokumen, dukungan analisis kredit (underwriting), serta pencairan pinjaman.
Berkomunikasi langsung dengan pengurus koperasi mengenai implementasi pembiayaan, pembayaran kembali, kelayakan petani, dan permasalahan operasional.
Mendukung koordinasi dengan mitra komoditas maupun mitra pelaksana sesuai kebutuhan.
5. Loan Management System (LMS) dan Operasional Data
Mengoperasikan Loan Management System (LMS) yang digunakan dalam pembiayaan petani, khususnya ketika bank mitra belum menyediakan sistem yang memadai.
Memastikan LMS digunakan secara benar untuk proses onboarding petani, pemantauan alur kerja, monitoring pinjaman, dan tindak lanjut pembayaran.
Mendukung implementasi sistem, adopsi pengguna, penyelesaian kendala teknis, serta memberikan masukan kepada penyedia sistem maupun tim internal.
Membantu meningkatkan kualitas data, alur pelaporan, dan dashboard operasional.
Mendukung integrasi sistem serta proses pertukaran data dengan bank mitra maupun platform lainnya apabila diperlukan.
6. Pengembangan Produk dan Penyempurnaan Operasional
Membantu mengembangkan produk pembiayaan, proses onboarding, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) berdasarkan pengalaman di lapangan.
Mendukung kegiatan sosialisasi kepada petani dan koperasi mengenai produk pembiayaan, persyaratan, hak dan kewajiban, serta ketentuan pembayaran kembali.
Bekerja sama dengan tim untuk meningkatkan sistem pemantauan pinjaman, koordinasi mitra, dan pelaporan operasional.
Berkontribusi dalam menjadikan model pembiayaan semakin mudah dikembangkan (scalable) dan efisien secara operasional.
Kualifikasi
Pendidikan minimal Sarjana (S1) di bidang Keuangan, Ekonomi, Agribisnis, Administrasi Bisnis, Pembangunan Pedesaan, atau bidang terkait. Pengalaman kerja yang relevan dapat dipertimbangkan sebagai pengganti.
Memiliki pengalaman kerja minimal 4–6 tahun di bidang mikrofinansial, pembiayaan UMKM, pembiayaan pedesaan, pembiayaan koperasi, pembiayaan sektor pertanian, atau operasional pinjaman di Indonesia.
Berpengalaman dalam mengoordinasikan operasional pembiayaan dan/atau memimpin tim lapangan.
Memiliki pengalaman dalam analisis kredit, due diligence mitra, maupun proses onboarding debitur.
Berpengalaman bekerja dengan koperasi, kelompok tani, usaha pedesaan, atau debitur sektor pertanian.
Memahami sektor jasa keuangan Indonesia, khususnya perbankan, BPR, koperasi, maupun perusahaan pembiayaan.
Memiliki pengalaman pada rantai nilai kelapa sawit, kopi, atau kakao menjadi nilai tambah.
Terampil menggunakan Microsoft Excel dan sistem pelacakan data operasional; pengalaman menggunakan MIS atau Loan Management System (LMS) menjadi nilai tambah.
Mampu berkomunikasi dengan baik dalam Bahasa Indonesia dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris untuk koordinasi serta pelaporan sederhana.
Bersedia melakukan perjalanan dinas secara rutin ke lokasi lapangan.

