Job description for KEPALA OPERASIONAL PRODUKSI at PT FLOWER FACTORY
Kualifikasi
1. Perempuan, usia 27–37 tahun.
2. Pendidikan minimal D3/S1, diutamakan jurusan bidang terkait.
3. Memiliki pengalaman minimal 2 tahun sebagai Kepala Produksi, Production Manager, atau posisi setara di Garmen.
4. Memahami alur produksi garmen dari A sampai Z, meliputi:
PPIC (Production Planning and Inventory Control)
Cutting
Sewing
Finishing
Quality Control
Packing dan Delivery
5. Memiliki kemampuan leadership yang kuat dan terbukti mampu memimpin tim produksi.
6. Memahami penerapan SOP, KPI, target produksi, dan efisiensi kerja.
7. Mampu melakukan analisis masalah produksi dan memberikan solusi yang efektif.
8. Terbiasa menangani pengaturan SDM, pembagian kerja, serta evaluasi kinerja karyawan produksi.
9. Menguasai Microsoft Office, terutama Excel.
10. Teliti, tegas, disiplin, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Tanggung Jawab (Responsibilities):
Bertanggung jawab penuh atas seluruh operasional produksi dari perencanaan hingga produk siap kirim.
Menyusun dan mengawasi jadwal produksi agar target kuantitas, kualitas, dan deadline tercapai.
Mengatur dan mengoordinasikan seluruh tim produksi, termasuk supervisor, leader, dan operator.
Memastikan setiap proses produksi berjalan sesuai SOP dan standar kualitas perusahaan.
Mengontrol penggunaan bahan baku, tenaga kerja, dan mesin agar efisien.
Memantau produktivitas dan efisiensi setiap lini produksi.
Melakukan evaluasi terhadap hasil produksi dan mengambil tindakan perbaikan jika terjadi kendala.
Berkoordinasi dengan departemen PPIC, Purchasing, Quality Control, dan Warehouse.
Menyusun laporan produksi harian, mingguan, dan bulanan kepada manajemen.
Membina, melatih, dan mengembangkan kemampuan tim produksi.
Menjaga kedisiplinan, keselamatan kerja, dan budaya kerja yang positif di area produksi.
Menginisiasi program continuous improvement untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi.
Nilai Tambah (Preferred Qualifications)
Pernah menangani produksi dengan jumlah tenaga kerja besar.
Memiliki pengalaman dalam meningkatkan efisiensi line produksi.
Terbiasa menghadapi audit internal maupun eksternal.
Memahami sistem lean manufacturing atau Kaizen.

