Deskripsi pekerjaan Arsitek Proyek PT. FASCO SAGA CORPORA
Arsitek Proyek bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan teknis dan estetika sebuah proyek arsitektur, mulai dari fase konsep awal hingga selesai konstruksi. Peran ini menuntut kombinasi keahlian desain yang kuat, manajemen tim yang solid, serta kemampuan komunikasi yang transparan.
Di perusahaan kami, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari keindahan bangunan, tetapi juga dari kesehatan mental tim dan keharmonisan kerja sama. Kami menerapkan kebijakan Zero Tolerance terhadap perilaku toxic (seperti gaslighting, menyalahkan orang lain/blame culture, komunikasi agresif, atau lembur tidak sehat akibat manajemen yang buruk).
Tugas dan tanggungjawabnya :
1. Tahap Perencanaan dan Desain (Pra-Konstruksi)
- Analisis Kebutuhan Klien: Bertemu dengan klien untuk memahami visi, kebutuhan ruang, fungsi bangunan, serta anggaran (budget) yang tersedia.
- Pembuatan Konsep Desain: Menyusun konsep awal, sketsa, dan tata letak (layout) bangunan yang fungsional, estetis, dan aman.
- Studi Kelayakan & Regulasi: Memastikan desain mematuhi hukum zonasi, kode bangunan setempat (building codes), peraturan keselamatan kebakaran, dan regulasi lingkungan.
- Pengembangan Desain Detil: Membuat gambar kerja arsitektur yang mendetail (DED - Detail Engineering Design), termasuk spesifikasi material yang akan digunakan.
2. Koordinasi dan Manajemen Tim
- Kolaborasi Multidisiplin: Memimpin dan berkoordinasi dengan tim ahli lainnya, seperti insinyur struktur (sipil), MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing), dan desainer interior agar seluruh sistem terintegrasi dengan baik dalam desain.
- Manajemen Tim Internal: Mengarahkan dan mengawasi kerja para arsitek junior, drafter (pembuat gambar teknik), dan pembuat model 3D.
3. Tahap Dokumentasi dan Administrasi
- Penyusunan Dokumen Kontrak: Menyiapkan dokumen teknis, spesifikasi material (RKS - Rencana Kerja dan Syarat-syarat), dan kelengkapan gambar untuk keperluan tender/lelang proyek.
- Pengurusan Perizinan: Membantu klien dalam proses pengajuan izin bangunan resmi (seperti PBG/IMB di Indonesia) ke instansi pemerintah terkait.
4. Tahap Konstruksi (Pengawasan Lapangan)
- Supervisi Berkala: Mengunjungi lokasi proyek secara rutin untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan gambar rencana, spesifikasi material, dan standar kualitas yang disepakati.
- Penyelesaian Masalah di Lapangan: Menjawab pertanyaan dari kontraktor jika ada ketidaksesuaian antara gambar teknik dan kondisi riil di lapangan, serta memberikan solusi atau revisi desain jika diperlukan.
- Verifikasi Progress: Memeriksa dan menyetujui sampel material yang diajukan oleh kontraktor sebelum dipasang di bangunan.
5. Tanggung Jawab Utama (Kunci Keberhasilan)
- Kualitas dan Estetika: Menjaga agar hasil akhir bangunan memiliki kualitas visual dan struktural yang tinggi.
- Manajemen Waktu dan Biaya: Memastikan bahwa keputusan desain yang diambil tidak membuat proyek mengalami pembengkakan biaya (over budget) atau keterlambatan jadwal (delay).
- Keamanan dan Keberlanjutan: Memastikan bangunan aman digunakan untuk jangka panjang dan, jika memungkinkan, menerapkan prinsip arsitektur hijau (ramah lingkungan).

