10 Strategi Digital Marketing yang Wajib Kamu Ketahui

Diperbarui 19 Apr 2024 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Di zaman sekarang, persaingan antar perusahaan amat ketat. Untuk mengungguli pesaing di pasar yang serupa dibutuhkan strategi yang tepat termasuk strategi digital marketing.

    Mengapa hal ini sangat diperlukan? Bukankah digital marketing tidak membutuhkan proses yang rumit?

    Sederhananya memang demikian. Namun, serupa proses pemasaran offline, digital marketing juga membutuhkan strategi agar hasilnya lebih terlihat.

    Tak perlu berlama lagi, ayo simak beberapa rekomendasi strategi paling utama yang telah Glints rangkum untukmu!

    Baca Juga: Micro Conversion: Apa itu, Jenis, Manfaat, Cara Tracking-nya

    1. Optimalkan semua platform yang ada

    Digital Marketing Institute mewawancarai lebih dari 200 lead marketing perusahaan-perusaahan teratas di dunia.

    Hasilnya, hampir semua responden berkata bahwa pengetahuan akan teknik digital marketing adalah keterampilan yang paling dibutuhkan.

    Untuk mengasah keterampilan ini, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah eksplor seluruh platform yang tersedia.

    Proses marketing yang baik adalah yang telah dicoba di beragam platform dan tahu sejauh mana efektivitasnya. Mulai dari platform media sosial, e-commerce, hingga website perusahaan.

    Oleh karena itu, dibutuhkan keberanian bereksperimen tetapi juga kemampuan untuk mengelola budget perusahaan secara efisien.

    2. Riset target market

    Strategi digital marketing yang efektif dapat tercapai ketika kamu dapat mengetahui dengan jelas siapa pembeli produkmu dan mengapa mereka membelinya.

    Untuk mendapatkan hasil terbaik, gali lebih dalam mengenai demografi target pasarmu. Selain itu, cari dan temukan saluran yang paling cocok untuk setiap demografi.

    Beberapa perusahaan coba menerapkan strategi ini dengan membuat persona untuk mengidentifikasi pain point konsumennya.

    Hal ini dilakukan karena dalam menyusun strategi terbaik, diperlukan visualisasi pola pembelian hingga alasan emosional  yang mendorong target pasarmu ketika membeli produk.

    3. Buat buyer’s persona

    Memiliki pemahaman yang mendalam terhadap konsumen tidak akan menghasilkan apa-apa apabila marketer tidak mengetahui persona konsumen.

    Namun, selain bermanfaat dalam menentukan strategi penjualan, persona ini juga bisa kamu gunakan untuk mengoptimalkan strategi social media marketing.

    Persona konsumen bisa berupa apa saja. Mulai dari umur, jenis kelamin, kesukaan, dan karakteristik penting lainnya.

    4. Tentukan metrics yang paling penting

    Dalam menjalankan strategi digital marketing, kamu pasti akan dihadapkan pada berbagai statistik atau metrik yang harus kamu perhatikan.

    Mulai dari bounce rate situs, followers akun media sosial, engagement rate, traffic, dan lain sebagainya.

    Sebagai seorang digital marketer, penting untuk mengetahui mana yang paling penting karena hampir mustahil bagi tim untuk fokus pada semuanya di saat yang bersamaan.

    Hal ini tentu saja hanya dapat dilakukan jika kamu dan tim tahu apa objective marketing yang sedang diprioritaskan saat ini. Ini merupakan langkah penting karena akan menentukan detail strategi.

    Baca Juga: 15 Metrik untuk Website sebagai Indikator Performa Konten

    5. Optimalkan strategi content marketing

    Ada banyak cara untuk menggaet calon pembeli, termasuk melalui konten media sosial. Entah itu konten video, audio, maupun artikel. 

    Banyak perusahaan yang tidak terlalu memprioritaskan content marketing, padahal jika strateginya digodok dengan baik, hasil yang akan didapatkan juga akan sangat baik.

    Konten yang viral sangat efektif dalam meningkatkan brand awareness, sampai-sampai di dunia marketing kini dikenal istilah viral marketing.

    Namun, brand juga harus berhati-hati, jangan sampai brand atau produk menjadi viral karena suatu hal yang negatif.

    6. Optimasi website untuk mobile dan desktop

    Apabila kamu tak bisa mengoptimasi keduanya, tak apa untuk mencoba fokus pada satu device saja.

    Fokus pada satu device setidaknya akan membantumu mengurangi budget marketing, apalagi jika perusahaanmu memang sedang harus mengurangi biaya.

    Sebenarnya, kamu juga perlu melihat pada data yang ada. Pada pengunjung website, misalnya, coba lihat apakah pengunjung lebih banyak yang menggunakan perangkat komputer atau mobile.

    Keduanya memerlukan metode berbeda dalam upaya optimasinya, seperti untuk memperbaiki kecepatan loading halaman dan lain sebagainya.

    7. Tetapkan KPI yang tepat

    Strategi digital marketing selanjutnya adalah menetapkan KPI.

    Ketika pertama kali mengembangkan rencana marketing, penting bagi seorang digital marketer untuk membuat Key Performance Indicator atau KPI.

    Apa bedanya KPI dengan metrics? 

    Dengan KPI, kamu akan mengetahui sejauh mana keberhasilan tim dalam menjalankan strategi untuk mencapai tujuan bisnis.

    Sementara, fungsi metrics adalah untuk mengukur progres atau keberhasilan aktivitas yang lebih spesifik.

    Patut diingat bahwa KPI juga dapat berubah. Selalu berusaha untuk fleksibel dan jangan pernah berhenti melakukan analisis dan pengukuran terhadap suatu strategi.

    8. Manfaatkan email marketing

    Meski terkesan kuno, email marketing ternyata dinilai masih efektif dalam mendorong kegiatan promosi penjualan, seperti promo diskon atau informasi giveaway.

    Namun, tentu efektivitasnya tergantung pada seberapa powerful copywriting dan penawaran yang diberikan untuk konsumen.

    Jangan sampai konsumen merasa terganggu karena terlalu sering menerima email sampai-sampai mereka menekan tombol unsubscribe. 

    9. Gunakan social media ads

    Tidak ada salahnya untuk fokus menerapkan strategi digital marketing yang organik tanpa bantuan iklan.

    Akan tetapi, apabila kamu ingin melihat hasil yang lebih cepat, social media ads bisa jadi jawabannya.

    Ada berbagai pilihan yang bisa kamu pertimbangkan, mulai dari Youtube Ads, Twitter Ads, LinkedIn Ads, atau Instagram/Facebook Ads.

    Masing-masing pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, serta harus dicocokkan dengan karakteristik target audiens yang ingin kamu jangkau.

    Dari segi biaya, semua platform social media ads dapat dijalankan sesuai budget yang kamu punya. Namun, semakin tinggi budget yang dialokasikan, hasil yang diterima juga berpotensi akan lebih besar.

    10. Influencer marketing

    Strategi digital marketing terakhir yang wajib kamu pertimbangkan adalah bekerja sama dengan influencer marketing.

    Bukannya influencer pasti memiliki rate card mahal? Mulai dari puluhan hingga ratusan juta untuk 1 postingan?

    Tenang, saat ini dunia marketing mulai mengenal istilah makro, mikro, dan nano influencer. Ketiganya adalah kategori influencer dengan audiens atau engagement yang paling tinggi hingga paling kecil.

    Jika budget-nya terbatas, kamu dapat riset profil beberapa influencer nano. Jangan salah, meski jumlah followers-nya masih sedikit, bukan berarti hasilnya otomatis akan jelek.

    Namun, kamu juga pasti harus sesuaikan ekspektasi dengan strategi yang dipilih nantinya.

    Baca Juga: Reverse Psychology dalam Marketing: Arti dan Contoh Penerapannya

    Demikian 10 strategi digital marketing yang dapat kamu coba. Semoga bisa membantumu mencapai goal dan objective marketing-mu, ya.

    Mau tahu lebih banyak tips tentang digital marketing? Ayo baca lebih banyak artikel di Glints Blog!

    Kamu bisa temukan banyak artikel yang berisi pembahasan mendalam mengenai semua strategi yang dibahas di atas.

    Jadi, strategi yang akan kamu susun ke depannya bisa lebih detail, spesifik, dan terencana dengan baik.

    Tertarik? Baca kumpulan artikel terbarunya di sini sekarang! Gratis.

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 3 / 5. Jumlah vote: 4

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait