Job description for Desainer Interior at Patio Livity
1. Tahap Awal dan Konsultasi Klien
• Mengidentifikasi Kebutuhan Klien: Melakukan wawancara dengan klien untuk memahami keinginan, preferensi gaya, kebutuhan fungsi ruang, hingga anggaran (budget) yang tersedia.
• Survei Lokasi: Melakukan pengukuran langsung di lapangan dan memeriksa kondisi fisik ruangan sebelum proses perancangan dimulai.
2. Tahap Konsep dan Desain
• Membuat Tata Letak (Layout): Menyusun konsep pemrograman ruang dan membuat tata letak furnitur agar alur pergerakan (traffic flow) di dalam ruangan menjadi efisien.
• Membuat Gambar Visualisasi: Menyusun moodboard, sketsa tangan, hingga membuat visualisasi gambar 3D menggunakan perangkat lunak komputer seperti SketchUp atau Autodesk 3Ds Max agar klien mendapat gambaran nyata.
• Membuat Gambar Kerja (DED): Menyusun dokumen teknis atau Detailed Engineering Design seperti rencana plafon, titik lampu, lantai, serta detail potongan furnitur untuk acuan kontraktor saat pembangunan.
3. Pemilihan Material dan Elemen Estetika
• Memilih Material: Menentukan jenis lantai, cat dinding, kain pelapis sofa (upholstery), pencahayaan (lighting), hingga dekorasi yang sesuai dengan konsep.
• Memperhatikan Aspek Keamanan: Memastikan material yang dipilih memenuhi standar keselamatan hidup, ramah lingkungan, dan memiliki aksesibilitas yang baik (misalnya ramah disabilitas).
4. Manajemen Proyek dan Pengawasan
• Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB): Menghitung estimasi biaya material, jasa pekerja, dan pembelian barang dekoratif agar tidak melebihi anggaran klien.
• Berkoordinasi dengan Profesional Lain: Bekerja sama dengan arsitek, insinyur sipil, kontraktor, dan tukang bangunan untuk memastikan aspek struktural serta mekanikal-elektrikal (seperti AC dan pipa air) berjalan lancar.
• Supervisi Lapangan: Mengawasi jalannya proyek secara berkala di lokasi untuk memastikan hasil konstruksi di lapangan sesuai dengan gambar desain yang telah disepakati.

