Job description for safty officer at PT Buana Vendoor Indonesia
Safety Officer (atau HSE/K3 Officer) di kawasan proyek besar seperti ini bertanggung jawab menjaga keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3/HSSE) di area konstruksi dan operasional. Karena kawasan tersebut melibatkan banyak jenis bangunan (high-rise, retail, entertainment, hospitality), risiko meliputi ketinggian, kerja listrik/MEP, kerumunan publik, bahan kimia, kebakaran, dan koordinasi antar kontraktor.
Tanggung Jawab Utama:
Perencanaan & Pengembangan Program K3: Menyusun, mengimplementasikan, dan memantau rencana keselamatan proyek (Project Safety Plan), termasuk risk assessment untuk setiap jenis pekerjaan (excavation, working at height, scaffolding, lifting, hot work, confined space, dll.).
Inspeksi & Audit Rutin: Melakukan inspeksi harian/mingguan di seluruh area proyek (hotel, mall, apartemen, dll.), mengidentifikasi hazard, dan memastikan compliance dengan standar K3.
Pelatihan & Sosialisasi: Melakukan toolbox meeting, safety induction bagi pekerja baru/kontraktor, pelatihan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri), prosedur darurat, dan budaya keselamatan.
Pengawasan Risiko Khusus: Memantau pekerjaan berisiko tinggi (kerja di ketinggian, instalasi listrik/MEP, konstruksi mall/retail yang dekat publik, kebakaran di area entertainment seperti karaoke).
Investigasi Insiden: Menyelidiki kecelakaan, near-miss, dan insiden; menyusun laporan root cause analysis dan corrective action.
Manajemen APD & Peralatan Keselamatan: Memastikan ketersediaan, kondisi, dan penggunaan APD yang benar; mengelola peralatan keselamatan (fire extinguisher, first aid, signage, dll.).
Koordinasi & Kepatuhan Regulasi: Berkoordinasi dengan kontraktor, manajemen proyek, dan pihak terkait (Dinas Tenaga Kerja, Pemadam Kebakaran, dll.); memastikan compliance dengan Undang-Undang K3 Indonesia, Permenaker, dan standar internasional jika diperlukan.
Emergency Response: Merencanakan dan melatih prosedur evakuasi, penanganan kebakaran, dan darurat medis, terutama di area publik seperti mall dan hotel.
Dokumentasi & Reporting: Menyusun laporan bulanan K3, data kecelakaan, audit, dan memelihara rekaman (records) untuk keperluan audit atau klaim asuransi.
Promosi Budaya Keselamatan: Mendorong seluruh pekerja dan kontraktor untuk mematuhi "Zero Accident" atau target safety performance.
Posisi ini biasanya melapor ke HSE Manager atau Project Manager dan harus proaktif di lapangan.
Kualifikasi Umum yang Dibutuhkan:
Pendidikan: Minimal D3/S1 Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Teknik Mesin/Listrik, atau jurusan terkait K3. Fresh graduate boleh untuk level junior, tapi pengalaman lebih diutamakan
Sertifikasi Wajib (Indonesia):
Ahli K3 Umum (AK3U) dari Kementerian Tenaga Kerja — ini hampir selalu wajib.
Ahli K3 Konstruksi atau Sertifikat COSH (Construction Occupational Safety and Health) menjadi nilai tambah besar.
First Aid, Basic Life Support/CPR, dan Fire Fighting.
Pengalaman: Minimal 1–3 tahun di bidang safety proyek konstruksi (lebih diutamakan pengalaman di high-rise building, mall, hotel, atau mixed-use development). Pengalaman di kontraktor besar lebih baik.
Skill & Kompetensi Lain:
Pengetahuan mendalam tentang regulasi K3 Indonesia (UU No.1/1970, Permenaker terkait konstruksi).
Kemampuan identifikasi hazard, risk assessment (HIRADC, JSA), dan mitigasi.
Komunikatif, tegas, disiplin, leadership, dan kemampuan training.
Komputer literate (MS Office, mungkin software safety).
Memahami risiko spesifik kawasan: kerja di ketinggian apartemen/kondominium, kerumunan mall, instalasi MEP di hotel/convention, keamanan publik di retail/entertainment
Catatan Tambahan: Di proyek besar di Indonesia, sering dibutuhkan pemahaman ISO 45001 (Occupational Health & Safety Management System). Kemampuan bahasa Inggris bisa jadi nilai plus jika ada investor asing atau kontraktor internasional.

