Deskripsi pekerjaan Medical Doctor PT Medifa Infoyasa Suryantara
Di DoctorTool kami mencari seorang Medical Doctor yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap Health Informatics dan Artificial Intelligence (AI).
Dalam peran ini, Anda tidak akan berfokus pada pelayanan pasien langsung, melainkan akan bertindak sebagai "otak medis" di balik sistem kami. Anda akan memimpin dari sisi klinis dalam pengembangan AI, serta menjadi pengawas, peninjau, dan pembuat kebijakan utama untuk Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) DoctorTool.
Tanggung Jawab Utama
- Pengembangan Artificial Intelligence (AI) Medis: Berkolaborasi erat dengan tim Data Science, Product, dan Engineering untuk merancang, melatih (training), dan memvalidasi model AI kesehatan (seperti sistem pendukung keputusan klinis, otomatisasi koding ICD-10, atau symptom checker).
- Pengawasan & Peninjauan RME (Clinical Reviewer): Mengaudit dan meninjau alur kerja klinis di dalam Sistem RME DoctorTool. Memastikan fitur yang dibangun intuitif, akurat secara medis, dan menjamin keselamatan pasien (patient safety).
- Pembuatan Kebijakan & Standardisasi: Merancang, menyusun, dan menetapkan kebijakan klinis, Standard Operating Procedure (SOP), dan terminologi medis (Snomed CT, ICD-10, dll) yang akan diimplementasikan secara sistem pada platform RME.
- Kepatuhan Regulasi & Integrasi: Memastikan seluruh logika sistem RME dan AI yang dikembangkan mematuhi regulasi Kementerian Kesehatan RI (seperti Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang RME) dan memenuhi standar interoperabilitas (seperti integrasi dengan platform SATUSEHAT).
Kualifikasi yang Dibutuhkan
- Lulusan Profesi Dokter dari universitas terakreditasi dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih aktif.
- Memiliki pengalaman praktik klinis di Puskesmas atau Klinik minimal 2–5 tahun, sehingga memahami betul alur (workflow) pelayanan kesehatan yang sesungguhnya.
- Memiliki ketertarikan yang kuat terhadap Health Informatics, Teknologi Informasi Kesehatan, dan penerapan AI/Machine Learning dalam medis.
- Memahami regulasi kesehatan di Indonesia, khususnya terkait rekam medis elektronik dan perlindungan data pasien.
- Pemikir yang analitis, berorientasi pada detail (detail-oriented), dan mampu menerjemahkan logika klinis menjadi bahasa yang dapat dipahami oleh tim pengembang perangkat lunak (developer).
- Pengalaman sebelumnya di perusahaan health-tech atau sertifikasi di bidang Informatika Medis akan menjadi nilai tambah yang sangat besar.

