Content Marketing: Mengenal Arti, Manfaat, Bentuk, dan Skill-nya

Diperbarui 10 Des 2021 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Ketahui apa itu content marketing dan apa saja yang dikerjakan seorang Content Marketer.

    Kamu pernah dengar istilah content marketing, tapi belum yakin apa artinya?

    Mungkin kamu masih bertanya-tanya sebenarnya apa yang dikerjakan oleh seorang content marketer dan kemampuan apa saja yang harus dikuasai bila ingin menjajal karier dalam bidang ini.

    Tenang saja, Glints akan membahas secara mendalam semua hal yang perlu kamu ketahui soal content marketing di bawah ini.

    Baca Juga: Apa itu Internet Marketing dan Bagaimana Memulai Kariernya

    Apa Itu Content Marketing?

    content marketing

    © Freepik.com

    Dilansir dari Forbes, content marketing merupakan sebuah strategi marketing dalam membuat dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan juga konsisten untuk menarik perhatian para audiens yang dituju.

    Namun, content marketing bukan sekadar membuat konten untuk para audiens yang haus informasi, lho!

    Menurut Neil Patel, content marketing juga bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan para audiens dalam jangka waktu lama.

    Maka itu, konten yang dibuat harus relevan agar tercipta perasaan butuh dari audiens yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang dibuat.

    Contoh yang paling sederhana adalah pembuatan konten video yang dibuat oleh Content Marketing Institute (CMI).

    Pada 2017, mereka menjadi salah satu sumber terbesar di YouTube karena menyajikan konten berupa video statistik.

    Bahkan, saat ini mereka memperluas strategi mereka lewat podcast. Tujuannya agar muncul relasi dengan audiens dalam segala media.

    Dari contoh ini kita bisa melihat bahwa CMI telah membuat konten yang konsisten, dekat dengan para audiens, serta selalu relevan dan tidak keluar jalur selama beberapa tahun.

    Mengapa Content Marketing Penting?

    Apa itu content marketing

    © Pexels.com

    Dalam menjalankan bisnis, strategi sangat dibutuhkan untuk memancing audiens sasaran supaya mereka mau membeli atau menggunakan produk yang kamu tawarkan. Ada empat tahap dalam siklus pembelian, yaitu:

    1. Awareness

    Audiens mungkin sadar akan adanya produk yang kamu jual, tapi apakah mereka membutuhkan produkmu?

    Nah, tugas seorang content marketer di sini yaitu membangun kesadaran alias awareness bahwa produkmu mereka butuhkan.

    2. Riset

    Setelah audiens aware dengan produkmu dan tertarik untuk membelinya, mereka biasanya akan mencari tahu atau riset terlebih dahulu.

    Riset yang dilakukan bisa dari segi keunggulan produkmu, keunikannya, atau dari kebutuhan mereka sendiri.

    3. Consideration

    Setelah mereka riset produk, mereka akan berpikir lagi sebelum memutuskan untuk membeli produkmu.

    Biasanya mereka akan membanding-bandingkan dengan merek lain, misalnya dari segi harga atau kualitas.

    Mereka juga akan menimbang-nimbang mana yang lebih untung untuk membeli produk A dan B.

    4. Pembelian

    Di tahap terakhir ini audiens akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

    Nah, dalam content marketing, tujuan utamanya adalah menjadikan siklus pembelian menjadi dua saja, yaitu aware dan buy.

    Marketer ingin mengharapkan para audiens langsung ke tahap pembelian tanpa rasa ragu terhadap produk tersebut.

    Dengan kata lain, strategi marketing ini sangat penting untuk mempercepat proses audiens dalam membeli atau menggunakan sebuah produk dan menumbuhkan rasa ketergantungan pada brand tersebut.

    Berbagai Bentuk Content Marketing

    Apa itu content marketing?

    © Pexels.com

    Masih bingung harus membuat konten dalam bentuk apa? Mungkin lima contoh konten di bawah ini bisa menginspirasimu lebih jauh.

    1. Infografik

    Banyak orang haus akan informasi, tapi kadang kesulitan membaca data yang disajikan dalam penelitian atau tulisan panjang.

    Tren infografik yang saat ini sering digunakan oleh media dapat menjadi salah satu solusinya.

    Infografik bisa menyajikan data yang rumit dalam bentuk yang mudah dipahami.

    Ya, salah satu kelebihan infografik adalah memadukan gambar dan tulisan tapi informasi yang disampaikan tetap to-the-point. 

    Baca Juga: 7 Jenis Pekerjaan Marketing yang Mungkin belum Kamu Tahu

    2. Website atau blog

    Jika kamu belum punya wadah untuk menciptakan sebuah konten, website atau blog mungkin bisa kamu manfaatkan.

    Dalam website dan blog kamu bisa membuat artikel yang sesuai dengan target audiensmu.

    Selain membuat artikel yang sesuai dengan audiens, kamu juga harus memerhatikan SEO-nya.

    SEO tidak bisa dipisahkan dari content marketing. Pasalnya, strategi SEO yang baik tentu akan mengundang banyak traffic ke situs atau blogmu.

    Pastikan juga situs atau blogmu enak dilihat dari smartphone. Ini karena mayoritas pengguna internet di Indonesia mengakses konten melalui smartphone.

    3. Podcast

    Tren yang muncul memang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

    Contohnya podcast yang saat ini sedang hype di Indonesia.

    Beberapa pencipta konten atau brand juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan awareness

    Topiknya pun juga bisa disesuaikan dengan target audiens yang ingin disasar.

    Podcast merupakan salah satu wadah cerdas pengganti radio.

    Audiens bisa menikmati kontenmu di mana saja dan kapan saja sambil mengerjakan hal-hal lainnya. 

    Jangan lupa, konten podcast harus selalu relevan agar audiens tetap setia dengan produkmu.

    4. Video

    Video masih menjadi wadah yang efektif dalam content marketing, terutama lewat YouTube.

    Mengapa? Ini karena kemudahan akses YouTube masih diminati oleh masyarakat di Indonesia.

    Di samping itu, konten dalam bentuk video akan lebih mudah dipahami dan dinikmati.

    Buatlah video yang bermanfaat bagi para audiens.

    Jangan sampai video yang kamu buat hanya mengundang klik karena menjual sensasi ataupun kontroversi yang bisa membahayakan citra brand-mu.

    5. Buku

    Jika kamu menyasar target audiens yang lebih serius, kamu bisa memanfaatkannya dengan mencurahkan ide atau informasi ke dalam sebuah buku.

    Content marketer menerbitkan sebuah buku bukan sekadar ingin menambah pundi-pundi keuntungan.

    Justru buku bisa jadi alat dalam strategi pemasaran produknya, lho!

    Tujuan penulisan atau penerbitan buku ini agar para pembaca mengetahui bisnis atau brand apa yang sedang dibangun.

    Buku jadi salah satu cara meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk yang dijual.

    Selain itu, menerbitkan buku bisa dilihat sebagai salah satu pembuktian bahwa brand tersebut patut dipercaya.

    Skill yang Dibutuhkan dalam Content Marketing

    © Pexels.com

    Tertarik untuk terjun langsung dalam dunia content marketing?

    Nah, ada baiknya kamu mengasah kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan seorang content marketer yang dijabarkan di bawah ini:

    1. Komunikasi

    Skill dalam berkomunikasi sangat penting untuk pekerjaan di bidang apa pun.

    Namun, pada content marketing kamu harus bisa mengasah skill komunikasi baik secara lisan dan tulisan (verbal, dan nonverbal).

    Mengapa demikian? Dalam pekerjaan ini, kamu akan berhadapan dengan banyak orang.

    Konten yang dibuat pun harus bisa menyentuh banyak orang.

    Tidak hanya menyoal konten dan audiens, kamu juga akan bekerja di dalam tim sehingga komunikasi yang baik harus tetap dibina agar tidak ada kesalahpahaman.

    Mempelajari cara berkomunikasi bahkan bisa dimulai dari caramu menulis email kepada klien atau rekan kerja, lho!

    2. Menulis

    Salah satu bentuk konten yang dibuat dalam content marketing adalah tulisan.

    Tulisan yang dibuat bisa dalam bentuk artikel, copywriting, status di media sosial, atau naskah video.

    Kamu harus bisa beradaptasi untuk menulis dalam bermacam-macam gaya yang sesuai dengan target audiens.

    Untuk latihan menulis, kamu harus banyak-banyak membaca dari berbagai sumber dan menelaah mana style yang pas untuk produkmu.

    Latihan menulis tanpa membaca berbagai sumber lain akan membuat skill-mu mandek di situ saja. Carilah inspirasi sebanyak-banyaknya sehingga kamu bisa selalu penuh ide dan karya.

    3. Bercerita

    Podcast atau video merupakan salah satu bentuk konten yang dapat kamu coba dalam content marketing.

    Nah, untuk mengajak audiens agar selalu menonton video atau mendengarkan podcast, dibutuhkan keterampilan bercerita yang lihai.

    Kalau kamu punya keterampilan dan bakat dalam bidang ini atau ingin mengasahnya, ikuti kelas public speaking atau kelas radio.

    Kamu juga harus mendengarkan banyak radio, menonton video, atau mendengarkan podcast lain agar mengetahui bagaimana cara menghibur audiens tanpa visual.

    4. Peka

    Kamu harus selalu peka pada tren yang muncul saat ini. 

    Ikuti perkembangan apa yang saat ini sedang terjadi atau digemari banyak orang sehingga kontenmu tidak terlihat basi.

    Kamu juga harus kreatif dalam melihat tren saat ini.

    Pilih dengan baik tren mana yang bisa kamu manfaatkan untuk meningkatkan awareness pada produkmu dan mana yang tidak perlu.

    Baca Juga: Lowongan Kerja Marketing dan Skill Yang Harus Kamu Kuasai

    Itulah pemaparan singkat Glints mengenai content marketing, mulai dari definisi hingga bentuk-bentuknya yang perlu kamu ketahui.

    Intinya, pemasaran konten adalah proses pembuatan dan penyebaran informasi yang bisa digunakan marketer untuk menggaet audiens.

    Metode tersebut merupakan salah satu strategi marketing yang paling jitu di era modern ini. Ia bahkan sering digunakan perusahaan-perusahaan besar untuk mencapai target bisnis mereka.

    Maka dari itu, apabila ingin terjun ke dunia pemasaran, pastikan dulu bahwa kamu sudah menguasai strategi pemasaran konten secara mendalam, ya.

    Nah, selain penjelasan di atas, kamu bisa pelajari informasi lainnya seputar pemasaran konten di kanal Content Marketing Glints Blog.

    Di sana, Glints sudah siapkan banyak pembahasan seputar strategi, istilah, dan tips menjalankan strategi pemasaran konten khusus buat kamu.

    Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.6 / 5. Jumlah vote: 20

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait