Deskripsi pekerjaan Konsultan Program Pemberdayaan Pekebunan WRI Indonesia
Program Pemberdayaan Pekebun
WRI Indonesia percaya bahwa pemberdayaan pekebun kelapa sawit adalah kunci untuk memproduksi minyak sawit berkelanjutan di Indonesia. Pekebun yang berdaya memiliki kemampuan untuk mengontrol dan mengelola usaha kelapa sawitnya dengan baik dan berkelanjutan. Dengan kemampuan tersebut diharapkan kesejahteraan pekebun dan kualitas lingkungan dapat meningkat. Oleh karena itu, meningkatkan inklusivitas pekebun kecil dalam program keberlanjutan dan pemberdayaan sangat diperlukan untuk rantai pasok minyak sawit yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan di negara ini.
Berkolaborasi dengan Unilever, WRI Indonesia bertujuan untuk meningkatkan rantai pasok minyak sawit berkelanjutan dan kesejahteraan pekebun swadaya di Provinsi Riau. Hal ini dilakukan melalui serangkaian peningkatan kapasitas dan pemberdayaan. Pada tahun 2023, kami menargetkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan minimal 4.000 pekebun sawit swadaya untuk menerapkan Praktik Manajemen Terbaik (BMP) kelapa sawit guna meningkatkan produktivitas mereka.
Ringkasan Pekerjaan
Koordinator Kabupaten bertanggung jawab untuk mendapatkan dukungan program pemberdayaan pekebun kelapa sawit swadaya dari pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, khususnya Dinas Pemerintah, Swasta, LSM, dan pihak terkait lainnya; mengkoordinasikan dan melaporkan kemajuan identifikasi dan keterlibatan pekebun di setiap kabupaten yang ditugaskan serta mengawasi fasilitator kelompok dalam melaksanakan kegiatan pelatihan dan identifikasi pekebun swadaya.
Posisi ini akan ditempatkan di salah satu kabupaten berikut: Kabupaten Pelalawan dan Siak, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir, Provinsi Riau. Koordinator Kabupaten akan melapor kepada Riau & West Sumatera Senior Program Lead serta bekerja dengan tim Program AFOLU lainnya untuk mendukung implementasi strategi AFOLU WRI Indonesia.
Tanggung Jawab Kerja
Keterlibatan dengan Pemangku Kepentingan (50%)
- Berkoordinasi dengan Pemimpin Program Senior Riau & Sumatra Barat, Tim AFOLU, dan Manager Smallholder Hub dalam menyelesaikan rencana kerja, output, dan pelaporan program.
- Mengelola kemitraan di tingkat kabupaten, khususnya dengan lembaga pemerintah, swasta, LSM, dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk mengembangkan pendekatan kolaboratif dalam pelaksanaan program pemberdayaan pekebun.
- Mengidentifikasi dan melibatkan pekebun potensial untuk menjadi bagian dari program pemberdayaan pekebun.
Manajemen Program (50%)
- Menyusun dan menyampaikan TOR dan anggaran kegiatan sesuai dengan rencana kerja program.
- Bekerja sama dengan pelatih-pelatih dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pelatihan.
- Mengawasi semua kegiatan program yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas pekebun swadaya.
- Mengawasi fasilitator kelompok dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan pertemuan rutin dengan anggota kelompok pekebun dalam rangka memenuhi kepatuhan terhadap standar RSPO.
- Mengembangkan basis data kelompok pekebun swadaya dan anggotanya di tingkat kabupaten.
Kualifikasi
- Memiliki legalitas untuk bekerja di Indonesia
- Minimum memiliki gelar sarjana, baik dalam pembangunan pedesaan, pertanian, atau kualifikasi teknis dalam bidang studi pengembangan pekebun
- Memiliki pengalaman bekerja di sektor kelapa sawit, terutama dengan pekebun sawit swadaya, serta familiar dengan isu-isu yang berkaitan dengan produksi minyak sawit.
- Minimal 5-6 tahun pengalaman kerja profesional terkait dengan standar keberlanjutan kelapa sawit, audit, sertifikasi pekebun swadaya, agribisnis, masyarakat pedesaan, sertifikasi komoditas berkelanjutan, izin usaha perkebunan, lingkungan, dan/atau kegiatan terkait peningkatan produktivitas pekebun.
- Memiliki pengalaman bekerja dengan masyarakat local di Riau.
- Memahami isu keberlanjutan lingkungan dan sosial yang mempengaruhi komoditas pertanian.
- Memiliki pemahaman yang baik tentang Sistem Informasi Geografis (SIG) akan menjadi keuntungan.
- Memiliki pengalaman dalam membangun jaringan hubungan dan kemitraan dengan masyarakat desa, pemerintah/otoritas, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya yang bergerak di bidang lingkungan.
- Memiliki kemampuan untuk bekerja secara mandiri dan percaya diri untuk mengambil inisiatif dan membuat keputusan.
- Memiliki keterampilan komunikasi, mendengarkan, dan interpersonal yang kuat, terutama dengan pekebun lokal.
- Memiliki keterampilan kepemimpinan dan manajemen proyek yang kuat.
- Mampu dan bersedia melakukan perjalanan dan menghabiskan banyak waktu di lapangan sesuai kebutuhan.
- Memiliki motivasi diri, berorientasi pada detail, dan pemikir logis dengan kemampuan untuk melakukan banyak tugas dan bekerja dengan baik di bawah tekanan.
- Memiliki kemampuan untuk membuat konsep dan menyampaikan visi strategis dari spektrum pengalaman pengembangan petani kecil.
- Memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa Indonesia secara lisan maupun tulisan. Bisa berbahasa Inggris menjadi nilai lebih.
- Memiliki kemampuan koordinasi yang baik dan semangat kerja tim.
- Menguasai penggunaan aplikasi Microsoft Office, seperti MS. Word, MS. Excel, MS dan Power Point.
- Memiliki keahlian berorganisasi yang baik, dengan pengalaman yang kuat dalam mengatur dan memfasilitasi pertemuan dan menulis laporan.

