×

Time Capsule: Surat Untuk Diriku di Masa Depan

January 31, 2019 | No Comments

Teruntuk sahabat terbaiku, Nizar di tahun 2028

Hari ini, 30 Desember 2018 pukul 08.39 pagi di aula asrama Rumah Kepemimpinan, aku terduduk khusyuk untuk menuliskan surat untuk kamu, Nizar di tahun 2028. Surat ini kutuliskan sebagai pengingat untuk mu disaat keyakinan mu mulai goyah. Ditemani secangkir minuman cereal hangat, aku menyimpan berjuta pertanyaan untukmu, sahabatku.

Bagaimana kabarmu? Mungkinkah brewok yang dengan susah payah kita tumbuhkan masih ada?

Semoga masih ada dan terawat dengan baik. Tolong jangan lupakan hari-hari yang kita lalui untuk menumbuhkan brewok ini, ya. Momen saat stalking Instagram @Mister_Brewok untuk mencari wakdoyok, momen berdiri di depan kaca untuk memotong brewok, dan momen konyol lainnya antara kita dan brewok ini, hehe. Oh ya barangkali kamu ingin melihat wajah polos mu saat ini, kusisipkan foto fullface ini. Kamu pasti akan tertawa melihatnya.

Apakah hasil nge-gym penuh perjuangan ini sudah memberikan dampak?

Aku akan sangat kecewa jika 10 tahun berlalu dan tidak ada perubahan apapun. Apalagi jika perutmu malah membuncit. Tolong jaga pola makan mu ya. Jika memang sulit untuk konsisten melakukan gym, lakukanlah olahraga lainnya. Ingat dengan kata bijak berbahasa latin ‘Mens sana in corpore sano’ yang berarti ‘ Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat’. Jangan sampai buncit ya agar dapat di contoh anak kita nanti. Anyway apakah saat itu aku sudah punya anak?

Nizar di tahun 2028, Bagaimana kondisi karir mu saat itu? 

Kutebak kamu sudah memegang posisi penting di perusahaan. Apalagi jika kamu menggunakan rekomendasi dari platform Glints untuk memilih pekerjaan. Well, Glints memberikan rekomendasi pekerjaan sesuai preferensi dan kemampuan kita.

Kamu harus bersyukur dengan kenyataan aku sudah mengetahui dan menggunakan Glints sejak semester 5, hehe. Aku mengenal glints sejak mencari peluang-peluang freelance di internet. Ternyata sangat banyak peluang menjadi freelance di Glints.

Saat itu, aku mencarinya dengan menelusuri link ini. Tentu kamu ingat alasanku menjadi freelance ialah demi mencari uang tambahan untuk kuliah. Anyway, aku sangat penasaran pekerjaan dan perusahaan apa yang direkomendasikan Glints kepadamu. Kira-kira sesuai dengan lifeplan kita tidak, ya. Jika sesuai, seharusnya aku sedang menempati posisi marketing manager.

Oh ya, masihkah kamu ingat lifeplan yang pernah kita buat? 

Mimpi yang telah kita uraikan menjadi langkah-langkah strategis dalam lifeplan jangka panjang. Saat itu, kita menghabiskan waktu berhari-hari untuk merancang lifeplan ini. Sebuah lifeplan untuk menjadi exporter yang berkontribusi membangun perkonomian dunia khususnya sektor perkebunan melalui komoditas andalan Kopi.

Malam-malam menumpang internet-an di Mc Donald hingga pukul 1 malam dan hari ketika kita begadang untuk membuat video visualisasi mimpi tersebut tidak akan pernah ku lupakan. Ku harap satu persatu lifeplan ini telah terealisasi. Lifeplan yang kita posting di Youtube bit.ly/lifeplanNIZAR

Sahabatku, apakah aku berhasil berkuliah di IE Business School pada program Dual Degree : Master of Management and Master of Business Analyst and Big Data?

Apakah kamu telah menerima dirimu seutuhnya? Kamu pasti ingat ketika kita menjadikan tempat ini sebagai titik kritis untuk menjadi seorang eksporter. Dalam perspektifku saat ini, IE Business school merupakan tools terbaik dalam meraih relasi internasional dan pengetahuan manajement dan bisnis kelas dunia.

Untuk menggapai tools tersebut, Aku sudah mencicil untuk tes IELTS dan GMAT dari semester 5 saat kuliah loh. Aku juga mencoba beberapa online course di PhilanthropyUniversity dan IndonesiaX.  

Aku sangat bersyukur untuk mengetahui kelas online ini. Philantrophy University memberikan kelas gratis dengan pembicara kelas dunia yang berasal dari luar negeri. IndonesiaX tidak kalah kerennya. Platform ini memberikan kesempatan untuk kelas online dengan pembicara yang tidak kalah keren, sebut saja Hermawan Kertajaya (salah satu “50 Gurus Who Have Shaped the Future of Marketing” by CIM-UK) dan Rhenald Kasali (Pendiri Rumah Perubahan dan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia).

Terima kasih telah membaca surat ini lagi. Apapun yang terjadi di masa depan nanti, ingatlah bahwa aku di tahun 2018 akan selalu bangga terhadapmu. Teruslah berjuang!Sejujurnya banyak sekali pertanyaan lainnya yang ingin kutanyakan padamu.

Namun, satu pertanyaan ini menjadi pertanyaan sangat penting dari surat ini. Ku harap aku di tahun 2028 akan lebih mengenal diri ini jauh lebih baik dari bagaimana aku mengenal diriku saat ini.

Dapat bersahabat dengan segala kelemahan yang dimiliki serta terus melangkah dengan tegas. Semoga kamu dapat terus memegang nilai rendah hati, open minded, objektif, moderat, prestatif dan kontributif. Surat ini kutuliskan sebagai pengingat untuk mu.

Oh ya, Apakah kamu bangga terhadap apa yang akan aku lakukan 10 tahun nanti? Ku berharap kamu akan mengatakan ‘Iya, ku bangga pernah menjadi dirimu. Terima kasih atas 10 tahun perjuangan mu dan biarkan aku yang melanjutkan estafet perjuangan ini’.

Salam hangat

Nizar

Tahun 2018

Scroll Up