×

6 Contoh Dialog Negosiasi Gaji yang bisa Kamu Ikuti

February 22, 2018 | No Comments

dialog negosiasi

Beberapa waktu lalu, saya sempat berdiskusi dengan teman tentang dialog negosiasi gaji menjelang masa penilaian atau appraisal. Saat itu, teman saya sedang bergumul cara membuka dialog negosiasi gaji dengan kantor yang ingin merekrutnya, sementara saya sedang memutar otak untuk merangkai script dialog negosiasi dengan bos di kantor. Posisinya sama saja, sama-sama butuh keahlian dan cara yang tepat agar dialog negosiasi gaji bisa berjalan lancar dan berbuah hasil yang manis, bukannya malah merusak situasi yang ada.

Kalau kamu pernah baca bahasan soal cara menjawab pertanyaan wawancara yang sering bikin kandidat bingung, urusan dialog negosiasi gaji juga tidak akan kalah membingungkan. Supaya kamu punya gambaran bagaimana cara memulai dialog negosiasi, cek dulu beberapa contoh di bawah ini. Baru deh, siapkan diri kamu dan mulai berlatih.

Baca juga: 8 Strategi dalam Mengajukan Kenaikan Gaji ke Atasan

Situasi 1: Saat kamu sedang dalam proses dialog negosiasi dengan perusahaan lain/kompetitor

dialog negosiasi

© huffingtonpost.com

Contoh dialog negosiasi yang pertama terutama buat kamu yang baru melamar pekerjaan. Misalnya, kamu memang dihadapkan pada beberapa pilihan atau proses rekrutmen yang sedang berjalan dan ada di tahap penawaran gaji. Maka kamu bisa memulai dialog negosiasi dengan line sederhana seperti, “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk saya sampai tahap ini. Seperti yang sudah saya infokan di awal interview, saya juga sedang dalam proses negosiasi dengan beberapa perusahaan lain. Jika perusahaan Bapak/Ibu bisa memberi peluang dengan (nominal gaji yang kamu mau), saya akan dengan senang hati mengambil tawaran ini. ”

Dengan pembukaan dialog negosiasi seperti ini, pihak perusahaan pun akan mendapat kejelasan tentang ekspektasi yang kamu harapkan. Biasanya dialog negosiasi ini terjadi setelah ada email offering dari perusahaan. Nah, lebih baik kalau kamu melakukan dialog negosiasi dengan membalas email tersebut, supaya HRD bisa meneruskan info secara jelas ke atasannya atau calon pimpinan kamu. Kalau offer dari perusahaan masih belum sesuai ekspektasi, kamu bisa coba dialog negosiasi yang kedua di bawah ini!

Situasi 2: Dialog negosiasi penambahan benefit

dialog negosiasi

© thoughtco.com

Sebut saja kamu mengharapkan 6 juta rupiah sebagai gaji awal kamu di perusahaan yang sedang melakukan dialog negosiasi. Namun, perusahaan ngotot hanya mau memberikan 5 juga rupiah saja. Kamu bisa coba masuk ke dialog negosiasi terkait benefit yang bisa menjadi penunjang atas gaji yang sebenarnya tidak sesuai harapan kamu. Dialog negosiasi benefit bisa kamu mulai dengan memberi pilihan, misalnya:

Tambahan cuti

Meskipun agak sulit untuk meminta benefit yang satu ini, tapi kalau skill dialog negosiasi kamu cukup tinggi pasti ada kemungkinan benefit ini bisa didapat. Biasanya ini bisa kamu lakukan kalau perusahaan juga aktif pada hari Sabtu. Jadi kamu bisa minta Saturday off lebih banyak dalam sebulan. Jika seharusnya kamu kerja 2x di Sabtu dalam sebulan, dalam dialog negosiasi kamu bisa meminta 1x saja bekerja weekend dalam sebulan, sebagai tambahan benefit dari gaji yang tidak sesuai harapan.

Baca juga: 7 Tips agar Izin Cuti Kamu Diterima oleh Atasan

Bonus

Bonus bukan harus dalam bentuk uang kok. Kamu bisa saja bernegosiasi agar mendapat bonus berbentuk voucher belanja atau voucher taksi jika pekerjaan kamu juga menuntut mobilitas yang tinggi.

Fleksibel untuk kerja dari rumah

Di situasi dan profesi tertentu, work from home cukup mungkin dilakukan. Khususnya bagi pekerja di perusahaan startup. Dalam dialog negosiasi benefit, kamu juga bisa saja mengajukan kelonggaran bekerja dari rumah dengan menambahkan alasan relevan tentunya.

Situasi 3: Ketika kamu ternyata digaji underpaid berdasarkan pengalaman dan kualifikasi

dialog negoasiasi

© startupmindset.com

Setelah beberapa lama di perusahaan, ternyata kamu mengetahui kalau gaji yang kamu dapat termasuk rendah jika dibanding rekan-rekan seprofesi lainnya. Terlebih lagi jika ada teman satu tim yang selevel tapi gajinya lebih tinggi di atas yang kamu dapat. Maka tidak salah kalau kamu melakukan dialog negosiasi, contohnya:
“Setelah saya melihat dari pengalaman beberapa teman seprofesi, sepertinya dengan kualifikasi dan pengalaman kerja yang saya punya sudah sangat wajar untuk bisa mendapatkan (X) sementara yang saya dapat adalah (Y). Maka dari itu, saya ingin mengajukan penyesuaian pendapatan pada kesempatan ini.”

Situasi 4: Dialog negosiasi untuk promosi dan kenaikan jabatan

dialog negosiasi

© chatbotsmagazine.com

Salah satu alasan karyawan mengajukan kenaikan gaji adalah tidak seimbangnya pendapatan yang didapat dengan posisi atau value kamu saat ini di perusahaan. Bisa saja ini terjadi karena kamu sudah cukup lama ada di perusahaan, sementara pengetahuan kamu yang sudah berkembang dengan tambahan pengalaman dan bisa jadi pertimbangan untuk peningkatan gaji. Email akan jadi media yang tepat untuk memulai dialog negosiasi ini, lalu lanjutkan dengan diskusi langsung dengan atasan baik itu Supervisor atau Manajer. Berikut ini draft email yang bisa kamu pakai.

“Sesuai dengan diskusi sudah kita lakukan, tahun ini adalah tahun ke (x) saya mengabdi di perusahaan ini. Saya ingin mengajukan evaluasi gaji jabatan dengan kontribusi yang sudah saya berikan selama ini. Pengajuan ini juga berdasarkan riset yang sudah saya lakukan dalam beberapa waktu untuk masa kerja selama (x) sewajarnya sudah bisa ada di level (A) dengan pendapatan (z)”

Situasi 5: Dialog negosiasi tanpa harus menyebut nominal

dialog negoasiasi

© researchaids.com

Cara lain dialog negosiasi yang bisa kamu ikutin adalah jika kamu tidak ingin menyebutkan nominal gaji terdahulu ataupun ekspektasi yang kamu punya. Kamu bisa menjawab keberatan untuk memberitahukan gaji terdahulu, dan lebih ingin mendiskusikan benefit yang bisa kamu berikan pada perusahaan ini.

Dari diskusi ini, barulah bisa ditentukan angka yang disepakati bersama dan akan menjadi gaji yang kamu dapat setelah join. Lewat dialog negosiasi seperti ini, kamu juga menegaskan pada perusahaan jika yang dicari adalah kemampuan dan skill maka sudah seharusnya seorang karyawan juga dihargai berdasarkan kompetensinya tersebut.

Situasi 6: Ketika gaji yang ditawarkan dengan penawaran yang kamu temukan di internet tidak terlalu jauh, tapi sepertinya masih bisa negosiasi

dialog negosiasi

© thegrindstone.com

Apa di antara kamu ada yang pernah mengalami situasi seperti ini? Ketika dialog negosiasi sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan karena gaji yang ditawarkan hanya berbeda sedikit dengan yang sudah kamu cari tahu lewat internet atau rekan yang sudah lebih berpengalaman. Kamu tetap ingin bernegosiasi karena pihak perusahaan atau HRD yang mewawancarai sepertinya masih bisa menerima ekspektasi yang kamu punya. Berikut ini contoh dialog negosiasi yang bisa kamu ikuti:

“Selain memenuhi semua kriteria yang perusahaan Bapak/Ibu butuhkan, saya juga datang dengan keahlian unik lain yang akan menunjang performa saya pada posisi ini. Oleh sebab itu, saya ingin mendapatkan basic salary sejumlah (X).”

Baca juga: 6 Hal seputar Slip Gaji yang Bisa Kamu Manfaatkan

 

Sekarang kamu sudah punya contoh untuk melakukan negosiasi gaji di perusahaan baru atau tempat kamu bekerja saat ini. Selama kamu memang punya talenta dan kemampuan dalam profesi yang ditekuni, sudah layak ada kompensasi atas tugas dan kontribusi yang kamu berikan.

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Dapatkan rekomendasi kerja sesuai kemampuanmu!

Daftar!
X Get Bar
Scroll Up