Deskripsi pekerjaan Quality Control Elly Arsy Abadi
JOBDESK QUALITY CONTROL (QC) FASHION MUSLIM
1. Tujuan Jabatan
Quality Control (QC) bertanggung jawab memastikan setiap produk fashion muslim yang diproduksi memenuhi standar kualitas perusahaan sebelum masuk ke proses packing, penyimpanan, atau dikirim kepada pelanggan.
QC memastikan produk sesuai dengan standar desain, ukuran, bahan, warna, jahitan, finishing, dan kelengkapan produk yang telah ditentukan perusahaan.
⸻
2. Tugas dan Tanggung Jawab Utama
A. Pemeriksaan Kualitas Produk
Melakukan pemeriksaan terhadap produk fashion muslim, seperti:
* Gamis.
* Dress muslim.
* Tunik.
* Khimar/hijab.
* Setelan muslim.
* Produk fashion lainnya.
Pemeriksaan meliputi:
1. Kondisi bahan
* Memastikan bahan sesuai dengan standar yang ditentukan.
* Memeriksa adanya noda, kotoran, lubang, sobek, atau cacat kain.
* Memeriksa adanya perbedaan warna yang tidak sesuai.
* Memastikan tekstur bahan sesuai standar produk.
2. Jahitan
* Memeriksa kerapian jahitan.
* Memastikan tidak ada jahitan loncat.
* Memastikan tidak ada benang yang terlalu panjang atau terurai.
* Memeriksa kekuatan jahitan.
* Memastikan sambungan antarbagian rapi.
* Memeriksa bagian obras dan finishing.
3. Ukuran
* Melakukan pengukuran produk menggunakan standar size chart perusahaan.
* Memeriksa panjang baju.
* Lebar dada.
* Lebar pinggang.
* Panjang lengan.
* Lingkar lengan.
* Panjang rok/bawahan jika terdapat set.
* Ukuran lainnya sesuai spesifikasi produk.
4. Bentuk dan konstruksi
* Memastikan bentuk produk sesuai sample/acuan.
* Memeriksa keseimbangan kanan dan kiri.
* Memastikan potongan tidak miring.
* Memastikan bagian badan, lengan, kerah, manset, dan detail lainnya terpasang dengan benar.
⸻
3. Pemeriksaan Detail Fashion Muslim
QC harus memperhatikan detail khusus produk fashion muslim, seperti:
* Khimar/hijab terpasang dan memiliki ukuran yang sesuai.
* Manset sesuai dengan standar desain.
* Kancing terpasang lengkap dan kuat.
* Resleting dapat digunakan dengan baik.
* Tali atau aksesoris terpasang dengan benar.
* Bordir sesuai desain.
* Sablon/printing tidak rusak atau bergeser.
* Motif atau pattern sesuai dengan standar.
* Payet atau ornamen terpasang dengan kuat apabila ada.
* Tidak terdapat bagian yang mengganggu kenyamanan atau keamanan pemakai.
⸻
4. Pemeriksaan Produk Sebelum Packing
Sebelum produk masuk ke bagian packing, QC memastikan:
* Produk sudah melewati pemeriksaan.
* Tidak terdapat cacat produksi.
* Ukuran sesuai.
* Warna sesuai.
* Produk bersih.
* Jahitan rapi.
* Aksesoris lengkap.
* Label/size tag terpasang.
* Hangtag sesuai.
* Produk sesuai dengan sample/acuan.
* Produk layak dijual.
Produk yang tidak memenuhi standar tidak boleh langsung diteruskan ke packing dan harus dipisahkan untuk proses perbaikan/rework atau keputusan lebih lanjut.
⸻
5. Pemisahan Produk NG / Reject
QC wajib memisahkan produk berdasarkan kondisi:
OK
Produk memenuhi seluruh standar dan dapat dilanjutkan ke proses berikutnya.
Minor Defect
Cacat ringan yang masih dapat diperbaiki melalui proses rework.
Major Defect
Cacat yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut atau berpotensi memengaruhi kualitas produk secara signifikan.
Reject
Produk yang tidak memenuhi standar dan tidak dapat atau tidak layak diteruskan sebagai produk normal.
Setiap produk bermasalah harus diberikan informasi yang jelas mengenai jenis cacat dan tindakan yang diperlukan.
⸻
6. Koordinasi dengan Tim Produksi
QC tidak hanya menemukan kesalahan, tetapi juga memberikan informasi kepada bagian terkait.
Berkoordinasi dengan:
* Cutting.
* Sewing/jahit.
* Finishing.
* Produksi.
* Merchandiser Produksi.
* Gudang.
* Packing.
* Supervisor/Manager Produksi.
Contoh:
QC menemukan jahitan lengan tidak sesuai → dicatat → produk dipisahkan → dikembalikan ke bagian terkait → dilakukan perbaikan → QC melakukan pemeriksaan ulang.
⸻
7. Recheck / Pemeriksaan Ulang
Setelah produk diperbaiki, QC wajib melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan:
* Cacat sudah diperbaiki.
* Tidak muncul cacat baru.
* Produk kembali sesuai standar.
* Produk layak masuk ke proses berikutnya.
Produk tidak boleh dinyatakan OK sebelum pemeriksaan ulang selesai.
⸻
8. Pencatatan dan Laporan QC
QC bertanggung jawab membuat pencatatan seperti:
* Jumlah produk diperiksa.
* Jumlah produk OK.
* Jumlah produk NG.
* Jumlah produk rework.
* Jumlah produk reject.
* Jenis cacat yang ditemukan.
* Bagian produksi yang terkait.
* Tanggal pemeriksaan.
* Nama produk/kode produk.
* Ukuran/warna.
* Hasil pemeriksaan.
Data tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi kualitas produksi.
⸻
9. Monitoring Cacat Produksi
QC perlu mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling sering terjadi.
Contohnya:
* Jahitan tidak rapi.
* Ukuran tidak sesuai.
* Bahan bernoda.
* Salah warna.
* Salah ukuran.
* Salah pemasangan label.
* Kancing kurang.
* Resleting bermasalah.
* Bordir tidak sesuai.
* Produk tidak simetris.
Jika masalah yang sama terus berulang, QC wajib menyampaikan kepada atasan untuk dilakukan evaluasi proses produksi.
⸻
10. Standar Kerja QC
QC wajib:
* Bekerja berdasarkan standar kualitas perusahaan.
* Menggunakan sample produk sebagai acuan apabila tersedia.
* Menggunakan size chart yang telah ditetapkan.
* Teliti dalam melakukan pemeriksaan.
* Tidak meloloskan produk yang tidak memenuhi standar.
* Tidak mengubah standar kualitas berdasarkan penilaian pribadi.
* Menjaga objektivitas pemeriksaan.
* Melakukan pencatatan secara akurat.
* Bertanggung jawab terhadap hasil pemeriksaan.
⸻
11. KPI QC yang Dapat Digunakan
Evaluasi QC dapat menggunakan indikator:
* Akurasi pemeriksaan.
* Jumlah produk yang diperiksa.
* Persentase produk OK.
* Persentase defect/reject.
* Jumlah kesalahan yang lolos ke packing.
* Jumlah komplain akibat defect produk.
* Ketepatan pencatatan laporan.
* Kecepatan proses pemeriksaan.
* Konsistensi penerapan standar QC.
* Kemampuan mengidentifikasi sumber masalah produksi.
⸻
12. Kualifikasi QC Fashion Muslim
* Memiliki pengalaman di bidang QC fashion/garment menjadi nilai tambah.
* Memahami dasar proses produksi pakaian.
* Memahami jahitan dan finishing.
* Mampu membaca size chart.
* Teliti dan memiliki perhatian terhadap detail.
* Mampu membedakan produk OK dan defect.
* Mampu melakukan pengukuran produk.
* Mampu bekerja dengan target.
* Mampu bekerja sama dengan tim produksi.
* Tegas dalam menerapkan standar kualitas.
* Bertanggung jawab dan disiplin.
* Bersedia mengikuti SOP dan standar kualitas perusahaan.
⸻
13. Alur Kerja QC
Produk Selesai Produksi → Pemeriksaan QC → Cek Bahan → Cek Jahitan → Cek Ukuran → Cek Detail & Finishing → OK / NG →
Jika OK: → Packing/Gudang
Jika NG: → Pisahkan → Catat Defect → Rework/Perbaikan → QC Recheck → OK → Packing/Gudang
⸻
14. Prinsip Utama QC
“Produk yang sudah dinyatakan OK oleh QC harus sesuai dengan standar kualitas perusahaan dan siap diberikan kepada pelanggan.”
QC menjadi salah satu quality gate terakhir sebelum produk masuk ke proses packing, sehingga ketelitian dan konsistensi dalam pemeriksaan sangat penting untuk mengurangi kesalahan produksi, retur, komplain, dan produk cacat yang sampai kepada pelanggan.

