Deskripsi pekerjaan Manager Operasional IPAL/STP/WTP Retterra Indonesia
Kualifikasi :
- S1 Teknik Lingkungan / Teknik Kimia / Teknik Mesin / Teknik Elektro atau rumpun ilmu terkait.
- Minimal 8 tahun pengalaman terdiri dari minimal 5 tahun sebagai Supervisor/Koordinator Operasional dan minimal 3 tahun sebagai Manajer Operasional di bidang IPAL / STP / WTP.
- Memahami proses pengolahan air limbah dan air bersih, termasuk biological treatment, chemical treatment, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.
- Memahami sistem mekanikal, elektrikal, instrumentasi, dan utility pendukung instalasi pengolahan air.
- Memahami parameter kualitas air dan standar baku mutu lingkungan yang berlaku.
- Mampu melakukan pengendalian operasional, evaluasi performa sistem, serta pengendalian biaya operasional.
- Memiliki kemampuan leadership, komunikasi, problem solving, dan koordinasi tim yang baik.
- Mampu membuat SOP, checklist maintenance, dan KPI operasional.
- Memiliki kemampuan komunikasi client handling dan team management yang baik.
- Memahami implementasi K3 dan SOP operasional IPAL/STP/WTP.
- Memiliki sertifikat PPPA menjadi nilai tambah.
Job Desk :
- Mengelola kegiatan operasional dan maintenance sistem IPAL/STP/WTP di seluruh area/site yang menjadi tanggung jawab.
- Memastikan seluruh unit pengolahan dan equipment berjalan optimal sesuai SOP.
- Membuat jadwal preventive maintenance dan memastikan pelaksanaannya berjalan tepat waktu.
- Mengawasi pekerjaan operator dan teknisi maintenance di lapangan.
- Melakukan evaluasi performa sistem pengolahan air dan kualitas effluent secara berkala.
- Mengontrol penggunaan chemical, sparepart, dan kebutuhan operasional agar efisien.
- Mengkoordinasikan troubleshooting dan perbaikan apabila terjadi kerusakan equipment atau gangguan proses.
- Memastikan pompa, blower, panel listrik, dosing system, filter, dan equipment lainnya dalam kondisi baik.
- Membuat laporan operasional dan maintenance harian, mingguan, serta bulanan.
- Berkoordinasi dengan client terkait operasional, maintenance, dan keluhan sistem.
- Mengawasi vendor atau teknisi eksternal saat pekerjaan perbaikan atau penggantian equipment.
- Memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar K3 dan prosedur perusahaan.
- Membantu peningkatan efisiensi sistem dan penurunan biaya operasional instalasi.

